Novel "Happiness Battle" karya Joo Youngha adalah sebuah thriller psikologis modern yang menyoroti realitas getir di balik pencitraan kebahagiaan di media sosial.
Dalam kisah yang penuh ketegangan ini, pembaca diajak menelusuri kehidupan para ibu kelas atas yang hidupnya tampak sempurna di permukaan, namun sesungguhnya sarat dengan kepalsuan, tekanan sosial, dan konflik batin.
Lewat balutan misteri kematian, novel ini menyuguhkan kritik sosial tajam terhadap masyarakat kontemporer yang terobsesi dengan kebahagiaan semu dan citra digital.
Cerita bermula dengan ditemukannya Oh Yoo-jin, seorang ibu rumah tangga kaya dan influencer media sosial, dalam kondisi tergantung di balkon apartemennya.
Polisi menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut adalah bunuh diri, namun Jang Mi-ho, mantan teman SMA Yoo-jin sekaligus seorang penyiar berita, merasa ada kejanggalan di balik kematian tersebut.
Mi-ho pun memutuskan untuk menyelidiki sendiri, dan dari sinilah terkuak berbagai lapisan kebohongan, konflik tersembunyi, dan luka masa lalu yang belum sembuh.
Latar novel ini berfokus pada lingkungan elite, terutama para ibu yang anak-anaknya bersekolah di sekolah internasional bergengsi. Mereka menjalani kehidupan sosial yang ketat dan penuh persaingan, bukan hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya.
Para tokoh saling menunjukkan kehidupan yang tampaknya sempurna, rumah rapi, anak cerdas, suami penyayang, semua dibungkus rapi dalam unggahan Instagram atau blog. Namun di balik layar, mereka menyembunyikan masalah rumah tangga, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan emosional, dan trauma psikologis yang mendalam.
Tema utama novel ini adalah tentang bagaimana kebahagiaan menjadi sebuah ajang kompetisi. “Pertempuran kebahagiaan” atau “happiness battle” menjadi istilah yang mencerminkan obsesi masyarakat modern untuk terlihat bahagia, bukan benar-benar merasa bahagia.
Para tokoh terjebak dalam tekanan untuk selalu tampil ceria dan berhasil, meski kenyataan hidup mereka jauh dari itu. Joo Youngha secara cerdas menyindir bagaimana media sosial telah mengaburkan batas antara kenyataan dan kepalsuan, serta menciptakan budaya perbandingan yang toksik.
Karakter Jang Mi-ho sebagai protagonis sangat menarik. Ia digambarkan sebagai seorang perempuan yang rasional, cerdas, namun menyimpan luka batin yang mendalam dari masa lalunya bersama Yoo-jin dan teman SMA mereka, Se-kyeong.
Melalui perspektif Mi-ho, pembaca diperlihatkan bagaimana trauma masa lalu bisa menghantui seseorang hingga dewasa, serta bagaimana perasaan bersalah dan ketidakberdayaan bisa memengaruhi cara seseorang melihat dunia.
Salah satu kekuatan novel ini adalah kemampuannya menggabungkan genre misteri dengan drama psikologis. Alur cerita yang penuh teka-teki membuat pembaca terus menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang bersalah, dan apa motif di balik kematian Yoo-jin.
Di sisi lain, penulis juga memberikan ruang bagi eksplorasi psikologis karakter-karakternya, memperlihatkan dinamika relasi yang kompleks, baik antar sahabat, pasangan suami-istri, maupun orang tua dan anak.
Meski demikian, novel ini tidak luput dari kekurangan. Pembaca merasa bahwa akhir cerita terkesan terburu-buru dan beberapa bagian plot terasa tidak logis.
Tokoh-tokoh pendukung juga kurang tergali secara mendalam, sehingga keberadaan mereka terasa hanya sebagai pelengkap narasi. Di samping itu, gaya narasi yang kadang terlalu berbelit membuat alur cerita di beberapa bagian berjalan lambat dan kurang fokus.
Secara keseluruhan, "Happiness Battle" tetap merupakan bacaan yang kuat dan menggugah pikiran. Ia menawarkan lebih dari sekadar hiburan, ia memaksa pembaca untuk berefleksi tentang bagaimana kita memandang kebahagiaan, tekanan sosial yang membentuk perilaku kita, dan sejauh mana media sosial telah mengontrol cara kita menjalani hidup.
Bagi pembaca yang menyukai novel-novel seperti Big Little Lies karya Liane Moriarty atau Perfect Nanny karya Leïla Slimani, karya Joo Youngha ini bisa menjadi pilihan yang sangat menarik.
Identitas Buku
Judul: Happiness Battle
Penulis: Joo Youngha
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit: 12 Januari 2022
Tebal: 296 Halaman
Baca Juga
-
Novel The Lost Apothecary, Misteri Toko Obat Tersembunyi di London
-
Novel Saman: Pendobrakan Tabu Sosial di Tengah Politik Indonesia
-
Membedah Sisi Gelap Keadilan Manusia di Ulasan Novel The Hellbound
-
Novel Pukul Setengah Lima, Mencari Pintu Keluar dari Realitas Kehidupan
-
Ulasan Buku Empowered Me, Menjadi Ibu Berdaya Tanpa Kehilangan Identitas
Artikel Terkait
Ulasan
-
Visual ala Ghibli, The Camphorwood Custodian Berhasil Bikin Mewek
-
4 Cafe Dekat Stasiun Bandung, Cocok untuk Nunggu Kereta hingga Nongkrong
-
Novel Puya ke Puya: Antara Kemegahan Rambu Solo dan Jeratan Tambang
-
Luka 1965 dan Gugatan Terhadap Tubuh Perempuan dalam Novel Dari Dalam Kubur
-
Bandung After Rain: Tentang Cinta, Jati Diri, dan Persahabatan
Terkini
-
4 Padu Padan Balance Outfit ala Yuju, Nyaman dan Kekinian Abis!
-
Krisis Iklim Tak Pernah Netral: Mengapa Perempuan Menanggung Beban Lebih Berat?
-
Anime Chainsmoker Cat Resmi Diumumkan, Kisah Beastman Kucing Pecandu Rokok
-
Teror Tak Kasat Mata di Rumah Tua
-
Anomali Maarten Paes, Naik Kelas Bergabung Raksasa Dunia saat Kompatriotnya Turun Kasta