Novel "Over the Moon" karya Soraya Nasution, sebuah kisah cinta urban yang mengangkat konflik antara cinta, keluarga, dan ambisi pribadi. "Over the Moon" merupakan novel bergenre citylite yang pertama kali diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada April 2019. Kisah ini sebelumnya telah populer di platform Wattpad, dan berhasil menarik perhatian pembaca dengan alur yang emosional dan konflik yang relatable.
Tokoh utama dalam novel ini adalah Ajeng, seorang wanita karier berusia 29 tahun yang kembali ke Jakarta setelah menyelesaikan studi di Loughborough, Inggris. Ia memiliki pengalaman tak menyenangkan saat ada di sana, yaitu tiba-tiba ia dicium oleh seorang pria asing, hal itu masih sangat membekas jelas di ingatannya.
Takdir seolah sedang mempermainkannya, Ajeng kembali dipertemukan dengan pria tersebut, pria itu bernama Gandi Alfareza Siregar, seorang arsitek muda yang sukses dan memiliki kepribadian yang tengil. Pertemuan mereka yang awalnya penuh ketegangan perlahan berubah menjadi hubungan yang lebih dalam.
Konflik utama dalam cerita ini berpusat pada ketidaksetujuan Mama Ajeng terhadap hubungan mereka. Mama Ajeng menginginkan Ajeng untuk menikah dengan pria pilihan keluarga dan tidak setuju jika Ajeng mengikuti Gandi ke luar negeri.
Gandi, yang awalnya lebih fokus pada kariernya di luar negeri, akhirnya memutuskan untuk menikahi Ajeng dan mengajaknya tinggal bersamanya. Namun, keputusan ini menimbulkan konflik baru dengan Mama Ajeng yang tidak rela putrinya pergi jauh darinya.
Soraya Nasution berhasil menggambarkan dilema yang dihadapi Ajeng dengan realistis, memperlihatkan bagaimana seorang anak harus memilih antara cinta dan bakti kepada orang tua.
Karakter Ajeng dalam novel ini digambarkan sebagai wanita yang mandiri dan kuat, namun tetap memiliki sisi lembut yang membuatnya relatable bagi pembaca. Perkembangan hubungannya dengan Gandi juga ditulis dengan alami, menunjukkan proses jatuh cinta yang tidak instan.
Gandi, meskipun memiliki sifat yang menyebalkan di awal, menunjukkan sisi lain dari dirinya yang peduli dan penuh kasih sayang. Transformasi karakter ini menambah kedalaman cerita. Salah satu kekuatan novel ini adalah penggambaran latar yang detail, terutama kehidupan urban di Jakarta dan budaya keluarga yang kental. Hal ini memberikan nuansa lokal yang kuat dan memperkaya cerita.
Namun, ada beberapa kekurangan dalam novel ini, untuk beberapa pembaca mungkin merasa bahwa jumlah karakter pendukung yang banyak membuat cerita terasa sedikit padat dan kadang membingungkan. Kelompok teman Ajeng yang disebut Pandawa 5, misalnya, memiliki banyak anggota dengan latar belakang masing-masing.
Selain itu, beberapa adegan terasa terlalu bertele-tele dan tidak terlalu berkontribusi pada perkembangan plot utama. Hal ini membuat pembaca merasa alur cerita menjadi agak lambat. Meskipun demikian, novel ini tetap berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya komunikasi dalam hubungan dan keberanian untuk mengambil keputusan sulit demi kebahagiaan pribadi.
Gaya penulisan Soraya Nasution yang ringan dan mengalir juga menjadi nilai tambah bagi novel ini, hal ini memudahkan para pembaca untuk terhubung dengan cerita.
Meskipun ada beberapa kekurangan dalam struktur narasi, namun secara keseluruhan, novel "Over the Moon" cocok bagi pembaca yang menyukai kisah cinta dengan latar kehidupan perkotaan dan konflik keluarga yang kompleks. Novel ini juga memberikan gambaran tentang dinamika hubungan modern di tengah tekanan tradisi dan harapan keluarga. Novel "Over the Moon" adalah novel yang menyentuh dan menggugah emosi, mengajak pembaca untuk merenungkan pilihan-pilihan dalam hidup dan arti dari kebahagiaan sejati.
Identitas Buku
Judul: Over the Moon
Penulis: Soraya Nasution
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tanggal Terbit: 1 April 2019
Tebal: 416 Halaman
Baca Juga
-
Ulasan Novel Mad Mabel, Ketika Rahasia Pembunuh Berantai Terungkap
-
Novel Kereta Semar Lembu, Kutukan dan Takdir Lembu di Sepanjang Rel Jawa
-
Ulasan Novel The Whisking Hour, saat Naskah Teater Menjadi Nyata
-
Ulasan Novel Strange Buildings, Menguak Dosa di Balik Dinding-dinding Rumah
-
Novel Bayang Sofea: Antara Pertaruhan Nyawa dan Ambisi
Artikel Terkait
-
Firli Bahuri Disebut dalam Sidang Hasto, Novel Baswedan: KPK Harus Berani Usut
-
Ulasan Novel Ranjat Kembang: Warisan Keluarga yang Berujung Kutukan
-
Cinta yang Tak Direncanakan: Pelajaran dari Cahaya Bintang Tareem
-
Menghadapi Jungkir Balik Kehidupan dalam Buku Kakakku, Bongsoon
-
Ulasan Novel Voiceless: Ketika Suara Terkubur dalam Diam yang Menyesakkan
Ulasan
-
Sisi Gelap Politik di Balik Budaya Pop Indonesia dalam Buku Ariel Heryanto
-
Review Am I Loving You Alone: Vanesha Prescilla Resmi Jadi Vokalis Trio
-
Pindang Bikcik Way Mayang: Kuah Segar Meresap, Makan Enak Gak Pake Tapi
-
Film Mortal Kombat II dan Nostalgia Era Rental PS2 yang Sulit Dilupakan
-
Menilik Kukungan Mama Atas Nama Kasih Sayang Film Crocodile Tears
Terkini
-
Menakar Filosofi Ki Hajar Dewantara di Era Kecerdasan Buatan, Masihkah Relevan?
-
Bye PIH! 4 Tinted Sunscreen Rp30 Ribuan untuk Wajah Flawless Anti Dempul
-
Tayang 22 Mei di Netflix, Ladies First Hadirkan Kisah Parallel World Unik!
-
Dijual 18 Mei, Tiket Konser The Weeknd di Jakarta Mulai Rp950 Ribu
-
6 Alasan Mengapa Kamu Suka Menggoyangkan Kaki Saat Duduk, Ada Hubungannya dengan Kepribadian?