Lagu dari group band For Revenge telah membuat lagu yang berjudul 'Serana'. Sebuah single yang dirilis pada tahun 2022 lalu oleh For Revenge untuk mewakili kesedihan para pasangan yang harus belajar ikhlas karena ditinggalkan.
Ada yang bilang For Revenge itu seperti Fiersa Besari dengan versi rock. Ini wajar melihat For Revenge menganut genre rock indie.
Pada pembahasan saya kali ini, saya akan mengupas tentang esensi di balik lagu karya For Revenge berjudul 'Serana' ini.
Jika melihat artinya, serana memiliki arti tentang seorang atau sepasang kekasih yang merana karena harus ikhlas melepas orang yang disayang. Jadi, saya akan sedikit membagikan pandangan saya setelah saya menangkap esensi di balik lagu ini.
Di setiap masa yang telah kulewati
Menua bersama kisah tak terganti
Pada lirik pembuka ini, For Revenge memposisikan sebagai seseorang yang sudah merasa sudah begitu banyak masa dengan berbagai halu lalang yang dilewati.
Orang itu ingin menghabiskan waktunya dengan kekasihnya dengan membawa kisah perjuangan cinta mereka yang tidak bisa digantikan oleh apa pun.
Jika kau merasa sepi
Kembalilah ke tempatku menanti
Sebelum waktu menuntut mati
Lalu, pada lirik selanjutnya, For Revenge seolah-olah menjadi seorang lelaki yang mencoba mengajak kekasihnya untuk melepas rindu. Dia berharap kekasihnya bisa kembali sebelum ajal keburu menjemput mereka atau salah satu dari mereka.
Tidak ada yang tahu ke depannya akan terjadi apa lagi dan bisa saja baik atau pun buruk. Jadi, lebih baik kembali ketika sudah merasa sepi di hidupnya sebelum terlambat.
Puncak kesedihan yang mana seseorang harus belajar ikhlas terletak pada lirik reff lagu ini:
Beri tahu aku cara melupakanmu
Seperti kau ajarkanku dewasa
Beri tahu aku cara merelakanmu
Seperti kau ajarkanku bahagia
For Revenge mengungkapkan rasa kesedihan dengan mencoba mengatakan untuk minta diajarkan cara melupakan kekasihnya yang memang takdirnya sudah tidak bisa bersatu lagi.
Dengan begitu, dia akan melalui proses pendewasaan. Kehilangan seseorang bisa mengajarkan untuk lebih dewasa karena tidak ada yang bisa begitu abadi dalam hubungan.
Lalu, mereka mencoba minta diajarkan untuk merelakan kepergian kekasihnya supaya bisa mendapat kebahagian dengan jalan yang lain. Kemudian maksud bahagia dengan jalan lain itu lebih dipertegas pada lirik setelahnya, yaitu:
Yakinkan aku bahwa kau telah temukan yang kau cari
For Revenge mencoba lebih menegaskan bahwa maksud dari jalan lain adalah berbahagia dengan orang lain yang menjadi penggantinya.
Pada lirik ini, seseorang yang merasa kehilangan itu sudah menunjukkan keikhlasannya bahwa dia rela meninggalkan kekasihnya untuk bahagia bersama orang lain.
Bagaimana? sakitnya terlalu dalam, kan ya? Memang seperti itulah esensi di balik lagu ini yang sebenarnya. Mungkin memang lagu ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi dari personel For Revenge. Semoga yang membaca bisa memahami esensi lagu ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selamat Datang di Era Attention Economy: Ketika Kebenaran Kalah Penting dari Sensasi Viral
-
Childfree hingga Kabur Aja Dulu: Pelarian Anak Muda atau Bentuk Protes terhadap Realitas?
-
Ancaman 'Inflasi Kepintaran' di Era AI: Masihkah Kita Belajar untuk Berpikir?
-
Kenaikan Dana Riset 2026: Mahasiswa Siap Disibukkan Dengan Inovasi Nyata?
-
Deepfake dan Manipulasi Emosi: Ketika AI Memegang Kendali Realita dan Ilusi
Artikel Terkait
-
BTS dan University War: Pesan Lagu 'N.O' dalam Ajang Persaingan Akademik
-
Ariana Grande Rilis Lagu 'We Can't Be Friend', Liriknya Bikin Gagal Move On
-
Mengulik Lagu Either Way dari IVE: Hidup Tak Melulu Tentang Benar dan Salah
-
Jadi Sound Trending TikTok, Inilah Makna 7 Lagu Taylor Swift Sebenarnya
-
CRAVITY 'Love or Die': Lagu Intens yang Berhasil Bawa Dua Piala di Musik Show
Ulasan
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula, Film Anak Nggak Harus Kekanak-kanakan
-
Review Deep Water: Kendati Klise, Film Serangan Hiu Selalu Seru Ditonton!
-
Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik
-
The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial
Terkini
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja