Buku karya Francine Jay ini merupakan buku resep untuk hidup minimalis, yang dirancang agar Anda bisa melongoknya tiap kali membutuhkan saran dan inspirasi. Lebih dari itu, buku ini adalah falsafah hidup yang lengkap.
Saat tergoda melakukan pembelian yang impulsif, berusaha menahan godaan donat cokelat, atau berjuang menolak kewajiban lain, yang harus Anda ingat hanyalah satu frasa ini: “hidup ringan”.
Menjalani hidup dengan lebih ringan memang menyenangkan tetapi faktanya masih banyak orang yang enggan untuk memulainya.
Hidup lebih ringan di sini dapat diartikan dengan berupaya memiliki barang-barang yang penting dan berharga saja, dan tak perlu menyimpan atau menimbun barang-barang lama yang sudah tidak terpakai.
Misalnya dalam hal berpakaian. Hidup kita akan terasa lebih ringan bila tak terlalu memiliki banyak pakaian yang berjubel dan menyesaki lemari di rumah.
Alangkah baiknya, mulai sekarang, segera pilih pakaian yang sudah jarang bahkan tidak dipakai lagi. Lalu sisakan pakaian yang hanya benar-benar layak dan akan kita kenakan saja.
Hidup minimalis adalah gaya hidup yang mestinya kita budayakan. Menjadi seorang minimalis dalam berbagai hal itu rasanya lebih ringan, merdeka, dan terhindar dari stres. Francine Jay dalam buku ini menjelaskan alasannya menjadi seorang minimalis:
“Saya jatuh cinta dengan gaya bepergian tanpa banyak barang. Setelah beberapa kali bersusah payah membawa koper berat, saya pun harus bertekad harus bisa bepergian dengan cukup membawa koper kecil yang bisa dibawa ke kabin. Rasanya luar biasa merdeka! Tanpa beban berlebihan, saya merasa sebebas burung—penuh semangat, tidak repot, dan siap menghadapi apa pun”.
“Hidup Ringan”. Inilah yang menjadi moto hidup Francine Jay. Setelah menerapkannya di rumah, dia lalu memperluas konsep ini ke kehidupannya secara keseluruhan. Setiap kali dia merasa menghadapi sesuatu yang berlebihan—entah itu peralatan masak, tanggung jawab, atau rasa cemas—dia bertanya pada diri sendiri: “Bagaimana cara mengurangi sebagian beban ini?” (hlm. 12).
Mengurangi benda-benda yang berlebihan di rumah, membuat hidup kita terasa lebih lega, lebih lapang, dan lebih ringan. Hal ini dapat dimaklumi karena rumah yang terlalu penuh sesak oleh barang-barang itu akan memengaruhi suasana hati kita.
Benda-benda yang kita miliki bisa menjadi pemicu emosi yang luar biasa akut—seolah emosi kita terjebak di dalamnya. Merapikan dan membersihkan barang sering kali juga mengurai keadaan pikiran kita yang mumet, sehingga kita pun semacam “dihidupkan” kembali, didorong untuk berjalan ke arah kondisi jiwa yang lebih sehat (hlm. 14).
Lewat buku ‘Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan’ yang diterbitkan Gramedia ini, Francine Jay berupaya menjadikan hidup yang dijalani lebih minimalis sehingga hidup akan terasa lebih menyenangkan, merdeka, dan terhindar dari stres.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Pelajaran Tekad dari Buku Cerita Anak 'Pippi Gadis Kecil dari Tepi Rel Kereta Api'
-
Ulasan Buku 'Powerful Life,' Membangkitkan Potensi Raksasa dalam Diri Anda
-
Temukan Work Life Balance Biar Nggak Kecanduan Kerja dari Buku 'Selow Aja'
-
5 Potret Gaya Hidup Mewah Jhony Saputra, Anak Haji Isam Dijodohkan dengan Happy Asmara
-
Ulasan Buku 'Your Job Is Not Your Career', Benarkah Keduanya Berbeda?
Ulasan
-
Mengungkap Misteri Pulau Kirrin Bersama Lima Sekawan: Mengapa Mereka Minggat?
-
Membaca Pergerakan 1998 Lewat Novel Notasi: Saat Idealisme Diuji Waktu
-
Seni Regulasi Emosi Ala Zengo di Buku Jangan Cemas Karya Shunmyo Masuno
-
Romantisasi Duka dalam 'Ikhlas Penuh Luka' Karya Boy Candra
-
Film Sadali: Refleksi Diri di Balik Kanvas Kosong yang Sunyi
Terkini
-
Ultah ke-24, Jisung NCT Bantu Rp 2,8 Miliar Bagi Penelitian Kanker Pankreas
-
4 Body Butter Under Rp50 Ribu untuk Kulit Kering dan Kusam, Lembap Seharian
-
Sibuk Persiapan, Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Makin Dekat?
-
Yamaha Hentikan Tes Sepang Usai Insiden Jatuh Fabio Quartararo
-
5 Drama China dengan Romansa Beda Usia yang Manis, Terbaru Sniper Butterfly