Setiap orang memiliki rasa takut. Hanya saja, kadarnya berbeda-beda. Ada yang kadarnya sedikit, sedang, bahkan ada yang rasa takutnya sedemikian akut alias berlebihan. Rasa takut yang berlebihan inilah yang harus segera dicarikan solusinya.
Takut bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya merasa takut dengan binatang yang melata seperti ular, takut ketinggian, takut melihat air yang meluap-luap seperti air laut atau air sungai, dan seterusnya.
Penting bagi setiap orang tua, untuk mengajai putra-putrinya agar menjadi anak pemberani. Anak yang tidak mudah merasa takut dengan hal-hal yang belum terjadi, apalagi rasa takut yang ditimbulkan dari imajinasi belaka. Misalnya, gara-gara keseringan nonton film horor, ia lantas tumbuh menjadi anak yang sangat penakut.
Dalam buku “Membuat Anak Pede dan Tidak Penakut” dijelaskan tentang strategi untuk membantu anak Anda mengatasi rasa takutnya. Salah satunya ialah dengan cara relaksasi. Ajari anak Anda agar bersikap tenang (rileks) dan melepas ketegangan terhadap apa yang menyebabkan rasa takut tersebut.
Strategi berikutnya bisa dengan cara mengajari realitas. Ajari putra-putri Anda agar mempunyai penghargaan yang wajar pada binatang dan serangga serta berbicara benar kepada orang yang tidak dikenalnya.
Sebagaimana kita ketahui bersama, ada sebagian anak yang merasa takut bertemu dengan orang asing atau orang yang belum dikenalnya. Ajari anak agar memiliki keberanian menghadapi orang tersebut, misalnya dengan bersikap tenang dan wajar, tidak gugup, dan menjawab dengan ramah dan sopan ketika ada orang asing bertanya padanya.
BACA JUGA: 5 Alasan Penting Bersikap Kritis dalam Menanggapi Banyak Hal, Siap Lakukan?
Menjadi pendengar yang baik bagi anak juga bisa menjadi strategi untuk menghadapi rasa takut pada anak. Jangan sampai sebagai orangtua, kita acuh tak acuh dengan kondisi yang tengah dialami oleh si anak. Terlebih bila anak tengah mengalami kondisi psikologis yang serius, yakni merasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu hal yang dilihatnya.
Sebaik-baik waktu untuk mendengarkan perasaan takut anak adalah di siang hari. Dialog dari hati ke hati pada tengah malam mungkin sangat menggelisahkan dan orangtua mungkin terbawa arus segala bentuk kepura-puraan dan penderitaan, karena malam adalah waktu yang biasa digunakan untuk beristirahat (hlm.24).
Jadilah orangtua yang selalu berusaha mendengar setiap keluh kesah anak-anaknya. Jangan hanya maunya memberi nasihat, menyuruh ini dan itu, atau bahkan membentak anak ketika ia tak mau menuruti apa yang kita mau. Orang tua yang baik akan selalu berusaha melindungi anak-anaknya dari beragam hal yang dapat berdampak buruk bagi anak di kemudian hari.
Buku “Membuat Anak Pede dan Tidak Penakut” karya Dr. Janet Hall ini bisa dijadikan sebagai rujukan bagi para orangtua untuk membantu anak-anaknya dalam menghadapi rasa takut yang berlebihan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Dari Sel Cinta yang Koma hingga Patah Hati Kocak: Serunya Yumi's Cells
-
Menikmati Krisis Eksistensial Bersama 'Ride' Milik Twenty One Pilots
-
Nyai Moena: Potret Hitam Pergundikan dan Luka Berlapis Perempuan Pribumi
-
Pesona Tragis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Kisah Pilu Hayati-Zainuddin
-
Menyelami Kisah Adik dan Tante Kun di Novel Wingit
Terkini
-
Avatar The Last Airbender Season 2 Tayang Juni 2026, Intip Sinopsis dan Daftar Pemainnya
-
Radiasi di Balik TWS: Seberapa Aman Dipakai Setiap Hari?
-
Kopdes Merah Putih Rasa Minimarket: Ketika Produk Petani Lokal Absen dari Rak Koperasi
-
5 Pilihan Bedak Remaja dengan Perlindungan UV, Bebas Aktivitas Seharian!
-
Tayang Juni 2026, Netflix Akhirnya Akuisisi Film In the Hand of Dante