Siapa di antara kalian yang tak mengenal WS Rendra? Bagi kalian yang gemar membaca karya-karya sastra Indonesia, khususnya puisi, tentu sudah tidak asing dengan nama yang satu ini. WS Rendra atau yang memiliki nama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra adalah seorang penyair, dramawan, sutradara teater, dan pemikir kebudayaan asal Indonesia. Beliau dilahirkan di Surakarta pada 7 November 1935.
Sebagai seorang penyair, beliau sudah banyak menciptakan karya puisi yang masih dibaca oleh khalayak luas dan dicetak ulang hingga saat ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas salah satu buku kumpulan puisi karya WS Rendra yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1972. Penasaran dengan buku kumpulan puisi yang akan saya ulas? Silakan baca artikel ini sampai tuntas.
Buku kumpulan puisi karya WS Rendra yang akan saya ulas pada kesempatan kali ini ialah buku kumpulan puisi yang berjudul Sajak-sajak Sepatu Tua. Adapun buku kumpulan puisi ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1972 oleh Penerbit Pustaka Jaya.
Pada buku kumpulan puisi ini, terdapat tiga puluh delapan puisi yang dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu Sajak-sajak Sepatu Tua dan Masmur Mawar. Pada bagian Sajak-sajak Sepatu Tua, terdapat dua puluh tiga puisi yang hampir secara keseluruhan merupakan puisi naratif, yakni puisi yang isinya berupa penceritaan. Sedangkan dalam bagian Masmur Mawar, terdapat lima belas puisi yang secara keseluruhan merupakan puisi lirik, yakni puisi yang isinya berupa luapan perasaan atau pikiran dari si aku lirik (penyair).
BACA JUGA: Ulasan Buku Menitip Mayat di Bali, Kumpulan Esai Menarik tentang Bali
Sementara secara latar peristiwa, keseluruhan puisi yang terdapat dalam bagian Sajak-sajak Sepatu Tua terbagi lagi ke dalam dua bagian, yaitu bagian pertama yang berisikan kehidupan sang penyair ketika sedang berada di luar negeri, seperti Rusia, Korea Utara, dan Hongkong; serta bagian kedua yang menceritakan kehidupan sang penyair ketika sedang berada di tanah air, seperti di Kota Yogyakarta, Solo, Palembang, dan Bogor.
Sedangkan pada bagian Masmur Mawar, hampir keseluruhan puisi yang terdapat dalam bagian tersebut berisikan ungkapan-ungkapan perasaan atau pikiran dari sang penyair. Adapun yang menjadi tema dari keseluruhan puisi yang terdapat dalam buku Sajak-sajak Sepatu Tua ini antara lain ialah kesepian; keterasingan; kemiskinan; ketuhanan; hingga persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masa lalu atau kenangan.
Dalam buku kumpulan puisi Sajak-sajak Sepatu Tua ini, WS Rendra dengan kepiawaiannya menulis puisi mampu meramu adegan-adegan sehari-hari menjadi puisi yang indah sekaligus menggugah, dengan menitikberatkan puisi-puisinya pada persoalan kehidupan, dan daya hidup untuk mengatasi persoalan kehidupan tersebut.
BACA JUGA: Review Buku 'Cinta Yang Putus Tak Pernah Putus' Karya Rabu Pagisyahbana
Selain itu, dalam buku kumpulan puisi Sajak-sajak Sepatu Tua ini, keseluruhan puisi yang terdapat dalam buku ini disajikan dalam bentuk dan bahasa yang sederhana, sehingga keseluruhan puisi yang terdapat dalam buku Sajak-sajak Sepatu Tua ini terkesan lugas dan tegas, tanpa kehilangan gaya estetikanya.
Menurut saya, buku kumpulan puisi Sajak-sajak Sepatu Tua ini sangat patut untuk kalian baca, karena isinya yang sarat akan pengalaman dan perenungan dari sang penyair, sehingga dapat memperkaya dan memperhalus batin kalian apabila kalian membacanya dengan saksama; serta memiliki gaya dan bentuk kepenulisan puisi yang sederhana dan minimalis, sehingga dapat dijadikan sebagai contoh kepenulisan puisi yang baik bagi kalian yang sedang belajar menulis puisi.
Nah, itu tadi merupakan sedikit ulasan mengenai sebuah buku kumpulan puisi karya WS Rendra yang berjudul Sajak-sajak Sepatu Tua. Adapun ulasan ini merupakan ulasan saya pribadi, berdasarkan buku tersebut. Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk membaca buku tersebut?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Film Never Back Down: Kisah Remaja yang Mendalami Mix Martial Arts
-
Ulasan Film Warrior: Kisah Kakak-beradik yang Kembali Bertemu di Atas Ring
-
Ulasan Film Unbroken: Kisah Atlet Olimpiade yang Menjadi Tawanan Perang
-
Ulasan Film The Fighter: Kisah Seorang Pria Meraih Gelar Juara Tinju Dunia
-
Ulasan Film Rocky: Kisah Petinju Lokal Meraih Kesuksesan di Dunia Tinju
Artikel Terkait
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
Novel Homicide and Halo-Halo: Misteri Pembunuhan Juri Kontes Kecantikan
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Ulasan Buku Terapi Luka Batin: Menemukan Kembali Diri Kita yang Belum Utuh
Ulasan
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
Review Anime Solo Leveling Season 2, Sung Jin-Woo Semakin Overpower
-
Ulasan Manga Sesame Salt and Pudding: Potret Romantis Pernikahan Beda Usia
-
Ulasan Novel Notes from Underground: Memahami Pemikiran Eksistensialis
Terkini
-
4 Ide Outfit Nyaman ala Kim Seon Ho, Simple dan Effortless Chic!
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?