Belajar berbisnis sejak usia muda merupakan keputusan yang sangat tepat. Terlebih bagi anak muda yang bercita-cita ingin menjadi pebisnis atau pengusaha. Belajar bisnis bisa dilakukan saat kita masih mengenyam pendidikan. Misalnya saat masih menjadi mahasiswa.
Jadi, ketika di luar jam kuliah, mahasiswa bisa mulai belajar berbisnis. Misalnya berjualan secara online atau bekerja part time. Intinya, selagi ada kesempatan untuk mulai berwirausaha, jangan sia-siakan kesempatan tersebut.
Agus N. Cahyo dalam buku ‘Masih Mahasiswa Berjibun Duitnya!’menjelaskan, masa muda saat menjadi mahasiswa adalah masa yang penuh semangat. Termasuk dalam kreativitas berbisnis. Semangat untuk memulai berbisnis banyak ditemui dalam diri anak mahasiswa.
Meski banyak orang mencap mahasiswa sebagai anak-anak yang masih bergantung pada orang tua, tetapi tak bisa disangkal banyak dari mereka yang mampu menunjukkan kepiawaian dalam berwirausaha.
Sebagian dari mereka malah sudah mampu menghasilkan usaha yang nyata dan menghasilkan laba yang siginifikan. Sehingga, mereka mampu membiayai kuliah sendiri dan kuliah pun lancar tanpa harus terganggu dengan pekerjaan (hlm. 10-11).
Nah, dalam buku terbitan Laksana ini, kita bisa membaca puluhan ide-ide bisnis kreatif untuk mahasiswa. Disertai dengan penjelasan singkat tapi jelas, prospek di masa depan, persiapan yang harus dilakukan, sampai pada estimasi modal yang dibutuhkan.
Salah satu jenis bisnis yang boleh dicoba bagi kaum muda adalah Even Organizer (EO). EO merupakan jenis usaha yang tidak asing lagi di kalangan mahasiswa.
Bagi mereka yang suka berorganisasi, sering melakukan kegiatan berupa kegiatan kepanitiaan. Kegiatan tersebut termasuk bagian dari dunia yang digeluti oleh EO.
Dengan demikian, EO merupakan usaha penyelenggaraan kegiatan. Prinsipnya usaha ini mengelola sumber daya manusia untuk membuat suatu acara.
Bisa dikatakan saat ini bisnis EO merupakan bisnis yang memiliki prospek baik, terutama wedding organizer (WO), kids party organizer (KPO), serta acara-acara pementasan. Pemakaian jasa ini adalah masyarakat menengah perkotaan yang dari waktu ke waktu jumlahnya semakin banyak.
Membuka layanan terjemahan juga bisa dijadikan sebagai pilihan bisnis yang menjanjikan bagi mahasiswa. Dalam buku ini diungkap, memiliki kemampuan berbahasa asing merupakan salah satu modal yang cukup kuat bagi para mahasiswa.
Apalagi, bagi mereka yang membutuhkan penghasilan tambahan atau sekadar menambah uang saku, maka memiliki kemampuan bahasa asing selain bisa membuka kursus juga terdapat peluang usaha lain. Peluang tersebut adalah membuka layanan penerjemah atau menjadi penerjemah.
Jenis usaha lainnya yang diungkap dalam buku ini yang cocok dijalankan oleh mereka yang masih berstatus mahasiswa adalah membuka layanan fotografi dan video, membuka jasa arsitektur online, menjadi penulis lepas, dan masih banyak yang lainnya.
Buku karya Agus N. Cahyo ini semoga dapat menjadi sumber inspirasi bagi kaum muda yang ingin belajar berbisnis sejak usia muda. Selamat membaca dan mencoba.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan
-
Motivasi Menulis untuk Calon Penulis: Buku Menjual Gagasan dengan Tulisan
-
Review Buku Etiket Bekerja: Upaya Meningkatkan Kualitas Diri
-
Review Buku Puasa Para Nabi: Mengurai Hikmah Bulan Ramadan
-
Sampaikanlah Walau Satu Konten, Kiat Menjadi Kreator Konten Profesional
Artikel Terkait
Ulasan
-
Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya: Surat Cinta Pamungkas Vidi Aldiano yang Menembus Batas Waktu
-
Mengungkap Kedok Maskapai Super Buruk di Novel Efek Jera Karya Tsugaeda
-
Kenakalan Miss Keriting, si Guru Matematika di Novel Selena Karya Tere Liye
-
Review Film Memoria: Tutorial Bingung Secara Estetik Bareng Tilda Swinton
-
Number One: Film Melankolis Lembut dengan Akhir yang Menenangkan Hati
Terkini
-
Sul Kyung Gu dan Jeon Jong Seo Bintangi Film Okultisme, Libatkan Tim Exhuma
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
-
Evolusi Doa: Saat Saya Berhenti Meminta Dunia dan Mulai Meminta Ketenangan
-
Tayang 24 April, Girl from Nowhere Kembali Hadir Versi Remake Jepang
-
Siomay Bukan Dimsum: Memahami Istilah yang Tertukar dalam Kuliner Tiongkok