Di volume ketujuh ini, tarung jajanan dalam novel Toko Jajanan Ajaib Zenitendo kembali digelar. Kali ini, Yodomi dari toko rival, Tatarimedo, masih belum menyerah untuk mengalahkan Zenitendo.
Aturannya, Beniko harus menjual jajanan titipan milik Yodomi yang ia jual bersama dengan jajanan di tokonya. Tapi di balik itu semua, jajanan Yodomi ternyata memiliki efek jahat.
Cerita kali ini memang fokus pada persaingan kedua toko ajaib. Tapi yang bikin menarik adalah karakter Beniko yang tetap tenang dan jujur di tengah kompetisi.
Dia nggak pernah memaksa atau menghasut pelanggan dalam memilih jajanan, semuanya diserahkan pada keputusan si pembeli.
Namun, Kaido dan gengnya ternyata menggunakan cara licik dan penuh tipu daya untuk menjebak pelanggan. Tujuannya untuk mengambil jajanan jahat yang bisa merusak hidup mereka. Kontras antara Beniko dan Yodomi inilah yang bikin cerita terasa seru dan berwarna.
Untuk gaya penulisan, Reiko Hiroshima masih sama dengan seri sebelumnya. Santai dan mengalir mengikuti alur sehingga mudah dipahami.
Meski temanya penuh dengan dunia fantasi, cerita-cerita yang disajikan tetap menyentuh sisi manusiawi, sehingga masih masuk ke dalam akal.
Pembaca bisa menikmati ceritanya tanpa perlu berpikir keras, tapi tetap mendapat pesan yang bermakna.
Cerita-cerita di sini menggunakan pola klasik, ada masalah, ada penyelesaian, dan ditutup dengan refleksi atau kesimpulan. Format seperti ini membuat kita tidak mudah bosan karena selalu ada kejutan baru di setiap bab.
Yang menyenangkan pada buku ini adalah pengembangan ceritanya. Ada fokus baru yaitu dinamika persaingan antara dua toko yang punya prinsip sangat berbeda. Kita seperti diajak untuk menyelami dunia Zenitendo dan musuh-musuhnya secara mendalam.
Salah satu bagian yang cukup menyentuh adalah saat di akhir cerita terungkap alasan kenapa Yodomi begitu membenci Nyonya Beniko.
Ternyata ada latar belakang emosional yang bikin motif Yodomi jadi lebih masuk akal. Ada sejarahnya sendiri kenapa melakukan itu, bukan semata ingin bersaing saja.
Walaupun judulnya mengandung kata “ajaib,” cerita-cerita dalam buku ini justru menyentuh sisi moral dan konsekuensi dari pilihan yang kita ambil.
Dari jajanan ajaib yang dijual pembaca bisa berfikir bahwa setiap hal yang kita lakukan memiliki resiko dan tanggung jawabnya,
Saya sangat merekomendasikan buku ini dibaca oleh segala usia, terutama bagi kalian yang mencari bacaan ringan dan penuh makna.
Akan sangat cocok menjadi bacaan diwaktu senggang, karena setiap serinya bisa dibaca secara terpisah. Apalagi ilustrasi dan desain bukunya juga lucu dan menarik.
Volume ketujuh ini rasanya memiliki cerita yang lebih menarik dibandingkan sebelumnya. Konflik tidak hanya berfokus pada pelanggan saja, melainkan konflik persaingan dan batin antar penjual juga.
Meski ditujukan untuk pembaca anak dan remaja, tema yang diangkat sebenarnya cukup universal.
Soal pilihan, konsekuensi, rasa bersalah, dan keberanian untuk mengambil keputusan, semuanya dibalut dengan cara yang ringan tapi mengena. Itulah kelebihan dari seri Zenitendo, meski ceritanya sederhana namun tetap memiliki kedalaman.
Bagi pencinta seri ini dan sudah mengikuti sejak buku pertamanya, buku ini pasti terasa lebih menyenangkan karena konfliknya yang lebih seru.
Buat pembaca baru, jangan khawatir, karena setiap cerita tetap bisa dipahami tanpa harus membaca dari volume satu.
Secara keseluruhan, Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 7 masih menawarkan pesona seri yang sama dengan keunikannya dan penuh pesan moral.
Persaingan dua toko ajaib pada seri kali ini terasa memberikam warna baru yang menyegarkan di tengah.
Baca Juga
-
Novel Kamar Nomor 7, Teror yang Mengintai di Maitra Boarding School
-
Novel Perempuan dan Anak-anaknya,Tragedi 1965 dalam Sudut Pandang Keluarga
-
Novel Orang-Orang Proyek: Potret Korupsi yang Membumi
-
The Atala, Novel Perpaduan Time Travel dan Misteri Sejarah Nusantara
-
Lebih dari Sekadar Bangunan: Makna Sesungguhnya "Rumah" dalam Novel J.S. Khairen
Artikel Terkait
Ulasan
-
Keteguhan Perempuan dalam Sunyi: Membaca Realisme Sosial dalam Novel Mirah
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana
-
Film Jangan Seperti Bapak: Drama Aksi yang Sarat Pesan Keluarga
Terkini
-
Harga Sebuah Peluang: Mengapa Pengambil Risiko Lebih Sering Menang dalam Perlombaan Karier?
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
-
Belajar Rela saat Takdir Tak Selalu Memihak di Novel L Karya Kristy Nelwan
-
9 Drama China tentang Dunia Kerja yang Seru dan Edukatif
-
Long Weekend ke Sukabumi? 5 Spot Seru Dekat Stasiun yang Bisa Kamu Kunjungi