Strange darling adalah film thriller yang disutradarai JT Mollner dan dibintangi oleh Kyle Gallner, Willa Fitzgerald, Ed Beggley Jr, Barbara Hershey hingga Madisen Beaty. Strange Darling menggunakan alur cerita nonlinear dan terbagi dalam enam bab yang disajikan secara acak.
Film ini dibuka dengan adegan seorang wanita, yang disebut "The Lady" (Willa Fitzgerald) dalam kondisi terluka, tengah berlari ketakutan.
Dia tampaknya sedang dikejar oleh seorang pria bersenjata, dengan sebutan "The Demon." (Kyle Galner). Awalnya, penonton digiring untuk berasumsi bahwa Demon adalah pembunuh sementara Lady adalah korbannya.
Akan tetapi, kebenaran yang terungkap justru sebaliknya. Lady sebenarnya adalah seorang pembunuh berantai kejam di Oregon, yang dikenal dengan julukan "Electric Lady." Sementara itu, Demon adalah seorang polisi yang tanpa sengaja menjadi salah satu korbannya.
Sebelum perburuan ini, keduanya sempat terlibat kencan romatis di sebuah motel yang berujung pada kekerasan. Lady memanipulasi situasi dengan memberi kokain secara berlebihan kepada Demon hingga membuatnya tak berdaya, lalu menyiksanya.
Rupanya, tindakan Lady dipicu oleh gangguan mental parah, yang menyebabkan dia sering kali berhalusinasi.
Halusinasi tersebut membuatnya melihat orang lain bukan sebagai manusia, melainkan sebagai sosok setan, sehingga dia selalu merasa terancam dan berusaha membunuh orang-orang yang dia temui.
Meskipun Lady mengaku jatuh cinta pada Demon, dia tetap berusaha membunuhnya demi mempertahankan diri. Namun, Demon akhirnya berhasil melawan Lady dan mulai memburunya balik sebagai upaya balas dendam.
Ulasan Film Strange Darling
Strange Darling bisa dibilang adalah film yang menguji kesabaran dan ketajaman pikiran penonton, berkat struktur ceritanya yang sengaja dibuat tidak berurutan.
Sutradara JT Mollner memutuskan untuk membagi film ini menjadi enam bab yang tidak disusun secara kronologis, mirip dengan gaya naratif sutradara Quentin Tarantino di film Pulp Fiction.
Teknik ini menuntut penonton untuk aktif berpikir dan menyusun kembali potongan-potongan cerita. Ketika kamu merasa sudah paham alur ceritanya, film ini akan terus memberikan twist yang mengejutkan dan menggoyahkan tebakanmu.
Namun, perlu dicatat, cara penyampaian yang tidak linier ini, mungkin bisa membuat beberapa orang merasa sedikit bingung, terutama menjelang akhir cerita. Ada beberapa bagian yang terasa belum dijelaskan dengan memadai.
Selain itu, film ini juga benar-benar cantik secara visual. Penggunaan format 35mm film, memberikan nuansa vintage yang sangat kental dan menciptakan atmosfer yang memikat.
Dari awal hingga akhir, kita akan disuguhi palet warna yang kaya, dengan pencahayaan neon yang berani dan komposisi gambar yang indah, hal ini membuat setiap frame terasa seperti lukisan yang hidup.
Giovanni Ribisi yang biasanya dikenal sebagai aktor, kali ini berperan sebagai sinematografer dan berhasil menciptakan nuansa yang cocok dengan tone filmnya.
Strange Darling juga berhasil menyajikan tema-tema yang relevan, seperti kekerasan dan dinamika gender, yang mengundang penonton untuk berpikir lebih dalam.
Kesimpulannya, Strange Darling adalah sebuah film thriller dengan kombinasi visual yang memikat dan cerita yang penuh teka-teki.
Ini mungkin bukan film yang cocok untuk semua orang, karena gaya eksperimentalnya bisa terasa melelahkan bagi sebagian penonton.
Namun, jika kamu suka film yang membuatmu berpikir keras dan menikmati kejutan di setiap babak, film ini jelas tidak boleh dilewatkan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Film 28 Years Later: The Bone Temple, Sekuel yang Lebih Sadis dan Artistik
-
Review The Long Walk: Film Distopia yang Brutal, Suram, dan Emosional
-
Review Film Weapons: Horor Non-Linear dengan Atmosfer Super Mencekam
-
Ikon Metal Legendaris Ozzy Osbourne Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
-
7 Film dan Serial yang Dibintangi David Corenswet sebelum Jadi Superman
Artikel Terkait
-
Sinopsis The Hotel of My Dream, Film Komedi Jepang Dibintangi Rena Nounen
-
Spoiler! Hunter X Hunter Chapter 400: Kematian Pangeran Kacho
-
Sinopsis Santet Segoro Pitu, Film Horor tentang Persaingan Dagang
-
Sinopsis 10 PM, Series Horor Indonesia Tentang Teror Siaran Radio Mematikan
-
Ulasan Film Monolith: Keberanian Seorang Ibu dalam Melindungi Anaknya
Ulasan
-
Novel 14 Days Isabella: Seni Mencintai Diri di Tengah Keluarga yang Retak
-
Kejujuran yang Diadili: Membaca Absurditas dalam 'Orang Asing' karya Albert Camus
-
Review Never Back Down (2008): Film dengan Latar Belakang Seni Bela Diri Campuran!
-
Kejamnya Label Sosial Tanpa Pandang Umur di Novel 'Dia yang Haram'
-
Tanah Gersang: Kritik Tajam Mochtar Lubis Tentang Moral di Ibukota
Terkini
-
Ubed Juara Thailand Masters 2026, Taklukkan Tuan Rumah Lewat Laga Dramatis
-
Zaskia Sungkar Bagikan Perkembangan Kehamilan usai Masuki Trimester Tiga
-
Bencana Medis dari Piring Makan Yudis
-
4 Rekomendasi HP Badak untuk Anak: Perangkat Tangguh Tahan Banting, Harga Mulai Rp 1 Jutaan
-
Meskipun Meredup, Penggemar Liga Indonesia Harus Berterima Kasih ke Rafael Struick! Kok Bisa?