Kesepian adalah sebuah kondisi personal yang dialami seseorang ketika ia selalu merasa sendiri dan tidak bisa menikmati kesendirian tersebut. Terlebih ketika ia sudah merasa gagal sebagai manusia karena tidak bisa menjalani kodratnya sebagai mahluk sosial.
Buku yang berjudul 'Sepi' ini membahas tentang segala hal terkait kesepian. Mengapa manusia merasakan kesepian dan upaya yang bisa dilakukan untuk berdamai dengannya.
Buku yang disusun oleh tim penulis dari Pijar Psikologi ini adalah kumpulan artikel yang ditulis oleh beberapa psikolog. Meskipun ditulis random oleh penulis yang beragam, namun saya merasa pembahasannya tetap runut dan sistematis.
Mulai dari pembahasan tentang fenomena manusia yang semakin kesepian, penyebab dan dampak sepi, ekspresi-ekspresi kesepian, cara mengelola kesepian, panduan untuk hidup sendiri, serta upaya bersama untuk mengurangi kesepian.
Dijelaskan oleh penulis bahwa ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang merasa kesepian di dalam hidupnya. Di antaranya adalah kepribadian bawaan, pola asuh, dan pengaruh lingkungan.
Seseorang dengan karakter introvert dengan kecenderungan neuroticism adalah kelompok orang yang biasanya paling rentan mengalami kesepian. Neuroticism membuat mereka mudah cemas, stress, dan gampang terpengaruh dengan emosi negatif.
Selain itu, kesepian juga bisa diperparah dengan adanya media sosial yang menjadi pelarian orang-orang yang mengalaminya. Karena payah dalam membangun hubungan sosial di dunia nyata, maka orang yang kesepian biasanya akan lebih ekspresif menunjukkan dirinya di dunia maya.
Dan hal ini ibarat lingkaran setan. Semakin tenggelam dalam menjadikan media sosial sebagai poros kehidupan, maka semakin kita kehilangan minat untuk menjalin hubungan sosial yang nyata dengan orang lain.
Oleh karena itu, butuh upaya yang konkret untuk mengatasi rasa sepi yang terus berlanjut. Di antaranya adalah dengan memperbanyak self-talk. Berdialog dengan diri sendiri terkait perasaan-perasaan negatif yang kita rasakan dan mencari alternatif solusi agar bisa keluar dari perasaan tersebut.
Kita juga bisa melakukan journaling, alih-alih cuma nyampah di medsos. Bagi sebagian orang, melontarkan perasaan dan pikirannya di dunia maya bisa menjadi salah satu upaya katarsis. Yakni proses untuk melepaskan emosi yang tersimpan agar tidak terus menerus mengganjal di pikiran.
Tapi, cara ini sebenarnya tidak efektif. Justru hanya membuat kita kecanduan dengan media sosial tersebut. Oleh karena itu, menulis segala jenis uneg-uneg di jurnal harian adalah sebuah tips yang ampuh untuk mengurangi beban pikiran dan rasa kesepian.
Masih ada banyak tips lain yang bisa kita terapkan saat mengalami kesepian. Misalnya meditasi, hingga menjalani passion dan hobi.
Terakhir, para penulis berpesan kepada kita bahwa selain peka dengan kesepian yang kita rasakan, kita juga perlu peduli dengan tanda-tanda kesepian yang kita saksikan di sekeliling kita. Barangkali ada teman-teman atau kerabat yang sedang berada di fase tersebut dan butuh bantuan orang lain untuk keluar dari ketidaknyamanannya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
Artikel Terkait
-
Mengungkap Hilangnya Ikan dan Hal Misterius dalam Buku "Petualangan Anak Natuna"
-
Ulasan Buku Journal Of Gratitude, Reminder Syukur dengan Ilustrasi Estetik
-
Ulasan Buku 'Things & Thoughts I Drew When I was Bored' karya Naela Ali
-
Belajar Sejarah dari 5 Rekomendasi Buku Bergenre Fiksi Sejarah Berikut Ini
-
Mengungkap Persoalan Remaja dan Solusinya dalam Buku 'Be A Smart Student'
Ulasan
-
Antara Idealisme dan Uang: Realita Pembajakan Buku dalam Selamat Tinggal
-
Frieren: Beyond Journey's End Season 2, Musim yang Lebih Emosional dan Sepi
-
Buku American Born Chinese, Krisis Identitas Generasi Kedua
-
Review Film Iron Lung: Markiplier Sukses Hadirkan Ketegangan Tanpa Jumpscare Berlebih
-
Smoke Screen: Thriller Psikologis tentang Manipulasi dan Pengkhianatan
Terkini
-
8 Drama China yang Tayang Februari 2026, Genre Misteri hingga Komedi
-
Tutorial Jadi Generasi Sandwich: Kenyang Makan Hati, Dompet Diet Ketat
-
Range Rover Autobiography Rp8,5 M Jadi Mobil Dinas Gubernur Kaltim
-
Rezeki Nomplok di Depan Mata, 3 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan Besar di 2026
-
4 OOTD Layering Ala Bae In Hyuk, Minimalis tapi Tetap Fashionable