Menulis adalah bekerja menuju keabadian. Menulis menunjukkan eksistensi. Namun, tidak semua orang mau dan mampu menulis. Alasannya banyak sekali. Mulai dari susah lah, nggak bakat lah. Hingga memang malas.
Menulis itu menyampaikan ide atau informasi kepada orang lain. Seperti kalau kita bercerita pada orang lain. Cuma penyampaiannya dengan bahasa tulis atau tulisan. Bukan sekadar omong. Hasil karya menulis ada banyak. Mulai cerita pendek, novel, puisi, geguritan, pantun dan juga artikel.
Buku karya Mas Nurudin ini menyajikan cara menulis artikel. Menilik judul buku menulis artikel itu gampang seolah mengingatkan saya pada Arswendo Atmowiloto dalam buku Mengarang itu Gampang yang terkenal. Seolah jadi kitab yang menunjukkan bahwa bekerja lewat tulisan itu gampang.
Walau dikatakan gampang, nyatanya tidak semua orang mampu menulis. Buku setebal 122 halaman terbitan Effhar Semarang ini menyajikan kajian kritis dan kreatif tentang tulis menulis artikel. Menurut penulis yang bekerja sebagai dosen ilmu komunikasi UMM Malang ini, menulis adalah bagian dari keyakinan hidup dan kebudayaan. Keyakinan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain dan bisa dibaca berulang-ulang sehingga paham dan bisa disampaikan pada orang lain walau tak pernah bertemu orangnya.
Menulis tidak ada hubungannya dengan bakat. Yang diperlukan adalah latihan dan rasa tak mengenal putus asa seperti orang belajar berenang, bukan belajar tentang berenang. Belajar berenang perlu berada di air dan berlatih rutin setiap saat. Sama dengan berlatih naik sepeda. Bukan belajar tentang naik sepeda. Kalau belajar tentang naik sepeda, kita bisa menonton orang naik sepeda.
Kalau belajar naik sepeda, berarti kita memegang sepeda dan berlatih mengendarainya. Sama seperti belajar menulis.
Belajar menulis itu langsung saja menulis. Tidak usah memikirkan banyak teori tentang menulis. Tulis saja. Sampaikan apa yang ingin disampaikan. Tulislah. Apalagi menulis artikel seperti tulisan di platform Yoursay ini. Mudah kok sebenarnya menulis itu. Tulis saja dulu. Kemudian baca ulang edit, perbaiki. Nanti juga akan dihasilkan tulisan yang baik.
Jika masih kesulitan, coba baca buku ini. Buku ini berisi filsafat menulis, motivasi menulis, memulai menulis, mengatasi hambatan, memanfaatkan keampuhan paragraf-kalimat, menjaga kontinuitas menulis dan mengenal media massa.
Buku kecil ini mudah dibawa kemana-mana dan nyanan untuk dipelajari. Bahkan diajarkan juga cara mengirimkan naskah artikel ke media massa.
Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca dan dipelajari. Kemudian menulislah artikel dan kirimkan ke Yoursay.
Selain terkenal karena nama kita masuk jajaran penulis, juga tulisan kita dibaca banyak orang. Eh, bukan hanya itu. Kita juga bisa menghasilkan cuan dari aktivitas menulis. Mau mencoba? Silakan, dan ssmoga sukses menjadi penulis artikel produktif.
Demikian review buku menulis artikel itu gampang yang sudah mengalami beberapa kali cetak ulang. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Welcome Home, Rain: Kisah Skandal Besar Seorang Pianis
-
Ulasan Buku Kakeibo karya AE Zen: Belajar Mengatur Keuangan ala Jepang
-
Meet Up di Solo Terwujud, Yoursay Ajak Komunitas, Mahasiswa, hingga Kreator Konten untuk Berkolaborasi
-
Menyusuri Jejak Asmara dalam Ulasan Buku 'Romeo Gadungan'
-
Ulasan Buku 'Pengabdi Netijen', Jadi Content Creator Itu Ternyata Gak Mudah
Ulasan
-
5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Review Film Mutiny: Ketika Jason Statham Terjebak di Kapal Neraka, Masih Bisa Selamat?
-
Review Drama Beyond Evil, Misteri Hilangnya Warga Munju
-
Monster Hands: Ketika Monster Bawah Tempat Tidur Tak Lagi Menakutkan
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan