Keigo Higashino kembali menyuguhkan kisah misteri dengan sentuhan berbeda lewat Masquerade Hotel. Latar tempat yang digunakan pada kasus di novel ini merupakan sebuah hotel mewah di tengah kota Tokyo.
Ceritanya dimulai dengan serangkaian pembunuhan berantai yang mengguncang kota. Belum ada petunjuk pasti soal siapa pelakunya maupun siapa yang akan jadi korban berikutnya. Satu-satunya petunjuk yang muncul adalah kode aneh yang mengarah ke lokasi pembunuhan selanjutnya, yaitu Hotel Cortesia Tokyo.
Demi menggagalkan aksi pembunuhan keempat, polisi muda Nitta Kosuke ditugaskan menyamar sebagai staf hotel. Ia dikenal cerdas dan tajam dalam menganalisis kasus, tapi kepribadiannya yang arogan membuatnya kesulitan beradaptasi.
Di sinilah ia dipasangkan dengan Yamagishi Naomi, karyawan meja depan yang sudah lama bekerja di hotel dan sangat menjunjung tinggi etika profesinya. Dua karakter dengan dunia dan cara kerja yang sangat berbeda ini pun harus belajar untuk bekerja sama, meskipun awalnya banyak terjadi gesekan antara mereka.
Hal yang membuat Masquerade Hotel terasa menyenangkan untuk diikuti adalah kemampuannya dalam membangun ketegangan tanpa terasa berat atau terlalu rumit. Gaya penceritaannya mengalir dan penuh kejutan.
Setiap kali tamu baru datang ke hotel, pembaca langsung dibuat waspada, apakah orang ini hanya tamu biasa, atau justru tersangka atau target berikutnya? Tidak ada waktu bersantai, karena hampir setiap karakter membawa potensi masalah yang bisa saja berujung bencana.
Namun uniknya, meskipun genrenya adalah misteri pembunuhan, kita justru tidak tergoda untuk menebak siapa pelaku sebenarnya. Bukan karena petunjuknya tidak cukup jelas, tetapi karena karakter dan motif para tokoh dibuat begitu beragam dan kompleks, hingga rasanya lebih menarik menikmati alurnya ketimbang sibuk menebak akhir cerita.
Hanya saja, penyelesaian di bagian akhir terasa mengecewakan. Plot twistnya terasa kurang mencengangkan.
Salah satu hal yang patut diapresiasi dari novel ini adalah cara Keigo Higashino menggambarkan kehidupan dan dinamika para pekerja di dunia perhotelan. Ia berhasil menunjukkan betapa para staf hotel menjalankan tugas mereka dengan tingkat profesionalisme tinggi dan kesabaran yang luar biasa.
Banyak tipe tamu yang harus mereka hadapi. Beberapa di antaranya bertingkah menyebalkan, seperti ingin membawa pulang handuk hotel, terus-menerus meminta pindah kamar tanpa alasan yang masuk akal, hingga menyewa kamar hanya untuk mengintai pasangan yang dicurigai berselingkuh.
Semua cerita itu disajikan dengan ringan namun tetap mengandung pesan tersirat soal bagaimana pelayanan harus diberikan dalam situasi apa pun.
Tambahan kecil yang membuat cerita ini semakin berwarna adalah adanya unsur romansa tipis antara dua tokoh utama. Romansa yang muncul di antara dua tokoh utama tidak ditampilkan secara berlebihan, namun justru terasa hangat dan realistis.
Buku ini sangat cocok bagi pembaca yang ingin menikmati kisah detektif tanpa harus terjebak dalam teka-teki rumit atau penyelidikan yang terlalu teknis. Dengan alur yang mengalir dan karakter yang kuat, Masquerade Hotel menjadi pilihan ideal untuk yang menginginkan bacaan seru namun tetap santai.
Pembaca juga bisa mendapatkan pelajaran menarik tentang dunia perhotelan dari sini. Mulai dari pentingnya ucapan terima kasih, bagaimana menangani keluhan pelanggan dengan bijak, hingga peringatan bahwa satu kesalahan kecil yang diabaikan bisa menjadi awal dari masalah yang lebih besar.
Semua nilai itu dikemas secara halus dan mengena, membuat pembaca mendapatkan sesuatu yang berharga di balik kisah misteri yang disuguhkan.
Bagi kamu yang sedang mencari novel misteri yang seru tapi tetap ringan, buku ini jelas bisa jadi pilihan yang menyenangkan.
Baca Juga
-
Novel Orang-Orang Proyek: Potret Korupsi yang Membumi
-
The Atala, Novel Perpaduan Time Travel dan Misteri Sejarah Nusantara
-
Lebih dari Sekadar Bangunan: Makna Sesungguhnya "Rumah" dalam Novel J.S. Khairen
-
Novel Di Tanah Lada: Ketika Kepolosan Anak Bertemu Dunia yang Kejam
-
Minimarket yang Merepotkan, Kisah Dokgo dan Empati di Balik Rak Minimarket
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel The Humans, Sebuah Perenungan dari Sudut Pandang Alien
-
Ulasan Novel Lembar Terakhir Laut Pasang 3, tentang Luka yang Belum Sembuh
-
Best Seller di Indonesia dan Malaysia, Novel 'Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?' Bakal Dibuat Film
-
Novel Salty, Spiced, and a Little Bit Nice: Cinta Palsu dan Roti Bebas Gula
-
Review Novel Laut Bercerita: Sejara Kelam Penculikan Aktivis Masa Orde Baru
Ulasan
-
Review Kambing dan Hujan: Saat Perbedaan Rakaat Salat Menjadi Ujian Cinta
-
Review Panor 2: Film Ilmu Hitam Thailand dengan Adegan Gore yang Intens
-
Makna Lagu Multo dari Cup of Joe: Kisah Kenangan yang Menghantui
-
Membaca Ulang Merahnya Merah: Saat Kehilangan Menjadi Awal Pencarian Makna
-
Review Novel Cerita Hati Maharani: Menelusuri Luka dan Kedewasaan
Terkini
-
4 Cleanser Korea Calendula Andalan Perkuat Skin Barrier pada Kulit Sensitif
-
Kado Valentine Anti Mainstream: 4 Hadiah Universal Biar Makin Berkesan
-
Heboh! Pemain Diaspora ke Liga Indonesia Demi AFF Cup? PSSI Buka Suara
-
4 Rekomendasi Day Cream Vitamin C untuk Kulit Cerah Seharian, Bye Kusam!
-
Luka-luka yang Tidak Mudah Diobati