Wahana rumah hantu seringkali menjadi sumber hiburan menarik karena, meskipun menakutkan, kita tahu bahwa itu hanya sebuah permainan. Tetapi, bagaimana jika yang bertugas menakut-nakuti adalah sekelompok penjahat tanpa belas kasihan? Inilah yang dihadirkan dalam film "Haunt".
Film yang disutradarai oleh Scott Beck dan Bryan Woods ini menampilkan sejumlah aktor muda, termasuk Katie Stevens, Will Brittain, Lauryn McClain, dan Andrew Lewis Caldwell.
BACA JUGA: Film Rebel Moon Part One, Menelisik Integritas Moral Pada Karya Fiksi
Sinopsis film Haunt menceritakan tentang sekelompok remaja yang mengunjungi wahana rumah hantu "ekstrem" pada malam Halloween, yang ternyata dihuni oleh para penjahat bertopeng yang memanfaatkan ketakutan remaja-remaja tersebut.
Ketika menyadari bahwa mimpi buruk mereka menjadi kenyataan, para remaja harus berjuang untuk bertahan hidup dan melawan setiap ancaman yang bisa berakhir fatal.
Review film Hunt
"Haunt" berhasil memberikan kejutan melalui ide cerdas, kejutan, dan ketegangan yang memuaskan para penggemar genre thriller.
Melalui eksplorasi wahana rumah hantu, "Haunt" berhasil menciptakan atmosfer mencekam dengan memanfaatkan ketidakpastian karakter dan menyajikan kengerian yang diinginkan oleh penggemar horor.
Sayang, penggunaan formula standar untuk film sejenis ini, plus beberapa plot hole yang dibuat agar karakter utama selamat dari maut membuat "Haunt" mudah ditebak.
Departemen akting juga tidak menolong banyak. Hampir semua aktor di film ini kurang memperlihatkan emosi seperti ketakutan atau rasa cemas karena mendapat rentetan teror dari para penjahat, sehingga saat terjadi hal buruk pada mereka, penonton tak merasa kasihan atau menyayangkan hal tersebut terjadi.
BACA JUGA: Ulasan Novel In Between, Membohongi Perasaan Sakitnya Berkepanjangan
Demikian pula, identitas dan motivasi penjahat untuk menghabisi pengunjung wahana rumah hantu tidak dijelaskan secara pasti.
Beberapa pemotongan adegan di beberapa bagian juga lumayan mengganggu dan meruntuhkan ketegangan yang telah dibangun sebelumnya.
Apalagi adegan akhir yang terasa di paksakan, mungkin akan membuat sebagian penonton berkomentar, "Ini apa sih?"
Skor untuk film "Hunt" 76/100. Diawali dengan cukup pintar, film ini menjadi terasa begitu standar seiring berjalannya waktu. Meski berhasil memberikan pengalaman menonton yang lumayan memuaskan, "Haunt" belum membawa inovasi baru ke dalam genre horor.
Setelah rilis pada 23 Agustus 2019 di bioskop, film "Haunt" tayang di sejumlah layanan nonton berbayar.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Film 'The Zone of Interest', Potret Ganda sang Penjahat Perang
-
Rekomendasi 3 Sinema Mancanegara Buat Penggemar Film 'Siksa Kubur', Berani Nonton?
-
Ulasan Film The Night Eats the World, Kisah Sepi Penyintas Serangan Zombie
-
Review Anime 'Parasyte', Kompleksitas Hubungan Manusia dan Alien
-
Review Film Dokumenter 'Amy', Pergulatan di Balik Ketenaran Amy Winehouse
Artikel Terkait
-
Film Rebel Moon Part One, Menelisik Integritas Moral Pada Karya Fiksi
-
Novel 'Centerpiece', Kisah Perjodohan Antara Emily Dengan Sang Idola
-
Top 7 Film DCEU Terbaik, Aquaman and the Lost Kingdom Peringkat Berapa?
-
Ulasan Buku Fire and Blood, Kisah Masa Lalu Kerajaan Westeros yang Legendaris
-
Jangan Mudah Berputus Asa Lewat Buku 'Untuk Kamu yang Hampir Putus Asa'
Ulasan
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
Terkini
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
-
Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah