Mencari informasi yang valid dan bukan sekadar prasangka, sangatlah penting, terlebih di era informasi seperti sekarang ini. Sebab, dengan mendapatkan informasi yang valid kita terhindar dari penyebaran hoaks atau berita palsu.
Informasi yang tidak valid sering kali menyebabkan kebingungan pada masyarakat, bahkan memicu tindakan yang merugikan. Akibat informasi yang tidak akurat juga berdampak negatif terhadap pengambilan keputusan.
Prasangka buruk sering kali muncul dari kurangnya informasi yang benar atau hanya mengandalkan informasi sepihak. Risikonya, kita tidak dapat mengelak dari konflik yang dapat timbul akibat salah paham.
Demikianlah pesan yang dapat saya tangkap dari buku Seri Cerita Rakyat Nusantara Kalimantan Timur: Legenda Danau Lipan.
Informasi tidak akurat yang diperoleh oleh Perdana Menteri menyebabkan peperangan antara Negeri Muara Kaman pimpinan Ratu Aji Bidara Putih dengan Negeri Tiongkok pimpinan Raja Tiongkok.
Maka, janganlah mudah berprasangka buruk. Banyak pertengkaran yang terjadi diawali dengan prasangka. Lebih baik bertanya langsung daripada menduga-duga.
Saat Ratu Aji Bidara Putih dilamar oleh Raja Tiongkok, ia segera mengutus Perdana Menterinya untuk menyelidiki raja tersebut. Perdana Menteri menyelinap ke kapal kerajaan Tiongkok dan mendengar suara babi hutan dari kamar raja.
Ia pun melapor kepada Ratu Aji Bidara Putih bahwa Raja Tiongkok merupakan siluman babi hutan. Padahal yang sebenarnya terjadi, suara mirip babi hutan itu adalah suara Raja Tiongkok yang sedang menikmati sajian mie.
Suara-suara tadi merupakan suara yang keluar dari mulutnya untuk menikmati mie. Begitulah cara orang Tiongkok menghargai hidangan yang dimakannya.
Mendengar laporan Perdana Menteri, Ratu Aji Bidara Putih menolak lamaran Raja Tiongkok dan mengembalikan hadiah pemberiannya. Karena amarah bercampur rasa malu sudah menguasai jiwa Raja Tiongkok, ia tak mampu menahan diri untuk menyerang Negeri Muara Kaman.
Tahu bahwa Raja Tiongkok dan pasukannya segera menyerang istana kerajaan, Ratu Aji Bidara Putih kalut. Namun, ia ingat bahwa dirinya adalah keturunan raja-raja sakti.
Saat derap langkah kaki pasukan Tiongkok mendekati gerbang istana, Ratu mengeluarkan kotak penyimpanan sirih. Ia lalu mengunyah sirih sebanyak mungkin dan kunyahannya digenggam erat-erat, kemudian melemparkannya ke udara.
Ajaib, kunyahan sirih itu berubah menjadi lipan-lipan raksasa yang jumlahnya banyak sekali. Lipan-lipan tersebut menghadang serbuan para prajurit Negeri Tiongkok, hingga mengejarnya sampai ke kapal. Raja Tiongkok pun memerintahkan agar pasukan membatalkan serangan.
Sayangnya, perintah itu terlambat. Para lipan sudah membalikkan kapal hingga tenggelam. Sejak itulah tempat bekas tenggelamnya kapal Tiongkok disebut dengan Danau Lipan. Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Seri Cerita Rakyat Nusantara Kalimantan Timur, Legenda Danau Lipan
Penulis: Dian K.
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Cetakan: I, 2023
Tebal: 32 Halaman
ISBN: 978-623-04-1369-8
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mata Istri
-
Sastra, Mesir, dan Cinta yang Tak Kasatmata
-
4 HP dengan Kualitas Kamera Terbaik Setara Flagship 2026, Harga Mulai Rp 3 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP dengan Chipset Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Cocok untuk Gaming
-
Oppo Find X9 Ultra akan Rilis Maret 2026, Usung Kamera Utama Sony Lytia 901 Resolusi 200 MP
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Buku-Buku Loak, Bernostalgia Melalui Sastra Lama
-
Bentala Stella: Bisnis Licik dan Sayuran Gemas 'Pengungkap' Perasaan
-
Ulasan Buku 'Kitab Kawin', Cerpen Pemenang Singapore Book Awards Tahun 2020
-
Ulasan Buku Sukses Meningkatkan Kualitas Diri, Panduan Praktis Meraih Impian
-
Ulasan Buku 'Cindelaras', Kisah Permaisuri Raja yang Dibuang ke dalam Hutan
Ulasan
-
Novel Promise: Ternyata Jujur adalah Nama Tengah Cinta
-
Buku Tuhan, Maafkan Masa Laluku: Teguran Keras untuk Kita yang Lalai
-
Film We Bury the Dead: Duka di Tanah Penuh Zombie yang Mengerikan!
-
Drama China A Romance of the Little Forest: Cinta Tumbuh Seperti Tanaman
-
Buku Sehat Setengah Hati, Cara Mudah Memperbaiki Pola Hidup