Menemukan work life balance, atau keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan adalah salah satu hal yang dapat membuat hidup kita tenang. Terlebih saat tuntutan kerja seakan tidak ada habisnya.
Sebagaimana yang dialami oleh Bryan E. Robinson. Menjadi kecanduan bekerja membuat dia pada akhirnya harus menjalani beberapa sesi konseling karena telah terjebak dalam toxic productivity. Ia memiliki kecenderungan untuk terus berkutat pada pekerjaannya, bahkan ketika hari libur telah tiba.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Robinson kemudian menulis buku yang berjudul #Selowaja, Nonaktifkan Pekerjaanmu dan Aktifkan Hidupmu.
Di dalamnya, ia memaparkan bagaimana seharusnya kita bisa bersikap selow atau santai dalam menjalani aktivitas.
Tapi bukan berarti kita bermalas-malasan juga. Robinson mengatakan bahwa santai bukanlah apa yang kita lakukan, tetapi hal tersebut adalah pola pikir, untuk ada di dunia.
Untuk itu, buku ini memaparkan banyak kiat-kiat yang bisa menjadi pola pikir kita agar mencapai keseimbangan antara hidup dan pekerjaan.
Uniknya, kiat-kiat tersebut dibahas berdasarkan pembagian bulan, dari Januari sampai Desember.
Misalnya pada bulan Januari, terdapat beberapa kiat dalam mengawali hidup dengan sedikit lebih santai. Hingga Desember tiba, kita akhirnya bisa enjoy dalam menjalani pekerjaan tersebut.
Beberapa kiat yang saya garis bawahi di antaranya adalah tentang trifecta pengurangan stress, yang menurut Robinson terdiri atas porsi tidur yang cukup, makanan bergizi, dan olahraga yang teratur.
Ini adalah salah satu faktor yang bisa mendukung kita agar bisa mencapai work life balance. Namun sayangnya, banyak di antara kita yang menganggap remeh hal tersebut ketika telah tenggelam dalam pekerjaan.
Selain itu juga ada pembahasan tentang pentingnya mengambil jeda dengan berjalan kaki. Apalagi jika kita menghabiskan banyak waktu dengan duduk untuk bekerja.
Sebab pada dasarnya, tubuh tidak dirancang untuk duduk lama. Hal ini bisa menurunkan harapan hidup karena meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular.
Kemudian di akhir bab, ada panduan 366 hari yang bisa langsung diterapkan berdasarkan keseluruhan kiat yang disampaikan dalam buku ini. Hal ini tentu akan semakin memudahkan pembaca untuk mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari.
Namun sayangnya, saya mendapati beberapa poin yang berulang dalam buku ini. Mungkin pembahasannya akan lebih ringkas jika penulis tidak membahas sesuatu yang sudah dijelaskan di bab sebelumnya.
Tapi secara keseluruhan, buku ini cukup menarik. Terakhir ada pesan dari penulis yang semoga bisa jadi reminder. Bahwa pekerjaanmu akan mengisi sebagian besar hidupmu, dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah dengan melakukan apa yang kamu yakini sebagai pekerjaan hebat. Selamat membaca!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
What's Keeping You Broke: Kebocoran Finansial yang Sering Tidak Disadari
-
Bentala Sella: Romansa Unik antara Dokter dan Pengusaha Sayur Hidroponik
-
Inner Child, Trauma, dan Topeng Superhero: Pelajaran dari Buku dr. Andreas
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku 'Your Job Is Not Your Career', Benarkah Keduanya Berbeda?
-
Ulasan Buku Pengantar Sosiologi, Memahami Ilmu Sosiologi dengan Lebih Mudah
-
Mengungkap Definisi Kebahagiaan dalam Buku 'Bahagia itu (Tidak) Sederhana'
-
Bergerak dalam Perubahan dari Buku 'Adaptasi, Life In Transition'
-
Memperbaiki Kemampuan Fokus yang Mudah Teralihkan dari Buku 'Stolen Focus'
Ulasan
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi
-
Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT
-
Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction
-
Review Film Henry's First Date: Misteri Ingatan yang Tereset Setiap Pagi
Terkini
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me
-
Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?
-
Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas