Bila selama ini penggambaran sosok Duke dalam setiap komik pastilah dingin, sangar, bahkan kejam, maka Duke satu ini lain. Duke Baras Belias namanya, yang hobi overthinking dalam manhwa The Grand Duke of the North.
The Grand Duke of the North merupakan komik yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya TooMuchTension, yang mengambil genre romantis, fantasi, dengan selipan isekai ringan dan komedi. Komik ini mempunyai rating 15+ ya.
The Grand Duke of the North mengisahkan seorang gadis Korea Selatan yang mengalami isekai dan merasuk ke dalam tubuh Selena, di hari pernikahannya dengan Duke Baras Bellias. Selena sendiri merupakan seorang female lead dalam suatu cerita yang mengalami akhir tragis. Sedangkan Duke Baras adalah seorang pemimpin negeri di utara yaitu wilayah Bellias yang terkenal sangat dingin dan penuh salju.
Dalam cerita asli, Duke Baras sengaja menikahi Selena untuk melahirkan pewarisnya saja. Tentunya, dengan tambahan bumbu-bumbu obsesif dan kekerasan ya.
Namun, Selena yang sekarang tidak ingin mengalami plot yang sama dengan Selena di cerita. Alhasil, dia pun bersikap baik dan lembut kepada Duke Baras yang terlihat garang dan menakutkan itu.
Tetapi, bukan hanya sikap Selena yang tidak sesuai dengan isi cerita asli, tingkah laku Duke Baras pun juga tidak sesuai. Duke Baras justru menjadi seorang gentlemen yang baik hati, lembut, dan berhati hello kitty, tetapi sangat overthinking karena khawatir Selena akan kabur dari Bellias akibat ketakutan padanya.
Yah, penggambaran Duke Baras memang rupawan dengan sorot mata yang tajam dan kejam sih. Apalagi, dia dikenal sebagai pahlawan perang tanpa belas kasihan, dan terkenal mewarisi kutukan berdarah sebagai keturunan Bellias. Perawakannya pun tinggi tegap, dan jauh berbeda dengan Selena yang ramping, mungil, dan hanya setinggi dadanya saja.
Sepanjang komik, kita akan disuguhi dengan art style menakjubkan dan memanjakan mata. Sebab, penggambaran setiap karakternya dibuat begitu detail dengan efek shadow dan tone warna yang nyentrik. Boleh dikata, art-nya bling bling sekali!
Bahkan, ada banyak tambahan chibi-chibi imut lho!
The Grand Duke of the North patutlah mendapat nilai 8 dari 10. Meskipun menyajikan art style yang luar biasa, sayangnya komik ini memiliki alur lambat karena kesalahpahaman dan overthinking dari kedua sisi, yaitu Duke Baras dan Selena itu sendiri. Dan hal inilah yang membuat saya agak bosan sebagai pembaca.
Meski begitu, komik ini tetap menawarkan komedi lewat ekspresi setiap karakternya dan chibi-chibi imutnya kok. Oh iya, statusnya masih on-going lho. Kamu berminat baca?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Dari Jarum Turun ke Hati: Menyulam Ternyata Bisa Bikin Dopamin Happy!
-
Friska, Lift Aneh, dan Lelaki Berbaju Hitam Pencari Gula Pasir
-
Secuil Kebahagiaan, Soal Adrian dan Minuman Oplosan dari Kak Lita
-
Polisi Berdarah di Perlintasan Rel Kereta Api Tanpa Palang Pintu
-
Pocong Berkain Putih Bersih di Rumpun Bambu Belakang Rumah Paklek Randi
Artikel Terkait
-
Manhwa Don't Be Too Nice, Kata Siapa Jadi Kepercayaan Kaisar itu Gampang?
-
Author of My Own Destiny, Susahnya Ketika Bapak Musuhan Sama Menantu!
-
Manhwa Little Rabbit and Big Bad Leopard, Bisa Nggak Cinta Beda Spesies?
-
Rumitnya Punya Tiga Kakak Laki-laki dalam Komik My Three Tyrant Brothers
-
Review Manhwa Taming the Marquess, Cinta dan Cemburu Sepanas Api Biru!
Ulasan
-
Review Film Nobody: Petualangan Monster Kecil yang Lucu dan Menginspirasi
-
Kisah di Balik Golgota: Memahami Injil Matius sebagai Narasi Agung Sang Mesias.
-
Tak Semua Orang Tua Layak jadi Figur Ayah-Ibu, Kisah Getir Cinta untuk Nala
-
Ulasan Novel Sylvia's Letters, Transformasi Karakter Melalui Tulisan
-
Setelah Air Mata Kering: Bab Tionghoa yang Hilang dari Buku Sejarah Sekolah
Terkini
-
Dari Selat Hormuz ke Meja Makan: Waspada Efek Domino Konflik Global ke Dapur Kita
-
Wisuda Bukan Garis Finis: Nasib Lulusan Baru di Pasar Kerja yang Tak Pasti
-
Perempuan Bergaun Merah dan Jejak di Pos Satpam
-
Lenovo IdeaPad Slim 5 Gen 10: Laptop Tipis Berotak AISiap Temani Aktivitas Harianmu
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia