Buku Guru Baru di Sekolah Badut ini tergolong buku dongeng yang lumayan tebal. Terdiri dari 102 halaman dan memuat 10 judul, yaitu Lili Si Lidah Terbalik, Rumah dari Peri Gigi, Hilangnya Pensil Botti, Hadiah untuk Sang Putri, Sendok Kayu Nona Buryam, Jo Si Hantu Pemalu, Putri Tertawa, Hilangnya Unta dari Sebuah Lukisan, Miu Si Peri Raksasa, dan Guru Baru di Sekolah Badut.
Kumpulan dongeng yang tersaji di dalam buku terbitan Bhuana Ilmu Populer ini mengandung sarat hikmah dan pelajaran bagi kehidupan. Pendidikan budi pekerti menjadi sorotan utama dalam dongeng ini. Anak-anak pembaca dongeng ini akan disadarkan untuk bersopan santun dan memahami kekurangan orang lain.
Berlaku sopan santun kepada orang lain, terlebih kepada yang lebih tua dari kita, dapat ditemukan dalam dongeng bertajuk Lili Si Lidah Terbalik. Awal mula Lili memiliki lidah terbalik, sebab ia selalu memarahi orang yang berbicara tidak jelas kepadanya.
Nyonya Karen seringkali kena marah Lili karena selalu berbicara gagap. Sebab, kebiasaan buruk Lili yang terus mengomel kepada setiap orang yang bicara gagap kepadanya, membuat banyak orang tersinggung. Hingga pada suatu waktu, Lili mengomel kepada perempuan tua yang meminta minuman kepada Lili namun kena damprat gara-gara bicara kurang jelas.
Tak tahunya, perempuan tua itu adalah penyihir sakti yang bisa merapalkan matra dan membuat lidah Lili terbalik. Mantra yang dibaca penyihir sakti itu terbukti. Akibatnya, lidah Lili menjadi terbalik, dan setiap kali berbicara dengan orang lain, ia selalu kena marah.
Lili bersedih hati, sepanjang hari ia menangis sebab berbicara tidak jelas dan dimarahi orang. Lili sadar bahwa tindakan sebelumnya yang ia perlakukan kepada orang lain, menjadikan mereka murung dan pilu.
Untung Lili ditolong oleh Nyonya Karen yang tahu obat penawar bagi lidah yang kena kutukan. Nyonya Karen melesat masuk ke dalam hutan mencari mawar ungu yang kemudian direbus dan air rebusannya diminumkan ke Lili. Sontak, lidah Lili yang terbalik bisa kembali normal. Ia pun dapat berbicara jelas seperti sedia kala.
Pesan yang tersirat dalam dongeng ini adalah jika engkau tersinggung saat diolok-olok orang lain, maka janganlah mengolok-olok. Coba bayangkan jika orang lain mengolok-olok dirimu. Tentu tak akan senang. Maka, mulai sekarang, sayangilah orang lain dengan segala kekurangannya. Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Guru Baru di Sekolah Badut
Penulis: Dian Kristiani
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Cetakan: I, 2013
Tebal: 102 Halaman
ISBN: 978-603-249-506-9
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
OPPO Reno16 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 8550 SUPER, Seberapa Menarik?
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati
-
Jutaan Buku Dihancurkan, AI Bertambah Pintar: Haruskah Kita Merayakannya?
-
Merdeka Bukan Sekadar Bebas: Menyelami Makna Kemerdekaan Lewat Novel Karya Putu Wijaya
-
5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!
Artikel Terkait
Ulasan
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula, Film Anak Nggak Harus Kekanak-kanakan
-
Review Deep Water: Kendati Klise, Film Serangan Hiu Selalu Seru Ditonton!
-
Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik
-
The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial
Terkini
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja