Donor darah telah menjadi salah satu bentuk sumbangan manusia yang tak ternilai harganya dalam upaya menyelamatkan nyawa sesama. Namun, sayangnya, dalam praktik mulia ini masih ada sejumlah mitos yang berkembang di kalangan masyarakat. Melalui tulisan ini, penulis akan mengupas sepuluh mitos seputar donor darah.
1. Mitos: Donor darah membuat tubuh lemas.
Fakta: Donor darah tidak membuat tubuh lemas jika dilakukan dengan benar dan diikuti petunjuk medis yang tepat. Tubuh memiliki kemampuan untuk memproduksi kembali sel darah yang hilang setelah donor.
2. Mitos: Donor darah mengakibatkan penambahan berat badan.
Fakta: Tidak ada hubungan antara donor darah dan penambahan berat badan. Berat badan Anda tergantung pada pola makan dan aktivitas fisik.
3. Mitos: Donor darah menyebabkan risiko infeksi.
Fakta: Peralatan yang digunakan untuk donor darah steril dan sekali pakai, mengurangi risiko infeksi menjadi sangat rendah.
4. Mitos: Hanya golongan darah tertentu yang bisa donor.
Fakta: Semua golongan darah dapat berdonor, dan berbagai golongan darah diperlukan untuk memenuhi kebutuhan beragam pasien.
5. Mitos: Donor darah membuat pembuluh darah pecah.
Fakta: Penyuntikan jarum selama donor darah mungkin menyebabkan sedikit ketidaknyamanan sementara, tetapi risiko pembuluh darah pecah sangat rendah.
6. Mitos: Donor darah mengurangi stamina.
Fakta: Setelah donor darah, tubuh akan membutuhkan waktu singkat untuk pulih, tetapi stamina akan kembali normal dengan makan dan istirahat yang cukup.
7. Mitos: Wanita tidak cocok untuk donor darah.
Fakta: Wanita dapat menjadi donor darah selama mereka memenuhi kriteria kesehatan yang ditetapkan.
8. Mitos: Donor darah bisa menyebabkan penyakit jantung.
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan antara donor darah dan penyakit jantung.
9. Mitos: Donor darah bisa mengurangi produksi darah dalam tubuh.
Fakta: Tubuh memiliki kemampuan alami untuk menggantikan sel darah yang hilang melalui proses regenerasi.
10. Mitos: Donor darah dilakukan dengan metode yang menyakitkan.
Fakta: Ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama donor darah hanya bersifat sementara dan sebagian besar donor merasa nyaman selama proses.
Demikianlah sejumlah mitos dan fakta terkait donor darah yang kerap dijumpai di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap individu memiliki peran untuk mulai mengikis mitos tersebut. Harapannya para calon pendonor merasa lebih percaya diri untuk berpartisipasi dalam aksi mulia ini.
Dengan terlibat meminimalisir mitos-mitos tersebut, sejatinya kita telah berkontribusi menyelamatkan nyawa melalui donor darah sebagaimana dirangkum dari sumber tulisan Importance of the Blood Supply di situs Red Cross Blood.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Urusan Energi Hijau dan Panasnya Bumi yang Bikin Cemas
-
Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga
-
Demi Korban atau Selamatkan Muka? Menelanjangi Borok Penanganan Kasus di SMAN 1 Sentolo
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Artikel Terkait
-
Bilqis Anak Ayu Ting Ting Dilarikan Ke Rumah Sakit Usai Bertemu Enji Baskoro, Benarkah?
-
4 Fakta Menarik Jo Byung Gyu, Counter Kece di Drama Korea 'The Uncanny Counter 2'
-
6 Mitos Menstruasi yang Kerap Dipercaya, Cek Faktanya agar Tidak Terjebak
-
8 Fakta Unik Serial D.P. 2, Jung Hae In Lakukan Adegan Aksi Tanpa Stuntman
-
Dari Istana Jadi Museum, Ini 5 Fakta Menarik Forbidden City di Beijing
Ulasan
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Mampukah Indonesia Bangkit? Mencari Jalan Keluar dari Krisis
-
Indonesia Tidak Lagi Dijajah Belanda, Lalu Mengapa Gerpolek Masih Relevan?
-
Tragedi Ohara: Ketika World Government One Piece Fobia pada Pengetahuan
-
Review Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Saat Skala Sekuel Dipaksa Lebih Besar
Terkini
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY
-
Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?
-
Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik
-
Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial
-
Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau