Reborn merupakan drama China yang tayang tahun 2025 dan sukses mencuri perhatian berkat duet ciamik antara Zhang Jingyi dan Zhou Yiran. Berlatarkan tahun 2007, drama ini mengisahkan kehidupan remaja bernama Qiao Qinyu (Zhang Jingyi) dan keluarganya yang mengalami kesulitan setelah anak pertama mereka, Qiao Beiyu meninggal dunia. Untuk memperbaiki kehidupan dan meninggalkan kenangan buruk itu, mereka memutuskan pindah dari Kota Shunyun ke Ibu Kota Provinsi Huanzhou.
Kehidupan Qiao Qinyu di Kota Huanzhou berjalan berat lantaran kematian Qiao Beiyu yang ditutupi keluarga dan rumor buruk di baliknya. Bersama dengan Ming Sheng (Zhou Yiran), Qiao Qinyu lantas mencari kebenaran akan kematian kakaknya itu. Satu per satu fakta mengejutkan pun akhirnya terkuak. Kematian Qiao Beiyu ternyata melibatkan peran keluarga besar, kehidupan yang tabu, hingga ironi cinta.
Meskipun drama ini cenderung fokus ke kehidupan Qiao Qinyu, bagian yang tidak kalah menarik adalah fakta bahwa Reborn mengangkat isu patriarki dan bias gender yang kendal di kehidupan masyarakat China pada saat itu. Sistem kekeluargaan yang sangat kental, turut melanggengkan budaya patriarki telah berlangsung bertahun-tahun di keluarga besar Qia. Sementara itu, perempuan kerap kali dipandang rendah oleh masyarakat hanya karena rumor yang tak berdasar.
1. Potret Patriarki Keluarga China
Di drama Reborn, gambaran masyarakat patriarki sangat terlihat di keluarga besar Qiao. Perempuan dalam keluarga tersebut ditempatkan pada posisi subordinat sehingga tidak memiliki kuasa untuk sekadar mengemukakan pendapat. Sama halnya ketika Qiao Qinyu tidak diizinkan untuk mengungkapkan pemikirannya, bahkan pihak keluarga besar menolak diskusi Qiao Qinyu tentang kematian kakaknya.
Posisi perempuan sebagai kelas kedua juga digambarkan ketika Qiao Qinyu tengah berbincang dengan kakak pertamanya. Sebagai sesama lelaki, mereka lantas membicarakan kekuasan dalam rumah tangga. Bagi sang kakak, ayah Qiao Qinyu dianggap terlalu lemah karena memberi kesempatan pada istrinya untuk memegang kendali keluarga. Hal tersebut dinilai tidak wajar karena keluarga Qiao menganggap laki-laki harus memegang kekuasaan tertinggi di keluarga.
Perempuan juga dipandang lebih cocok sebagai pekerja domestik saja. Ketika keluarga besar Qiao sedang berkumpul, kebanyakan perempuan akan mengerjakan pekerjaan domestik, sementara pihak laki-laki banyak bersenang-senang. Hal yang sama dialami oleh Qiao Qinyu ketika keluarga besar mengetahui keinginannya untuk melanjutkan pendidikan, mereka lantas mengatakan bahwa perempuan tidak seharusnya berpendidikan tinggi karena cepat atau lambat pasti akan menikah.
Di samping itu, perempuan di keluarga Qiao tidak memiliki kesempatan untuk ada di silsilah keluarga. Hal ini terjadi karena ketika menikah kelak, perempuan akan meninggalkan rumah dan ikut bersama keluarga suami. Oleh sebab itu, hanya anak dan cucu laki-laki saja yang akan dicatat dalam silsilah keluarga besar.
2. Potret Bias Gender Terhadap Perempuan
Bias gender dalam drama ini lebih banyak dialami oleh perempuan. Isu ini sangat dekat dengan tokoh Qiao Beiyu yang digambarkan hidup dalam bayang-bayang keluarga patriarki dan rumor buruk di masyarakat luas. Keluarga besar Qiao sangat mengharapkan kelahiran cucu pertama mereka berjenis kelamin laki-laki, namun Qiao Beiyu lahir sebagai perempuan. Oleh sebab itu, anak pertama keluarga Qiao lantas mengadopsi anak laki-laki yang kemudian diberi nama Qiao Junrui.
Meskipun Beiyu memiliki karier cemerlang sebagai penari profesional, tetapi pujian selalu ditujukan pada Junrui karena dianggap sebagai kebanggan keluarga. Begitu pula dengan masyarakat desa yang lebih memuji Junrui karena dinilai sebagai anak yang berhasil. Jika dibandingkan, keluarga dan masyarakat justru lebih mengenal Beiyu sebagai wanita berparas cantik saja.
Hubungan Beiyu dan Jinrui lantas berkembang menjadi sepasang kekasih. Sayangnya, Beiyu hamil dan mengalami keguguran. Meskipun peristiwa ini seharusnya menjadi tanggung jawab Beiyu dan Jinrui, keluarga Qiao justru hanya menyalahkan Beiyu dan menganggapnya sebagai wanita rendahan. Pihak keluarga enggan memperpanjang masalah tersebut karena Jinrui adalah cucu pertama laki-laki di keluarga Qiao. Sementara itu, masyarakat lebih memusatkan perhatiannya pada Beiyu dan menganggapnya sebagai gadis pembawa sial.
3. Peran Masyarakat
Ironi yang paling menyayat hati di drama ini adalah budaya patriarki dan bias gender terhadap perempuan dilanggengkan juga oleh masyarakat luas. Hampir semua tokoh di dalam drama ini berperan dalam membentuk padangan negatig pada seorang wanita. Bahkan tokoh-tokoh wanita juga turut berperan menguatkan akar budaya ini.
Masyarakat dalam drama digambarkan sebagai individu yang teguh pada nilai tradisional. Tidak heran kalau mereka menganggap perempuan harus bertingkah tenang dan penurut. Maka ketika mendapati tokoh Qiao Qinyu yang vokal terhadap sistem patriarki tersebut, masyarakat justru menganggapnya sebagai pembangkang. Begitu pula dengan sosok Beiyu yang hidup bebas dan berusaha mengikuti kemauan diri justru dipandang sebagai perempuan yang buruk.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Novel Pengantin Remaja: Membuka Tabir Realita Pernikahan Dini
-
Ulasan Novel Metamorfosa Samsa: Kisah Pria yang Berubah Jadi Serangga
-
CERPEN: Melepas Kenangan
-
Feminin hingga High-fashion! Ini 4 Inspirasi Outfit Natal ala Karina aespa
-
Ulasan Novel The Mint Heart: Romansa Gemas Reporter dengan Fotografer Cuek
Artikel Terkait
-
Antara Norma dan Luka: Kekerasan Gender pada Budaya yang Bisukan Perempuan
-
4 List Drama Korea yang Mirip Our Unwritten Seoul, Cocok untuk Self-Healing
-
5 Fakta Menarik Wajib Diketahui Sebelum Nonton Alice in Borderland Season 3
-
6 Series Jepang Tayang Paruh Kedua 2025 di Netflix, Ada Alice in Borderland Season 3
-
Di Balik Ibu-ibu yang Kuat, Sering Ada Lelaki yang Tak Mau Belajar Dewasa
Ulasan
-
Analisis Konflik Batin dan Kekerasan Seksual dalam Novel Lelaki Harimau Eka Kurniawan
-
Film Beauty and the Beat: Harmoni di Balik Rivalitas Diva yang Menghibur!
-
Ulasan Novel Pengantin Remaja: Membuka Tabir Realita Pernikahan Dini
-
Review Buku From Here to the Great Unknown: Sisi Manusiawi Keluarga Elvis Presley
-
Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub: Kritik Sunyi untuk Diktator
Terkini
-
Belajar dari Kasus Laras Faizati: Ketika Berekspresi Dipaksakan Diadili
-
Sinopsis The Raja Saab, Film India Terbaru Prabhas dan Sanjay Dutt
-
Pecah Telur! Timothee Chalamet Menang Aktor Terbaik di Golden Globe 2026
-
Tawa Penonton, Tangis Lumba-Lumba: Ironi Atraksi Atas Nama Edukasi
-
Perseteruan Ari Lasso dan Dearly Joshua Belum Reda, Foto di Bali Pemicunya?