Pikun atau yang dikenal sebagai demensia seringkali dikategorikan sebagai penyakit yang menyerang para lansia. Seiring dengan bertambahnya umur, maka kapasitas otak dalam mengingat maupun mencerna informasi akan semakin menurun.
Walau identik dengan penyakit penyakit orang tua, namun tak jarang, banyak anak muda yang kerap mengeluhkan sering lupa. Meskipun memang tidak semua hal harus kita ingat. Jika kita punya kemampuan untuk mengingat semua hal yang pernah dialami, bisa dibayangkan betapa stresnya kita dalam menjalani hidup.
Beban mental yang harus dipikul karena harus mengingat hal-hal yang sebenarnya tidak penting atau mungkin sesuatu yang menyakitkan tentu akan membuat hidup semakin berat.
Pertanyaannya, seberapa besar kadar 'lupa' yang dikatakan normal? Dan sekiranya kita mudah lupa bahkan untuk sesuatu hal yang penting diingat, bagaimana mencegah hal tersebut agar tidak menjadi kebiasaan?
Hal itulah yang kemudian dibahas dalam buku berjudul 'Stop Pikun di Usia Muda' karya Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S.
Di dalam buku ini, penulis yang juga merupakan seorang peneliti dan dokter ahli saraf menjelaskan berbagai hal mengenai kepikunan.
Penjelasan tersebut terdiri atas 6 bab yang membahas tentang hal penting terkait demensia alzheimer, faktor resiko kepikunan, pentingnya check up rutin mengenai fungsi otak, cara mencegah kepikunan, nutrisi untuk otak, dan penanganan yang tepat ketika terlanjur mengalami kepikunan.
Adapun pembahasan yang paling ditekankan adalah segala hal yang terkait dengan penyakit demensia alzheimer. Selain lupa, seseorang yang mengidap demensia biasanya akan mengalami gangguan perilaku.
Meskipun kebanyakan penyakit ini diderita oleh orang lanjut usia, namun gejalanya akan muncul akibat akumulasi dari banyak kebiasaan buruk di usia muda. Mulai dari kurang tidur, jarang olahraga, hingga asupan nutrisi yang kurang. Itulah sebab pentingnya antisipasi sejak usia muda dengan menjaga pola hidup yang sehat.
Sebenarnya saya amat menunggu penjelasan lebih mendalam tentang upaya mencegah pikun di usia muda, sebagaimana judul buku ini. Mungkin dengan contoh-contoh yang spesifik, atau penjelasan tentang fenomena anak muda yang gampang lupa.
Sebab dari segi judul, pembaca tentu mengharapkan hal ini lebih banyak dibahas dibanding fenomena demensia orang tua yang berusia lanjut. Namun sampai di akhir bab, saya tidak menemukan hal tersebut. Saya juga amat menyayangkan karena penulis tidak menutup buku dengan bab khusus yang berisi kesimpulan atau saran-saran yang relevan.
Tapi terlepas dari kekurangan tersebut, buku ini lumayan informatif. Bagi pembaca yang ingin memperkaya wawasan terkait kebiasaan lupa, buku ini bisa menjadi referensi!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
Artikel Terkait
-
Menelusuri Jalur Kehidupan di "The Lincoln Highway" Karya Amor Towles
-
Ulasan Novel Hellow Adam, Kisah Remaja yang Tinggalkan Hidup Mewah
-
Petualangan Emosional di Laut Banda dalam Novel Bertajuk "Albiandra The Untold Story"
-
Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih: Romantisme Sejoli yang Penuh Kelucuan
-
4 Rekomendasi Buku yang Bikin Kamu Lebih Percaya Diri, Nggak Lagi Insecure!
Ulasan
-
Boboiboy Galaxy Musim 1: Esensi Plot Geser, tapi Visual dan Skill Menggila
-
Hikayat Kadiroen: Mantri Polisi yang Memilih Antara Pangkat dan Rakyat
-
Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan
-
Ulasan Flat Girls: Menenun Luka, Kelas Sosial, dan Cinta Remaja yang Rapuh
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
Terkini
-
Grammy Awards Tambah Kategori Best Asian Pop Music Performance Mulai 2027
-
MAPPA Umumkan Tiga Adaptasi Anime Baru, dari Komedi Gelap hingga Romansa
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Ulasan Novel Katri, di Balik Senyum Tenang yang Menyimpan Seribu Rahasia