Stoikisme adalah salah satu aliran filsafat yang hari ini populer di kalangan anak muda. Pandangan yang berpusat pada pengendalian kehendak serta ajaran tentang cara bersikap tenang dalam segala situasi membuat filsafat stoa ini menjadi topik yang sering kali diangkat dalam seminar-seminar maupun buku tentang pengembangan diri.
Jika kamu tertarik untuk mempelajari stoikisme, berikut ada 4 rekomendasi buku yang bisa memperdalam wawasanmu mengenai topik tersebut.
1. Filosofi Teras
Bagi para pencinta buku, tentu sudah tidak asing lagi dengan buku berjudul 'Filosofi Teras' karya Henry Manampiring ini. Buku best seller ini memang menjadi salah satu buku yang paling banyak diburu, khususnya oleh kaum milenial dan Gen Z dalam rangka menghadapi tantangan zaman biar punya mental tangguh ala filsuf stoa.
Selain pemaparan yang lengkap dan komprefensif mengenai stoikisme, buku ini juga banyak sekali memberi contoh sehari-hari mengenai cara menyikapi kehidupan dengan lebih tenang.
2. Setiap Hari Stoik
Rekomendasi kedua adalah buku berjudul 'Setiap Hari Stoik' yang ditulis oleh Ryan Holiday. Buku ini juga cukup populer di kalangan pembelajar filsafat stoa. Secara umum, buku ini berisi renungan tentang cara menjalani kehidupan dengan hati yang lebih lapang.
Di dalamnya, kamu akan belajar tentang cara bersikap tenang dalam menanggapi sesuatu yang tidak bisa diubah, dan sebaliknya, berani mengambil tindakan untuk memperbaiki sesuatu yang masih bisa diubah.
3. How to Be Free
Rekomendasi selanjutnya adalah buku berjudul 'How to Be Free' karya Epiktetos, seorang filsuf Yunani Kuno. Buku ini berisi himpunan pemikiran dari Epiktetos mengenai konsep stoikisme yang sudah disederhanakan dan disusun lebih relevan dengan kehidupan kita hari ini.
Jika kamu ingin mempelajari stoikisme secara langsung lewat karya-karya penggagasnya, menyelami pemikiran dari Epiktetos dalam buku ini adalah salah satu pilihan.
4. Ataraxia
Rekomendasi terakhir adalah buku berjudul 'Ataraxia: Bahagia Menurut Stoikisme' karya A. Setyo Wibowo. Ataraxia sendiri merupakan konsep terkait ketenangan jiwa yang dibahas dalam stoikisme.
Adapun buku ini menurut saya lebih menekankan pendalaman teori mengenai filsafat stoa. Jadi, bagi kamu yang ingin mendalami topik ini lebih lanjut, buku ini bisa menjadi bacaan pilihan.
Nah, itulah tadi 4 rekomendasi buku yang membahas tentang stoikisme. Bagi kamu yang ingin menjalani hidup dengan tenang, lapang, dan ikhlas ala filsuf stoa, tidak ada salahnya membaca keempat rekomendasi buku di atas!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
Artikel Terkait
-
Hindari 4 Hal Ini jika Ingin Koleksi Bukumu Tetap Awet!
-
Takut Nikah? Simak 4 Rekomendasi Buku Biar Siap Membina Rumah Tangga!
-
4 Langkah agar Kamu Tidak Malas Membaca, Rasakan Sendiri Manfaatnya!
-
Buku What I Talk About When I Talk About Running: Sikap Fokus dan Disiplin
-
Seni Menghadapi Orang Menyebalkan dari Buku Manusia yang Tidak Kedaluwarsa
Ulasan
-
Mencintai yang Berbeda: Mengapa Novel 'Kisah Seekor Camar dan Kucing' Wajib Anda Baca
-
Review Bloodhounds Season 2: Bromance Brutal Is Back, Udah Siap Liat Rain Jadi Villain?
-
Besok Sisa Sengsara? Udah, Rayakan Hari Ini Aja Bareng Lagu "Kita ke Sana" dari Hindia
-
Menaklukkan Gunung Malabar: Dari Sabana Indah hingga Tanjakan Mematikan
-
Membaca Realitas Cinta Dengan Titik: Ketika Perasaan Tak Pernah Sederhana
Terkini
-
Liturgi dari Rahim Silikon
-
Ilusi Gaji UMR: Terlihat Besar di Atas Kertas, Hilang Begitu Saja Sebelum Akhir Bulan
-
Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat
-
Pemanasan Sebelum Coachella! Pinky Up ala Katseye Bikin Hook-nya Nempel Terus di Kepala
-
Bertahan dengan Gaji UMR: Seni Agar Tidak Jatuh Miskin, Tapi Juga Tidak Pernah Kaya