When Life Gives You Tangerines adalah salah satu drama Korea terbaru yang berhasil menarik perhatian penonton sejak penayangan perdananya. Dengan latar belakang Pulau Jeju yang indah dan atmosfer kehidupan sederhana tahun 60-an, drama ini menawarkan pengalaman emosional yang menyentuh dan penuh refleksi.
Drama ini tayang secara legal di Netflix dengan total 16 episode. Diperankan oleh IU dan Park Bogum, dua aktor papan atas Korea Selatan, When Life Gives You Tangerines langsung mencuri perhatian berkat chemistry kuat dan akting natural mereka.
Sinopsis When Life Gives You Tangerines
Cerita berpusat pada Oh Aesun (diperankan oleh IU), seorang gadis yatim piatu yang hidup keras di Pulau Jeju. Sejak kecil, Aesun harus menghadapi kehilangan orang tua, tekanan ekonomi, dan beban hidup yang berat. Untungnya, ia memiliki Yang Gwansik (Park Bogum), sahabat sekaligus cinta pertamanya, yang selalu mendampinginya.
Jadi drama ini berhasil menyuguhkan narasi yang realistis tentang kehidupan di pedesaan. Banyak isu penting seperti pendidikan, kemiskinan, pernikahan muda, hingga tekanan sosial diangkat secara halus namun membekas. Penonton akan merasa terhubung dengan berbagai lapisan cerita yang ditampilkan.
Ulasan When Life Gives You Tangerines
IU tampil luar biasa sebagai Aesun dewasa, sementara Kim Taeyeon yang memerankan Aesun kecil juga mencuri perhatian. Keduanya berhasil membawa karakter Aesun menjadi hidup dan relatable. Transformasi emosional yang dialami Aesun dari kecil hingga dewasa pun terasa meyakinkan.
Sementara Park Bogum juga berhasil memerankan karakter Gwansik dengan sangat menawan. Meski karakter ini tidak banyak bicara, tapi sorot mata dan tindakannya mampu menyampaikan kasih sayang dan kesetiaan yang dalam. Hubungan mereka yang perlahan tumbuh dari anak-anak hingga menjadi suami istri sangat mengharukan untuk diikuti.
Namun salah satu tantangan dalam menikmati drama ini adalah penggunaan alur campuran dan multi-tokoh yang diperankan IU. Ia memerankan Aesun muda dan anak sulungnya, Yang Geum Myeong. Jadi saya sempat bingung saat mengikuti jalannya cerita.
Sementara itu, di pertengahan cerita, perkembangan hubungan Geum Myeong dengan Park Chungseob (Kim Seonho) terasa terburu-buru. Meskipun digambarkan dua tahun telah berlalu sejak Geum Myeong putus cinta. Namun rasa cinta yang tumbuh hanya dalam satu pertemuan rasanya tidak natural.
Kemudian setelah Geum Myeong dan Chungseob menikah, ada ekspektasi bahwa hubungan mereka akan diperlihatkan lebih dalam. Namun sayangnya, banyak adegan yang lebih fokus pada Geum Myeong sendiri.
Dinamika rumah tangga yang minim ditampilkan membuat alurnya kehilangan elemen penting dalam drama ini.
Meski begitu, drama ini punya sinematografi dan pemilihan setting yang oke. Lanskap Pulau Jeju yang indah divisualisasikan dengan sangat apik. Rumah-rumah tradisional, pasar, dan kehidupan desa disajikan secara autentik. Jadi terasa natural dengan setting cerita.
Musik latar yang digunakan dalam When Life Gives You Tangerines juga angat mendukung emosi yang ingin disampaikan. Lagu-lagu bertema mellow dan instrumen tradisional digunakan secara tepat untuk membangun atmosfer sedih, hangat, dan reflektif.
Drama ini mengangkat banyak konflik yang mungkin dirasakan oleh penonton sehari-hari, seperti peran anak pertama, beban mental orang tua muda, dan tuntutan hidup di tengah keterbatasan ekonomi. Isu-isu ini membuat drama terasa dekat dengan kehidupan nyata.
Meski berlatar tahun 60-an, When Life Gives You Tangerines tetap relevan karena kritik sosialnya yang disampaikan melalui kisah-kisah personal. Penonton diajak merenungkan peran keluarga, harapan hidup, dan ketabahan dalam menghadapi nasib.
Drama ini sarat akan pesan moral, baik dari perspektif anak, orang tua, maupun pasangan. Nilai-nilai seperti kesetiaan, ketabahan, dan cinta tak bersyarat diceritakan tanpa menggurui, tapi tetap menyentuh.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tak Hanya Sesama Teman, Saat Guru dan Dosen Juga Jadi Pelaku Bully
-
Kisah Relawan Kebersihan di Pesisir Pantai Lombok
-
Viral Tumbler KAI: Bahaya Curhat di Medsos Bagi Karier Diri dan Orang Lain
-
Ricuh Suporter Bola hingga War Kpopers, Saat Hobi Tak Lagi Terasa Nyaman
-
Budaya Titip Absen: PR Besar Guru Bagi Pendidikan Bangsa
Artikel Terkait
-
Momen Lebaran Terakhir Suami Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf Sebelum Berpulang
-
Ulasan Novel Hi Serana Adreena, Perjuangan Anak Pertama yang Penuh Air Mata
-
Tak Yakin Bakal Ada Paksaan Matikan Aplikasi saat Demo Ojol 20 Mei, KBDJ: Itu Cuma Gimik
-
Hari Keluarga Sedunia, Shopee Bagikan Kisah Inspiratif Dhatu Rembulan & UMKM Lokal
-
5 Pertimbangan Penting Sebelum Punya Anak Banyak
Ulasan
-
Memahami Manusia Lewat Biologi di Buku Behave karya Robert Sapolsky
-
Ulasan Buku The Magic of Thinking Big: Motivasi yang Tak Lekang oleh Zaman
-
Ulasan Buku Zona Produktif Ibu Rumah Tangga: Berdaya Meski di Rumah Saja
-
Ulasan Buku I Do: Kiat Memutus Luka Batin Warisan Leluhur dalam Pernikahan
-
Review Film In Your Dreams: Imajinasi Netflix yang Penuh Keajaiban
Terkini
-
Jurnalisme di Era Sosial Media Apakah Masih Relevan?
-
Mengumpulkan Kembali Puing-puing Sisa Kehancuran, Pasca Banjir Aceh
-
Banjir Bandang Sumatra: Dari Langkah Cepat Hingga Refleksi Jangka Panjang
-
Meski Bencana Banjir di Aceh dan Sumatra Sudah Surut, Tugas Kita Belum Usai
-
3 Film Korea Tayang Januari 2026, Comeback Han So Hee hingga Choi Ji Woo