Tidur termasuk salah satu kebutuhan dasar manusia yang tak boleh diabaikan. Tak ada manusia yang tak butuh tidur. Tubuh ibarat sebuah mesin, pasti butuh istirahat. Kalau dipakai terus-terusan tanpa henti, tentu mesin akan menjadi panas dan lambat laun akan menjadi rusak.
Demikian juga dengan tubuh manusia, setelah menjalankan beragam aktivitas, perlu mengistirahatkan diri, yakni dengan cara tidur. Tidur yang ideal setiap harinya konon durasinya delapan jam.
Kita bisa membaca penjelasan menarik seputar tidur yang baik, berkualitas, bahkan bisa bernilai ibadah, dalam buku berjudul ‘Filosofi Tidur’ (Sebuah Pemaknaan Istirahat yang Bermanfaat) yang disusun oleh penulis inspiratif Intera. Buku ini terbit dalam versi digital tahun 2021 oleh penerbit Intera (Karanganyar, Jawa Tengah).
BACA JUGA: Isu Sosial dan Patriarki dalam Film 'Perempuan Tanah Jahanam'
Dalam buku ini dijelaskan bahwa tidur adalah sebuah proses istirahat yang penting bagi kesehatan karena merupakan keadaan istirahat alami bagi tubuh, pikiran, dan emosional. Pada saat tidur, daya tangkap kita sedikit berkurang karena organ dalam tubuh sedang beristirahat. Tidur juga dapat diartikan sebagai istirahat yang sesungguhnya, karena pada saat tidur, tubuh kita secara alamiah tidak melakukan apa-apa, begitu pula dengan pikiran kita. Semua organ dalam tubuh kita akan diistirahatkan, jiwa dan raga kita juga.
Di zaman modern ini, manusia kerap menyepelekan waktu tidur mereka. Mereka terlalu berambisi mengerjakan pekerjaan sekuat tenaga hingga mengesampingkan waktu istirahat. Tidak hanya bekerja, ada juga yang menghabiskan waktu istirahat mereka dengan menonton film favorit ataupun mengerjakan hal-hal senang di malam hari. Salah satunya bermain game selama berjam-jam bahkan tidak tidur hingga pagi menjelang. Akibatnya, mereka menuntaskan tidurnya pada pagi hingga siang menjelang. Padahal seharusnya di pagi hari tubuh perlu digerakkan, dibawa berolahraga (hlm. 25-26).
Kebiasaan bergadang yang tidak perlu hingga larut malam, apalagi sampai memiliki kebiasaan buruk tidak tidur sampai pagi, juga dapat memengaruhi kondisi tubuh manusia. Meski mereka sudah mengganti waktu tidurnya di pagi atau siang hari, tapi sepertinya tidur semacam ini bukan termasuk tidur yang berkualitas.
BACA JUGA: Ulasan Buku "Rectoverso": It's Okay Kalau Cinta Tidak Harus Terucapkan
Gangguan tidur adalah salah satu pemicu berkurangnya kualitas tidur yang baik. Ini merupakan suatu kondisi gangguan fisik dan psikologis. Biasanya disebabkan kelainan spesifik dan mekanisme tidur yang dialaminya. Selanjutnya, insomnia, banyak sekali orang yang sering mengalaminya. Insomnia merupakan gangguan fisik dan psikologis yang menyebabkan kelainan tidur. Lebih spesifiknya, orang dengan keluhan ini akan mengalami mekanisme tidur yang buruk (hlm. 28-29).
Selain membahas tentang pentingnya tidur bagi manusia, dalam buku ini juga dibahas adab tidur sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. Di antara adab ketika akan tidur adalah berdoa, berwudu, dan membersihkan tempat yang akan digunakan untuk tidur. Tidur di tempat yang bersih, meskipun sederhana, akan membuat tidur kita lebih nyaman dan berkualitas.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku "Rectoverso": It's Okay Kalau Cinta Tidak Harus Terucapkan
-
Ulasan Film Jack Brooks: Monster Slayer, Petualangan Seru Menghadapi Monster
-
Ulasan Film Tune In For Love, Kisah Romansa Penuh Haru yang Bikin Nostalgia
-
Ulasan Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa, Pemberontakan Seorang Muslimah
-
Ulasan Buku 'Crying in H Mart' yang Menyentuh Hati dan Bikin Nangis
Ulasan
-
Review Buku This Book Is Seriously Silly!: Belajar Interaktif Lewat Ubur-Ubur Konyol
-
Diary of a Bee: Mengintip Kehidupan Lebah dari Sudut Pandang Matilda
-
Review Film Brave Citizen: Berani Melawan saat Semua Orang Memilih Diam
-
Ulasan Lie After Lie: Saat Kebohongan Menjadi Satu-satunya Jalan Keluar
-
Soto Mbak Mar Andalan Warga Nganjuk, Pencinta Kuliner Jawa Timur Merapat!
Terkini
-
Kutukan Merenggut Jiwa di Hutan Larangan
-
Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?
-
5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif
-
Rakyat Didorong Berwirausaha, Pungli Menghadang di Depan Mata
-
Banjir Kritik Netizen, Drama The Scandal Dinilai Terlalu Fokus pada Adegan Intim