Saat sedang suntuk dan ingin mencari inspirasi, salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah membaca buku-buku yang ringan dan menghibur. Dengan membaca, pikiran kita bisa mengelana dalam sudut pandang penulis lalu belajar banyak dari pengalamannya.
Tidak harus membaca buku yang tebal. Bahkan dengan buku tipis yang hanya berisi kumpulan quotes dan ilustrasi, terkadang inspirasi bisa hadir dengan lebih bermakna. Kamu hanya perlu menemukan bacaan yang tepat dalam situasi dan kondisi yang sedang kamu hadapi.
Salah satu buku yang bagi saya cukup menghibur dan mendatangkan beberapa inspirasi setelah membacanya adalah buku berjudul 'Bicara Cinta' karya Veronica Gabriella dan Alberta Angela.
Lewat buku ini, kedua penulis membagikan beberapa insight yang digambarkan dengan sketsa dan kutipan-kutipan pendek.
Sebagaimana judulnya, buku ini membawa nuansa cinta pada setiap halamannya. Kita diajak untuk merasakan dengan sadar setiap pengalaman yang membangkitkan emosi positif.
Seperti obrolan singkat dengan sahabat, kenangan masa kecil, momen hangat bersama kedua orang tua, kerja keras memperjuangkan impian, hingga letupan perasaan cinta yang belum sempat diungkapkan.
"Kisah dongeng selalu bagus karena berakhir bahagia, sedangkan kita tak pernah tahu jalan cerita kita seperti apa. Tapi, dongeng adalah cerita yang ditulis manusia, dan cerita kita ditulis oleh Tuhan. Itu lebih istimewa dan sempurna." (halaman 10)
Tidak hanya meresapi momen positif yang terjadi dalam hidup, lewat quotes yang menghangatkan hati, penulis mengajak kita merenungi pelajaran yang bisa diambil atas peristiwa yang tak mengenakkan.
Seperti saat kita merasa kecewa dan ingin melupakan hal menyakitkan. Kemudian tersadar, bahwa proses melupakan adalah sebuah perjalanan panjang yang ternyata butuh perjuangan. Dibutuhkan keikhlasan untuk bisa menerima seluruh kenyataan dengan hati yang lapang.
"Melupakan bukan berarti menghapus segala memori, mengusahakan diri menjadi amnesia, atau berhenti merawat hubungan baik. Ia adalah mendekapnya dalam ikhlas, lalu memastikan kenangan yang masih ada tak menggelisahkan bagimu." (halaman 127)
Oleh karena berbentuk sketsa dan menghimpun kutipan pendek, saya pikir buku ini cocok untuk dijadikan hadiah untuk orang-orang yang kita cintai. Bahkan bisa menjadi hadiah bagi diri sendiri sebagai bentuk self-reward.
Jadi, bagi kamu yang sedang mencari buku bacaan yang ringan dan heartwarming, Bicara Cinta adalah salah satu rekomendasi buku yang menarik untuk disimak!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Belok Kiri Langsing: Hijrah, Body Shaming, dan Timbangan
-
Bintangi Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, Refal Hady Belajar Komitmen Pernikahan
-
Gegara Gas Elpiji 3 Kg, Presiden Gen Z Buat 'Surat Cinta' untuk Bahlil: Berapa Nyawa Lagi yang Harus Dikorbankan?
-
Ulasan Buku Cinta Paling Rumit: Menggali Makna Cinta dari Berbagai Cerita
-
Rangga Azof dan Yasmin Napper Disatukan dalam Serial 'Cinta dalam Sujudku'
Ulasan
-
Novel Perempuan Bersampur Merah: Kisah Nyata Dukun Suwuk yang Difitnah
-
"Hidup Hanya Menunda Kekalahan": Jejak Filosofis Chairil Anwar dalam Aransemen Musik Banda Neira
-
Menelisik Satir Horor yang Unik meski Nggak Sempurna dalam Film Setan Alas!
-
Politik Pembangunan dan Marginalisasi Warga Pesisir dalam Si Anak Badai
-
Teka-teki Rumah Aneh: Misteri Kamar Tanpa Jendela dan Pergelangan Tangan yang Hilang
Terkini
-
Idulfitri Jalur Zen: Strategi Ibu-Ibu Hadapi Pertanyaan "Mana Calon Menantunya?".
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Bingung Pilih Skincare? Yoursay Class Bareng Mydervia Punya Jawabannya
-
Bye Kulit Kering! 4 Cleanser Glycerin Bikin Lembap Tahan Lama Selama Puasa
-
Ramadan Connect by Yoursay: Diskusi New Media Jogja soal Niche dan Cuan