Komik Persatuan Ibu-Ibu merupakan komik yang ditulis dan diilustrasikan oleh Pury Puar. Komik ini pertama kali diterbitkan oleh Bentang Komik (Bentang Pustaka) pada tahun 2018. Isinya bercerita tentang polah unik dan ajaib ibu-ibu muda yang baru memasuki jenjang orang tua.
Menariknya, semua cerita di dalamnya adalah pengalaman pribadi sang pengarang. Setelah menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anaknya, banyak struggle yang dialami Puty Puar kala baru menjadi ibu. Lewat sosia media, ia membagikan pengalamannya melalui gambar komik yang lucu. Siapa sangka, kalau banyak ibu-ibu muda yang relate dengan pengalamannya itu.
Lalu lahirlah komik ini. Lewat 134 halaman, Puty Puar mulai menceritakan kehidupannya pasca menjadi seorang ibu. Mulai dari saat ia baru saja melahirkan, anaknya yang bernama Antariksa beranjak besar, hingga persoalan soal memilih makanan, pergi jalan-jalan, mengurus jadwal dam keuangan, menjadi topik yang seru untuk dibahas.
Komik ini dibuka dengan pengenalan tokoh-tokoh, mulai dari si Ibu, Ayah, anak yang bernama Antariksa, Kakek, Nenek, dan Madam atau ART mereka. Lalu ada quotes dalam bahasa Inggris yang mengatakan bahwa, "saat anak lahir, seorang ibu juga lahir". Kutipan ini membuatku menyadari kalau menjadi seorang ibu adalah hal yang sama sekali baru bagi hidup perempuan.
Selanjutnya, pengarang juga mengatakan kalau melahirkan adalah gerbang awal dari rangkaian perjalanan yang lain. Seorang wanita yang baru menjadi seorang ibu akan mengalami berbagai hal yang menakjubkan, menggembirakan, tapi ada juga sedihnya. Misalnya saja sebelum melahirkan ekspektasinya adalah akan jadi ibu yang tetap stylish, tetapi pada kenyataannya kantung mata akan menghitam dan penampilan jadi berantakan. Selain itu, seorang ibu juga pasti akan mengalami dilema perubahan bentuk badan yang tidak terkontrol.
Namun di balik itu, ada hal yang tetap membuat bersemangat. Seperti saat menyiapkan menu MPASI, olah raga untuk menurunkan berat badan walau ujung-ujungnya jadi mudah lelah, hingga belajar teori parenting agar jadi ibu yang baik.
Bahkan, buku ini juga memberi gambaran ibu-ibu yang khawatir dengan perkembangan anak. Ketika bertemu dengan teman dan melihat anak mereka sudah bisa ini itu, seorang ibu akan overthinking dan takut kalau anak mereka mengalami perkembangan yang lambat. Oleh sebab itu, seorang ibu perlu berpikir positif.
Meskipun membahas tentang serba-serbi kehidupan ibu muda, komik ini sangat mengasyikan dibaca bagi semua kalangan umur. Kita jadi tahu persoalan yang dialami orang tua baru, apalagi di bagian akhir cerita juga ada penggambaran kesusahan yang dialami oleh seorang ayah. Ada juga persoalan tentang tingkah kakek dan nenek yang bikin gemas.
Selain urusan anak, komik ini juga menggambarkan upaya seorang ibu mengatur keuangan keluarga agar budget-nya bisa sesuai dengan keperluan si kecil. Di sisi lain, ibu juga harus mengatur jadwal harian yang tadinya didominasi dengan jadwal mengurus diri sendiri, berubah jadi jadwal mengurus buah hati.
Kelebihan komik ini tidak hanya soal topiknya saja. Namun, narasi dan ilustrasi yang dibuat semenarik mungkin membuat komik ini terkesan page turner. Ilustrasinya dibuat ala doodle dan chibi sehingga terlihat nyaman dibaca dan menggemaskan. Sedangkan narasinya menggunakan bahasa sederhana dan juga jenaka.
Aku paling suka dengan tipe komedi yang digunakan pengarang. Komedi yang dipakai tidak berlebihan, ringan, tetapi lucu. Apalagi tiap kategori ada medalinya sendiri, seolah-olah seorang ibu telah memenangkan penghargaan. Misalnya saja medali "menerima ketidaksempurnaan diri" karena ibu tetaplah manusia yang memiliki kekurangan.
Overall, komik ini cocok dibaca untuk semua kalangan. Topiknya sangat menarik dan Puty Puar juga berhasil mengangkat tema yang berbeda ini menjadi sebuah komik yang lucu.
Identitas buku
Judul: Komik Persatuan Ibu-Ibu
Pengarang: Puty Puar
Penerbit: Bentang Komik (Bentang Pustaka)
Tahun terbit: 2018
Tebal buku: 134 halaman
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Cinta dan Perasaan Lainnya di Buku Kumpulan Puisi I See You Like a Flower
-
The Exorcism of Emily Rose: Film Horor Gabungkan Fakta Ilmiah dan Spiritual
-
Novel The Old Man and the Sea: Memaknai Perjuangan Hidup sang Nelayan Tua
-
Novel Le Petit Prince: Potret Kehidupan Dewasa dari Kacamata Pangeran Cilik
-
Buku If All the World Were: Refleksi Lembut Soal Kepergian Orang Terkasih
Artikel Terkait
-
5 Film Adaptasi Podcast, Terbaru GJLS Masih Tayang di Bioskop
-
5 Rekomendasi Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil, Bebas Kandungan Zat Berbahaya
-
Menemukan Ketenangan Hati Lewat Ulasan Buku Semoga Lelah Berbuah Berkah
-
Ulasan Novel Etnik Menik: Kisah Remaja Temukan Cinta Pertama dan Impiannya
-
Ulasan Buku Miaw, Bahas Ilmu Manajemen dengan Cara yang Absurd
Ulasan
-
Total Action Package! Film War Machine Suguhkan Hiburan Murni Tanpa Pretensi Mendalam
-
'Perempuan di Titik Nol': Kisah Luka, Perlawanan, dan Harga Diri Perempuan di Masyarakat
-
Film Peaky Blinders: The Immortal Man, Lebih Personal Kendati Melelahkan
-
Khusus Dewasa! Serial Vladimir Sajikan Fantasi Erotis Profesor Sastra yang Tak Terkendali
-
Review Abang Adik: Siap-siap Banjir Air Mata dari Kisah Pilu Dua Saudara
Terkini
-
Kim Hyang Gi Jalani Kehidupan Ganda di Drama Mendatang, Kapan Rilis?
-
Rahasia Kulit Cerah: 5 Day Cream untuk Glow Up Maksimal
-
Badan Remuk usai Mudik? Ini 5 Langkah Biar Stamina Kembali On Fire!
-
Tipis dan Tahan Lama: ASUS Vivobook S14 Buktikan Laptop OLED Tak Harus Mahal
-
Bawa Genre Beragam, Irene Pamer Vokal di Highlight Medley Album Biggest Fan