Indonesia sungguh kaya dengan keberagaman buah-buahannya, salah satu yang paling digemari yaitu durian. Durian merupakan salah satu tumbuhan tropis yang memang tumbuh subur khususnya di wilayah Asia Tenggara. Salah satu wilayah yang memiliki pohon durian yang banyak yaitu di Selat, Kecamatan Pemayung tepatnya di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.
Akses menuju ke lokasi ini sangatlah mudah, dari Kota Jambi pencinta durian dapat menggunakan transportasi darat dengan jarak tempuh sekitar 25 kilometer atau kurang lebih 50 menit perjalanan menuju arah Kabupaten Batanghari.
Sepanjang jalan menuju daerah ini juga ramai dipenuhi penjajah durian, namun alangkah lebih nikmatnya jika langsung menikmati durian ke sumber perkebunannya langsung.
Pinggir Sungai Batanghari
Desa Selat berada persis di pesisir sungai Batanghari serta memang banyak ditemui pohon-pohon durian yang menjulang tinggi di belakang rumah-rumah warga. Tak jarang juga warga-warga yang memiliki pohon durian menjajakan hasil buahnya di depan rumah maupun di warung-warung.
Pelancong dapat berhenti dan memilih duriannya secara langsung kepada warga. Harga yang ditawarkanpun beragam tergantung ukuran duriannya. Ada yang menawarkan harga 100 ribu rupiah untuk lima buah durian serta terdapat juga harga 50 ribu untuk satu buah durian.
Pelancong juga dapat menikmati durian langsung di tempatnya maupun dapat dibawa pulang. Penjual juga akan berkenan untuk membukakan kulit durian dan mempersilakan kepada pelancong untuk dapat menikmatinya secara langsung.
Durian Selat Cukup Populer
Bagi warga Jambi, durian Selat cukup dikenal oleh masyarakat mengingat di wilayah ini memang banyak ditumbuhi pepohonan durian. Buah durian di daerah Selat ini juga sering dibawa keluar daerah sehingga memang menyebar luas pendistribusiannya.
Bagi pencinta durian, buah berduri dari Selat ini patut dicoba kenikmatannya. Memiliki daging yang cukup tebal serta biji yang kecil membuat tak berhenti menikmati setiap gigitannya.
Beragam olahan dari buah durian ini juga sudah muncul di pasaran, mulai dari olahan ketan, roti, selai bahkan makanan lainnya yang sering disandingkan dengan buah durian.
Sungguh bangga terlahir dan besar di Indonesia dengan banyaknya kenikmatan yang diberikan Tuhan dan tidak dimiliki oleh negara lain. Kita sebagai anak bangsa patut bersyukur dengan semua pemberian ini serta sepatutnyalah kita menjaga warisan yang telah diberikan.
Baca Juga
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Menjemput Kelezatan Rendang Kuah Hitam Autentik di RM Pak Haji Munir Jambi
-
Level Baru Kuliner Jambi, Kopitiam Tetangga Hadirkan Rasa di Atas Rata-Rata
-
Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi
-
Menyemai Adat di Muaro Jambi, Rahasia Ulur Antar Serah Menuang Lembago
Artikel Terkait
-
Seru! Beraksi Bersama Wujudkan Kelurahan Sehat di Legok Jambi
-
Ini Rekomendasi Es Dawet Enak di Kota Semarang, Punya Ciri Khas Berbeda dengan Tempat Lain, Rasanya Manis dan Segar
-
Disambut Teriakan 'Presiden Kita', Anies Tiba Di Jambi Hadiri Rakernas Apdesi
-
Detik-detik Emak-emak Gerebek Basecamp Narkoba di Jambi
-
5 Fakta Aksi Nekat Emak-emak Gerebek Markas Narkoba di Jambi, Geram Polisi Tak Bertindak
Ulasan
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
Terkini
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi