Yandy Laurens (Sutradara Keluarga Cemara), telah merilis film terbarunya: "Jatuh Cinta Seperti di Film-Film," pada 30 November 2023 di bioskop-bioskop Indonesia. Ini film arahannya yang kedua, yang diproduksi oleh Imajinari bersama Jagartha dan Trinity Entertainment, dan melibatkan sejumlah bintang ternama seperti: Ringgo Agus Rahman yang reunian bareng Nirina Zubir karena dulu main bareng di Film Keluarga Cemara.
Selain itu, ada Alex Abbad, Sheila Dara Aisha, Dion Wiyoko, dan Julie Estelle. Sebelumnya, film ini telah diputar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Luminescence ke-18.
Filmnya mengisahkan Bagus (Ringgo Agus Rahman), seorang penulis film adaptasi terkenal yang, dalam merampungkan naskah film perdananya, mengungkapkan perasaannya kepada Hanna (Nirina Zubir), teman sekolahnya.
Hubungan Bagus dan Hanna berkembang menjadi romansa yang intens, mempengaruhi arah naskah film Bagus. Namun, Bagus menghadapi rintangan dengan sikap Hanna yang belum siap untuk cinta baru setelah duka kehilangan suaminya. Hanna merasa bahwa kehidupannya nggak lagi cocok dengan kisah cinta ala film-film.
Ulasan:
Kebrilian film ini terletak pada konsepnya yang meta, menggambarkan pengalaman menonton film di dalam film yang merinci proses pembuatan film itu sendiri. Selain itu, film ini juga memberikan refleksi mendalam mengenai realitas hubungan cinta, mempertanyakan sejauh mana kisah romantis di dunia nyata dapat mencerminkan drama yang sering kita saksikan dalam film-film. Nggak cuma itu, ini film juga cukup banyak menyentil secara halus terkait hal-hal seputar perfilman. Keren, ih!
Penyutradaraan yang luar biasa nggak hanya mengangkat konsep tersebut, tetapi juga memberikan sentuhan artistik yang memukau. Setiap adegan diarahkan dengan presisi, memastikan setiap detail menceritakan cerita yang mendalam. Cerita yang kuat dan terstruktur dengan baik menjadi pondasi kokoh bagi film ini, sehingga memberikan penonton perjalanan emosional yang nggak terlupakan.
Akting pemeran dalam film ini patut diacungi jempol. Performa yang memukau dan terasa begitu alami, membuat karakter-karakter hidup dan relevan. Production design yang penuh perhatian dan niat, bersama dengan kostum dan makeup yang apik, menciptakan dunia dalam film ini dengan estetika yang memikat.
Nggak hanya visual, elemen musik dalam film ini turut memberikan kontribusi besar. Musik yang dipilih dengan cermat dan diselaraskan dengan sempurna memberikan atmosfer yang mendalam dan menggugah emosi.
Dengan semua keunggulan ini, skor dariku: 9,8/10. Mau kukasih lebih, sih, hanya karena nggak semua penonton bisa menerima konsep hitam putih, jadi, segitu saja. Yang jelas, film ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah karya seni yang mampu menyentuh hati dan membangkitkan refleksi mendalam tentang kehidupan dan cinta.
Baca Juga
-
Lastri: Arwah Kembang Desa dan Perempuan yang Selalu Dikambinghitamkan
-
Makin Brutal, Film Evil Dead Burn Makin Kehilangan Jiwa Horornya?
-
Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna
-
Review The Oddysey: Saat Nolan Mengubah Mitologi Jadi Potret Trauma Manusia
-
Menelisik Lebih Dalam Series Human Vapor, Bisakah Korban Disebut Monster?
Artikel Terkait
-
Review Film Anime 'A Silent Voice', Menebus Kesalahan di Masa Lalu
-
5 Rekomendasi Film Terbaik Ringgo Agus Rahman, Berkesan Banget!
-
Cerita Ringgo Agus Rahman Bareng Desta dan Aming Pernah Minum ASI Nirina Zubir: Jadi Saudara Sepersusuan
-
4 Rekomendasi Film dan Series Romantis yang Dibintangi Giorgino Abraham
-
Review The Secret World of Arrietty, Film Ghibli Ini Wajib Kamu Saksikan!
Ulasan
-
It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship
-
Ulasan Cek Khodam: Saat Tren Viral Berubah Jadi Komedi Horor yang Segar!
-
Lastri: Arwah Kembang Desa dan Perempuan yang Selalu Dikambinghitamkan
-
Review Serial Marc by Sofia: Estetika Sunyi Sofia Coppola yang Memesona
-
Belajar dari Bear di Film Obsession: Keinginan yang Tak Pernah Terpuaskan
Terkini
-
Lampaui Colony, HOPE Jadi Film Tercepat Raih 1 Juta Penonton di 2026
-
Avatar Aang Resmi Tayang Terbatas di Bioskop demi Lolos Kualifikasi Oscar
-
Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?
-
Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?
-
Serial Sekuel Peaky Blinders Tambah 9 Pemain Baru, Siapa Saja?