Kesuksesan hanya bisa diraih oleh orang-orang yang memiliki visi misi yang jelas, tekad kuat, pantang menyerah, dan tak mudah merasa putus asa ketika menghadapi kegagalan demi kegagalan.
Bisa disimpulkan bahwa kesuksesan hanya pantas digenggam oleh mereka yang melakukan ikhtiar atau berusaha dengan sungguh-sungguh dan juga tak lupa menyertai usahanya tersebut dengan doa.
Ketika ingin meraih sukses, setiap orang harus memiliki target yang jelas. Jadilah manusia yang memiliki target atau rencana matang. Setelah rencana tersusun matang, berusahalah untuk menjalankannya dengan penuh semangat dan kegigihan.
Manusia Target, sebagaimana digambarkan dalam buku ‘Manusia Target’ karya Abu Aly (yang diterbitkan oleh penerbit Elex Media Komputindo) ini adalah manusia yang mampu bekerja secara sempurna.
Dia bukan saja bisa bekerja dengan baik, berkualitas sesuai mutu yang diharapkan, tetapi juga bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.
Manusia target memang bukan Superman, tetapi bekerja dengan keras, cerdas, dan ikhlas. Artinya mampu bekerja sesuai dengan aturan yang ada, kualitas yang dihasilkan sudah sesuai dengan yang dirancang sebelumnya sekaligus memiliki limit waktu yang pas (hlm. xi).
Perlu digarisbawahi di sini bahwa kesuksesan bukan tujuan akhir dalam hidup ini. Abu Aly menjelaskan bahwa sukses merupakan sebuah perjalanan (success is a journey).
Sukses bukan sebuah terminal atau pemberhentian terakhir. Contoh, kalau seorang atlet maraton lari 100 m sudah mencapai finis, orang mengucapkan selamat karena sudah sukses mencapai tujuan.
Namun sukses sebenarnya tidak hanya sampai di situ, masih banyak lomba lari yang lebih panjang lagi misalnya 200 m, 300 m, bahkan mungkin 1 km.
Jika seseorang telah mendapatkan semua yang diimpikan, ia sesungguhnya telah mencapai sukses. Hanya saja, sukses yang paling berarti adalah sukses yang bukan hanya berguna bagi dirinya sendiri, tetapi mampu menyenangkan dan membahagiakan orang lain (hlm. 19).
Sebagian orang ingin sukses, tapi tidak memiliki target yang jelas sehingga sukses yang diinginkan hanya menjadi angan-angan belaka.
Dalam buku ini dipaparkan, langkah pertama untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan adalah mengetahui dengan pasti apa yang Anda inginkan.
Ini kedengarannya sederhana dan cukup jelas. Namun, sayangnya, sebagian besar orang tampaknya tidak pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan, hanya karena sejak awal apa yang mereka inginkan memang tidak jelas.
Oleh karena itu, ketika ingin meraih sukses, maka jangan pernah kita menyepelekan rencana atau target yang jelas. Target yang jelas tentunya harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, bukan hanya sekadar ditulis atau hanya tersusun dalam benak saja.
Buku ini menarik dibaca sebagai motivasi dan penyemangat Anda dalam meraih apa yang tengah Anda cita-citakan. Selamat membaca.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Serial Zomvivor: Drama Horor Thriller dengan Efek Visual Luar Biasa!
-
Our Generation: Setting Lokasi Cakep dan Nuansa Psikologis Menggigit Abis!
-
Bentuk Entitled Parent pada Karakter Lee Ji Young di Teach You a Lesson
-
Film Hokum: Menelisik Mitos yang Turun-temurun Hidup dalam Ingatan Kolektif
-
Karya Legendaris Idrus: Menelanjangi Luka Sejarah dan Trauma Zaman Jepang
Terkini
-
Menyoal Tulisan di Bak Belakang Truk: Viral, Vulgar, Atau Puitis Saja Sih?
-
Sorotan Tajam Piala Dunia 2026: Kontroversi Visa AS dan Bayang-Bayang Kesuksesan Rusia 2018
-
Cowok Minimalis Merapat! 4 Daily OOTD ala Lee Jun Young yang Mudah Ditiru
-
Pesona WAGs Piala Dunia 2026, Ada Pasangan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga Kylian Mbappe
-
Beruang Kutub Dulu Putih Kini Kelabu: Tanda Alam yang Terabaikan dari Krisis Iklim Global