Trauma adalah luka emosional yang tak terlihat namun begitu nyata dampaknya pada hidup seseorang. Meski tidak tampak seperti luka fisik, trauma dapat meninggalkan bekas mendalam dalam pikiran, perasaan, dan tubuh.
Bagi sebagian orang, trauma hadir setelah peristiwa tunggal yang menghancurkan, seperti kecelakaan atau kehilangan besar. Tapi apakah kamu tahu, trauma ada tidak hanya karena kejadian yang kita alami sendiri, tetapi trauma teryata juga bisa hadir karena faktor genetik atau turun dari kedua orangtua kita.
Dalam buku "It Didn’t Start With You" karya Mark Wolynn yang merupakan seorang ahli terapi berbasis trauma menjelaskan jika trauma yang dialami oleh generasi sebelumnya dapat memengaruhi kesehatan mental, fisik, dan emosional keturunan mereka.
Wolynn menjelaskan jika peristiwa traumatis yang dialami oleh kakek-nenek atau orang tua, seperti kematian mendadak, penelantaran, atau kekerasan, dapat "diturunkan" dalam bentuk pola pikir, kecenderungan, atau ketakutan yang tak jelas asal-usulnya.
Penjelasan Wolynn tersebut ia tuangkan dalam riset ilmiahnya sekaligus merupakan pengalaman Wolynn yang merupakan seorang terapis.
Dalam buku ini menguraikan jika terdapat tiga jenis trauma yang dapat diwariskan: trauma biologis, psikologis, dan emosional. Wolynn juga Wolynn mengajak para pembaca untuk menyadari bahwa meski mereka mungkin tidak mengalami peristiwa traumatis secara langsung, mereka bisa saja merasakan dampaknya secara emosional melalui pola atau kepercayaan yang diwariskan keluarga.
Buku ini tidak hanya berfokus pada identifikasi trauma, tetapi juga pada penyembuhan melalui mindfulness dan pengenalan pola emosional yang terulang. Wolynn menggunakan teknik psikoterapi untuk membantu pembaca mengubah pola negatif dengan latihan kesadaran yang dapat membantu mereka lebih terkoneksi dengan diri sendiri.
Untuk membantu pembaca lebih memahami konsepnya, Wolynn menyertakan banyak contoh kasus nyata dari pasien yang pernah ia tangani. Kasus-kasus ini menggambarkan bagaimana pola trauma yang sama muncul kembali dalam keluarga dan bagaimana pasien mampu melepaskan diri dari pola tersebut setelah mengenal sumber traumanya.
Secara keseluruhan, It Didn’t Start With You menawarkan panduan praktis untuk memahami dan menyembuhkan trauma yang mungkin dialami secara turun-temurun. Dengan wawasan baru tentang bagaimana masa lalu keluarga dapat membentuk kita, Wolynn mengajak pembaca untuk menyelidiki asal-usul dari rasa sakit mereka dan memulai perjalanan menuju penyembuhan, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk generasi mendatang.
Identitas Buku
Judul: It Didn't Start With You: Bukan Kamu Penyebabnya
Penulis: Mark Wolynn
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
Tanggal Terbit: 5 November 2024
Tebal: 358 Halaman
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Review Drama Between Steps, Kisah Menuju Kedewasaan dan Cinta Sejati
-
Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan
-
Review Drama Cases Between Us, Memecahkan Kasus Kejahatan di Era Republik
-
Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health
-
Drama Reborn Rich, Balas Dendam dan Intrik Rahasia Cucu Konglomerat Korea
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Idiots: Cerita Seru Dua Pria Mengawal Remaja Penuh Masalah!
-
Mengenal Perjalanan Ibnu Sina, Sang Ilmuwan Bidang Kedokteran dan Filsafat
-
Di Balik Tragedi Attack on Titan: Mengurai Dilema Kebebasan Eren Yeager
-
Review Love Story: Saat Nama Kennedy Terlalu Besar bagi Sebuah Cinta
-
Dialog Indonesia dan Masa Depan: Antara Modernisasi vs Kemanusiaan
Terkini
-
4 Padu Padan OOTD ala Chae Soo Bin, Gaya Preppy yang Anti-Boring!
-
Di Balik Aturan Tidak Naik Kelas: Mengurai Nasib Siswa Terpinggirkan
-
Drakor Crash 2 Tayang 16 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya
-
Gusar Biaya Transfer Mahal? Saatnya QRIS 'Menembus Piramida' Mesir!
-
Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik