Keliling dunia merupakan impian semua orang. Bayangkan saja, menjelajahi setiap negara dan benua, mengunjungi tempat-tempat cantik, bahkan mempelajari budaya setempat tentu sangat menyenangkan. Ah, ada lho manhwa seru yang mengambil unsur keliling dunia. Judulnya adalah Traces of the Moon.
Traces of the Moon merupakan komik yang diadaptasi dari novel karya Yunseul yang mengambil genre historical, psychological, romantis, dan fantasi dengan rating 17+. Komik ini memiliki dua tokoh utama yaitu Asina dan juga Sihad.
Asina adalah putri dari kerajaan Cromwell di barat yang suka berpetualang dan keliling dunia sejak kecil. Hobinya ini ternyata diturunkan oleh pamannya. Seringkali, Asina dihukum oleh ibunya karena doyan menghilang haha.
Namun, selama keliling dunia, Asina selalu menyamarkan warna rambut dan iris mata menjadi coklat dengan sihir dari antingnya. Padahal, visualnya memukau dengan kulit putih, rambut berwarna perak, dan iris mata merah. Asina juga cerdas karena selalu lolos dari hukuman ibunya dsn berhasil kabur.
Sedangkan Sihad sendiri adalah seorang Sultan atau raja dari negeri Pesian di timur. Dia dikenal sebagai raja yang tegas, disiplin, sekaligus kejam dalam satu waktu. Sihad bisa mode senggol bacok, bisa juga mode kalem bak anak kucing. Menyesuaikan sikon pokoknya.
Visualnya sangat cakep dengan kulit tan eksotis, rambut perak, dan iris mata merah menyala. Digambarkan pula, bahwa Sihad menguasai ilmu sihir tingkat tinggi lho.
Cerita bermula ketika Asina yang sedang berpetualang malah nyasar di sebuah gurun pasir. Ketika dia sadar bahwa sedang berada di tanah Pesian, yang merupakan musuh bebuyutan Cromwell, Asina bermaksud segera kabur. Sialnya, beberapa prajurit Pesian dan Sihad yang sedang berpatroli malah mengira bahwa gadis cantik itu adalah penyusup.
Yaweslah! Asina segera ditangkap, diinterogasi, dan dijebloskan ke penjara, karena dianggap sebagai mata-mata musuh.
Rupanya, Asina berhasil kabur dari penjara Pesian dengan trik uniknya lho!
Namun, sayang seribu sayang. Tatkala Asina mencoba membaur di keramaian pasar Pesian, Sihad justru sedang berdiri persis di belakangnya, haha. Alhasil, Asina kembali ditangkap dan kali ini dijebloskan ke harem sultan.
Mampuslah dia!
Dari sini, tendensi romantisme dan psychological berbaur dengan alur yang apik. Ketika Asina mencoba meyakinkan Sihad bahwa dia bukan penyusup, dan Sihad yang malah jatuh hati pada gadis itu dan berniat mengurungnya selamanya.
Meski berhasil membuat pembaca jedag-jedug, Traces of the Moon juga menyajikan konflik yang menurutku agak berat dan terkesan klise seputar rencana penggulingan raja. Meski begitu, kita akan cukup terhibur dengan hubungan Sihad - Asina yang dinamis tetapi perlahan menghangat.
Ditinjau dari eksekusi cerita dan art style yang mewah, menurutku komik ini bolehlah mendapat skor 8 dari 10. Meski pengungkapan identitas asli Asina terasa seperti mengulur-ulur cerita, tapi komik ini kece lho! So, kamu berminat baca?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
4 Mei Hari Pemadam Kebakaran Internasional: Kisah Tragis di Balik Seragam yang Pantang Menyerah
-
Perempuan Bergaun Kuning yang Duduk di Atap Rumah Lek Salim
-
Fenomena Melihat Hantu: Antara Halusinasi atau Cuan yang Harus Dieksekusi?
-
Tiga Gagasan Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang Dipertanyakan Penerapannya
-
Saat Crush Mengetahui Rahasia Terbesarmu dalam Web Series To Two
Artikel Terkait
-
Review Manhwa My Warmonger Husband, Punya Suami Spek Kulkas Dua Pintu!
-
Manhwa Flash Behaviour, Ketika Dicintai Oleh Puncak Tertinggi Rantai Makanan
-
Review Manhwa Viral Hit, Ketika Bocah Cupu Jadi Jagoan
-
Ulasan Manhwa Lookism, Saat Ganteng Bisa Jadi Solusi!
-
Kocaknya Manhwa I'm the Tyrant's Secretary, Nggak Boleh Resign Kecuali Mati
Ulasan
-
Menyusuri Gelap Kota di Taksi Malam: Antara Realita dan Moral yang Rapuh
-
Menjadi 'Pemantik Api' Diri Sendiri dalam Buku The Fire Starter Sessions
-
Setelah Menonton MV Sal Priadi, Saya Sadar Doa Tak Selamanya Soal Meminta
-
Ulasan Film Roommates: Komedi Segar tentang Dua Sahabat yang Tak Akur
-
Kesan Buya Hamka Berkunjung di Irak lewat Buku Di Tepi Sungai Dajlah
Terkini
-
Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?
-
Suara Kerekan dari Sumur Tua di Belakang Rumah Ainun
-
4 Serum Lokal Vitamin C untuk Cegah Kulit Kusam dan Lelah Akibat Polusi
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Di Tengah Ramainya Malioboro, Komunitas Andong Ini Terhubung Lewat Selapan