Lebaran 2025 diramaikan dengan kehadiran film yang pastinya menarik perhatian banyak penonton. Salah satunya Film Norma - Antara Mertua dan Menantu, yang bukan sekadar film drama keluarga biasa, melainkan kisah yang menggali konflik emosional begitu dalam dan menyentuh.
Diangkat dari kisah nyata yang sempat viral beberapa waktu lalu, film ini menggambarkan bagaimana pernikahan bisa hancur karena pengkhianatan yang datang dari orang terdekat.
Diarahkan Guntur Soeharjanto dan diproduksi Dee Company, Film Norma menampilkan akting dari Tissa Biani, Yusuf Mahardika, Wulan Guritno, termasuk para bintang lainnya.
Memang benar, Film Norma - Antara Mertua dan Menantu terkesan memeras air mata dari kejadian viral perselingkuhan menantu dan mertua, ditambah dengan bumbu-bumbu sensasional yang membuatnya dipertanyakan kelayakannya tayang di momen lebaran, tapi jauh dari persepsi itu, film ini pada akhirnya berbicara sendiri terkait kualitasnya.
Memangnya mengisahkan tentang apa sih? Sini, buat yang belum tahu, yuk lanjut kepoin!
Sekilas tentang Film Norma - Antara Mertua dan Menantu
Cerita tentang Norma (diperankan Tissa Biani), wanita yang menjalani pernikahan dengan Irfan (Yusuf Mahardika). Semua tampak berjalan baik hingga sebuah pengkhianatan mengguncang rumah tangga mereka. Norma mengetahui orang ketiga dalam pernikahannya bukan orang yang jauh, melainkan Rina (Wulan Guritno), ibu kandungnya sendiri. Pengkhianatan itu nggak hanya merusak hubungan mereka sebagai suami-istri, tapi juga mengguncang hubungan ibu dan anak.
Impresi Selepas Nonton Film Norma - Antara Mertua dan Menantu
Begitu aku nonton Film Norma, rasanya seperti rollercoaster emosi. Aku nggak bisa berhenti merasakan betapa beratnya konflik yang dihadapi para karakter. Dari awal film, aku sudah bisa merasakan ketegangan yang memuncak, terutama saat aku melihat hubungan antara Norma dan ibunya yang terjalin begitu dekat, tapi kemudian hancur begitu saja karena perselingkuhan yang nggak terduga.
Apa yang membuat film ini begitu mengena adalah cara penyutradaraan Guntur Soeharjanto menyajikan konflik dengan begitu intens. Setiap adegan terasa sangat pribadi dan real, membuat aku sebagai penonton merasa terlibat langsung dalam cerita ini. Karakter Norma, yang awalnya terlihat kuat dan penuh kasih, berubah menjadi sosok yang begitu rapuh dan terluka. Akting Tissa Biani di sini totalitas, bisa merasakan setiap perasaan bingung, marah, dan kecewa yang dialami tiap-tiap karakter.
Yusuf Mahardika yang memerankan Irfan juga nggak kalah menarik. Irfan sebagai suami yang terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan rumah tangga atau memilih untuk memperbaiki hubungan dengan ibunya, membuat aku melihat sisi lain dari konflik ini.
Tentu saja, Wulan Guritno yang memerankan Rina, ibu Norma, juga ngasih warna dalam film ini. Keputusan dan tindakan karakter Rina yang nggak terduga benar-benar membawa ketegangan di sepanjang film, termasuk ketika Wulan Guritno berani banget beradegan ranjang. Ught!
Gimana ya? Aku tuh nggak bisa nggak merasa terharu melihat bagaimana setiap karakter berjuang untuk menemukan jalan keluar dari kekacauan yang mereka hadapi. Konflik yang ditampilkan dalam Norma nggak hanya soal perselingkuhan, tapi juga soal pengkhianatan dalam lingkup keluarga yang paling dekat. Hal ini menjadi pukulan emosional yang sangat kuat.
Namun, ada kalanya aku merasa film ini sedikit melambat di tengah jalan. Meskipun konfliknya sangat dalam, beberapa adegan terasa sedikit panjang dan repetitif, yang berpengaruh pada panjangnya durasi. Meskipun begitu, aku bisa memaklumi hal tersebut karena memang setiap lapisan cerita ingin ditonjolkan dengan sempurna.
Bila Sobat Yoursay penggemar drama keluarga yang emosional dan penuh konflik batin, film ini bisa masuk list tontonmu.
Skor: 3,5/5
Baca Juga
-
Review Surga di Telapak Kaki Bapak: Drama Keluarga Spesial Lebaran
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
Review Film Pabrik Gula: Teror dengan Kombinasi Kocak yang Seru Banget!
-
Review Film All We Imagine as Light: Kesunyian di Tengah Hiruk-pikuk Mumbai
Artikel Terkait
-
Majukan Industri Animasi Tanah Air, Si Juki dan Nussa Beri Dukungan untuk Film Jumbo
-
Ariel NOAH Tegang Denny Sumargo Singgung Tipis-Tipis Wulan Guritno: Ketahuan Sama Gue
-
Review Film Pabrik Gula: Teror dengan Kombinasi Kocak yang Seru Banget!
-
Persaingan Film Lebaran 2025, Norma: Antara Mertua dan Menantu Paling Tak Diminati
-
Tissa Biani Berduka Atas Meninggalnya Ray Sahetapy, Kenang Masa-masa Nyanyi Bareng
Ulasan
-
Ulasan Your Friendly Neighborhood Spider-Man: Fresh, Fun, dan Penuh Aksi!
-
Review Surga di Telapak Kaki Bapak: Drama Keluarga Spesial Lebaran
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
Review Anime Solo Leveling Season 2, Sung Jin-Woo Semakin Overpower
Terkini
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
-
Terus Melesat, Pabrik Gula Capai 500 Ribu Penonton dalam 2 Hari Penayangan
-
Persija Jakarta Incar Posisi Empat Besar, Madura United akan Jadi Korban?
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!