Perkembangan rudal anti-tank (Anti-tank Guided Missile) atau yang disingkat ATGM sepertinya memang kian mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Melansir dari laman indomiliter.com, tentara Republik Rakyat Tiongkok atau Cina telah menerima varian terbaru dari rudal ATGM HJ-12 yang dikenal dengan HJ-12E pada tahun 2021 dan 2022 silam.
Rudal HJ-12 sendiri dianggap sebagai rudal anti tank portable tercanggih yang dioperasikan oleh tentara Tiongkok saat ini. Rudal yang sepintas mirip dengan FGM-148 Javelin milik Amerika Serikat ini dianggap sebagai satu-satunya pesaing rudal buatan pabrikan Raytheon dan Lockheed-Martin tersebut.
Disinyalir Mulai Dikembangkan Sejak Dekade 2000-an
Rudal anti-tank HJ-12 atau yang memiliki nama resmi Hong Jian-12 atau yang memiliki arti dalam bahasa Inggris Red Arrow-12 merupakan rudal anti tank portable yang dikembangkan oleh pabrikan Norinco di Tiongkok. Melansir dari situs militarytoday.com, tidak diketahui secara pasti kapan Norinco mulai mengembangkan rudal yang sangat mirip dengan rudal Javelin ini. Namun, beberapa pengamat berpendapat rudal ini mulai dikembangkan pada dekade 2000-an.
BACA JUGA: Apple Wanti-wanti Penggunaan Kabel USB-C Android pada iPhone 15, Gak Aman?
Melansir dari laman armyrecognition.com, rudal ini mulai diungkap ke publik pada tahun 2014 silam di acara pameran senjata internasional, Eurosatory 2014. Rudal HJ-12 lalu mulai terlihat kembali di tahun 2016 dan di tahun 2017 dalam acara International Defence Exhibition & Conference (IDEX). Tentara Cina sendiri diperkirakan telah menggunakan rudal ini sejak tahun 2015 silam untuk varian dasar dari HJ-12.
Diklaim Memiliki Kemampuan yang Setara Dengan FGM-148 Javelin
Melansir dari situs janes.com, tidak ada yang mengetahui bagaimana Cina sukses melaukan rekayasa balik dari rudal yang sangat identik dari Javelin tersebut. Menurut rumor, pemerintah Cina saat itu mendapatkan rudal Javelin utuh dari pasar gelap atau dari pihak-pihak di Timur tengah yang berkonflik dengan Amerika Serikat.
Rudal HJ-12 sendiri juga diklaim memiliki kemampuan yang setara dengan FGM-148 Javelin milik Amerika Serikat. Melansir dari situs militarytoday.com, rudal HJ-12 mampu menghancurkan tank lawan pada jarak 2.000-4.000 meter. Rudal HJ-12 sendiri memiliki bobot sekitar 22 kg dan mampu dibawa oleh 1 orang prajurit infantri. Bobot rudalnya sendiri mencapai berat sekitar 17 kg termasuk dengan tabung peluncurnya.
Hulu ledak rudal ini memakai jenis tandem shaped charge HEAT (High Explosive Anti Tank) yang diklaim mampu menembus lapis baja Main Battle Tank Modern. Rudal HJ-12 sendiri juga memakai sistem pelacakan fire and forget yang sangat mirip dengan Javelin milik Amerika Serikat. Selain digunakan oleh Cina, rudal ini dikabarkan juga digunakan oleh Aljazair dan Nigeria. Bahkan, Indonesia juga tertarik untuk memproduksi secara lisensi rudal tersebut di dalam negeri.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Tembus Babak 16 Besar, Kanada Sukses Cetak Sejarah Baru!
-
Belanda, Piala Dunia, dan Predikat Juara Tanpa Mahkota yang Masih Abadi
-
Jerman Gagal Menembus Babak 16 Besar, Imbas Dosa kepada Mesut Ozil?
-
Takluk dari Brazil, Jepang Gagal Pertahankan Marwah Sepakbola Asia!
-
Debut Sensasional, Cape Verde Jadi Tim Anomali di Ajang Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
Ulasan
-
Divorce Attorney Shin: Memahami Perceraian dari Sisi yang Lebih Manusiawi
-
Kebenaran yang Dikubur dan Bungkamnya Masyarakat dalam Film Tanah Sengketa
-
Pemandi Jenazah: Ketika Ritual Terakhir Menjadi Sumber Teror
-
Obsession Membuktikan Hollywood Mampu Mengemas Mitos Pelet Begitu Memikat
-
Berlari Bersama Forrest Gump: Mengapa Ketulusan Adalah Senjata Terkuat Menghadapi Dunia yang Kejam
Terkini
-
4 Dark Spot Serum Ampuh Bikin Kulit Glowing dan Bekas Jerawat Auto Memudar
-
Usung Kisah Emosional William Shakespeare, Hamnet Tayang 6 Juli di Netflix
-
Piala Dunia 2026: Tembus Babak 16 Besar, Kanada Sukses Cetak Sejarah Baru!
-
Belanda, Piala Dunia, dan Predikat Juara Tanpa Mahkota yang Masih Abadi
-
Sinopsis Agent Kim Reactivated, So Ji-sub Taruhkan Nyawa Demi Anak