SEVENTEEN HxW resmi debut pada 10 Maret 2025 melalui single album 'BEAM' dan lagu utama '96ers'. Lagu utama '96ers' mengusung genre hip hop tahun 2000-an dengan sentuhan baru yang unik.
Musik video '96ers' mengilustrasikan 2 anggotanya, Hoshi dan Woozi sebagai karya seni yang indah dan mahal di sebuah galeri. Adegan ini menggambarkan bahwa mereka adalah sosok yang berharga sehingga tidak bisa diremehkan.
'96ers' juga menunjukkan kombinasi 2 anggota SEVENTEEN yang sama-sama lahir di tahun 1996 ini bisa mengguncang dunia. Sehingga mereka berharap semua orang waspada. Lirik ini menunjukkan sarkasme untuk haters sekaligus kepercayaan diri untuk terus tumbuh menjadi lebih baik.
Di sisi lain, kesan persahabatan yang kuat juga terasa sejak detik pertama. Dimana Hoshi dan Woozi mengungkap bahwa mereka pertama kali bertemu saat masih bocah ingusan kelas 2 SMP.
Namun sejak itu mereka terus tumbuh bersama, sebagai pelajar, trainee, hingga menjadi anggota SEVENTEEN. Perjalanan mereka pun tidak mudah sebelum akhirnya bisa bersinar bersama.
Liriknya juga menaruh harapan. Karena walau mereka telah melewati perjalanan yang panjang dan meraih banyak kesuksesan, tapi semua ini belum berakhir. Sehingga Hoshi dan Woozi berharap bisa menjadi sosok yang lebih baik di masa depan.
Selain itu, kecintaan Hoshi dan Woozi dalam musik juga terlihat melalui musik video dan liriknya. Dimana mereka bergaya hip hop hingga mengenakan dandanan nyentrik yang eye catching.
'96ers' adalah lagu yang bermakna, khususnya bagi Hoshi dan Woozi, serta penggemar mereka, CARAT. Dimana lagu ini menunjukkan kisah mereka sendiri yang akhirnya diabadikan dalam sebuah lagu yang modern dan menunjukkan sisi lain dari Hoshi dan Woozi yang belum pernah ditampilkan ke publik.
'96ers' milik Hoshi dan Woozi cocok untuk mengisi playlist di mobilmu, sehingga menciptakan suasana seru saat berkendara. Lagu ini menaruh beragam emosi yang dipadu dalam gaya hip hop yang asyik. Dimana pendengar bisa ikut bersemangat, percaya diri, sekaligus baper karena mengenang banyak memori yang telah diciptakan bersama.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Review Film Nuremberg: Duel Psikologis di Balik Pengadilan Sejarah Terbesar
-
Ramadan di Wisconsin
-
Film Komang: Angkat Kisah Cinta Penyanyi Raim Laode dan Toleransi Beragama
-
Menanam Mindset Baru, Setiap Luka Bisa Jadi Peluang di From Zero to Survive
Terkini
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah
-
Terjebak di Lift, Film Thriller Indonesia Ini Sajikan Teror Mencekam
-
Menjual Borobudur: Ambisi Komersial di Balik Jubah Budaya
-
Gurih & Manis! 5 Ide Isian Stoples Lebaran Selain Kue Kering
-
Lebaran dan Tradisi: Antara Rindu, Ritual, dan Makna yang Selalu Kembali