SEVENTEEN dikenal sebagai boygrup yang memiliki 13 member yakni S.Coups, Jeonghan, Joshua, Jun, Wonwoo, Hoshi, Woozi, Mingyu, DK, The 8, Seungkwan, Vernon dan Dino. Grup besutan PLEDIS Entertainment ini memiliki banyak musik menarik baik dalam Bahasa Korea, Inggris hingga Jepang.
Salah satu lagu Bahasa Jepang terbaik dan punya arti yang manis adalah ‘Ainochikara’ atau yang bermakna ‘Power of Love’. Musik ini juga tersedia dalam versi Bahasa Korea yang super catchy dan lembut.
Lagu ‘Ainochikara’ ini juga menjadi single special perdana SEVENTEEN yang dirilis pada Desember 2021 silam dan termasuk dalam musik untuk menghangatkan musim dingin mereka. Bukan hanya itu saja, single ini juga menjadi salah satu projek ‘Power of Love’ di tahun 2021 kemarin.
Lagu balada cinta ini juga menyimpan makna manis tentang romansa hingga menyampaikan pesan dukungan hingga kenyamanan. Hal ini sesuai dengan judulnya ‘Ainochikara’ atau dalam Bahasa Indonesia ini bermakna kekuatan cinta.
Bahkan melalui lagu pop ini, SEVENTEEN mengajak pendengarnya untuk tidak menyerah, sekalipun sedang menghadapi masa-masa sulit atau musim dingin yang menggambarkan kesedihan, kesendirian, atau rasa putus asa.
Hal ini juga diungkapkan melalui bait pertamanya ‘Times spent crossing the snow// Overflowing with sorrow// It seems like you've been trying to bear it all (Waktu yang dihabiskan (untuk) melintasi salju, dipenuhi duka. Sepertinya kau telah menanggung semuanya)’.
Dari bait pertamanya ini jelas tergambar sebuah perjuangan seseorang dalam menghadapi kerasnya hidup. Bahkan kata ‘Snow atau salju’ di sini bukan menggambarkan dinginnya cuaca melainkan sebagai lambing dari beban dan rasa dingin yang terus menusuk hati hingga merusak jiwa.
Meski demikian, S.Coups dan kawan-kawan juga memberikan sebuah kalimat motivasi tentang hidup dalam bagian refrain-nya. Ini tertulis dengan ‘When the cold Winter passes// We'll come to realize// That as our warm hearts bloom in the shivering cold// We become stronger (Saat musim dingin berlalu, kita akan menyadari bahwa hati kita yang hangat mekar dalam dingin yang menggigil. Kita menjadi lebih kuat)’.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa setelah melewati masa-masa sulit (diibaratkan dengan musim dingin), hati yang hangat akan mulai mekar, seperti bunga yang tumbuh di tengah salju. Di sinilah inti dari pesan lagu ini yakni cinta bisa membuat kita lebih kuat. Cinta di sini bisa bermakna luas seperti kasih sayang, dukungan dari orang sekitar, persahabatan, hingga cinta kepada diri sendiri.
Bukan hanya itu saja, pada bagian bridge yang dinyanyikan oleh Wonwoo dan Seungkwan juga mengungkapkan makna untuk saling menguatkan satu sama lain. Sesuai dengan baitnya ‘It's scary to take the leap in this world but it's okay// Lets hold hands now// We can greet tomorrow’s sun if we comfort each other (Melangkah di dunia ini memang menakutkan, tapi tak apa-apa. Mari kita berpegangan tangan dan kita bisa menyambut matahari esok jika kita saling menghibur)’.
Dari sini SEVENTEEN menyampaikan bahwa tidak apa-apa merasa takut, asalkan kita saling menggenggam tangan, mendukung dan saling menguatkan. Dengan begitu, hari esok yang lebih cerah akan selalu bisa dijemput bersama-sama. Karena kekuatan cinta itu nyata.
Di akhir lagu, grup ini juga mengungkapkan bahwa cinta akan terus tumbuh melalui liriknya ‘Gather our ever growing hearts, the power of love (Kumpulkan hati kita yang terus tumbuh, Kekuatan cinta)’.
Dari sini sudah sangat jelas bahwa cinta itu layaknya sebuah benih yang terus tumbuh dan takkan pernah habis.
Melalui lagu ‘Ainochikara’ atau ‘Power of Love’ ini SEVENTEEN mengajak para Carat (sebutan khusus untuk penggemar SEVENTEEN) untuk terus bersemangat dan jangan putus asa. Karena musim dingin (kesedihan) akan segera terganti dengan musim semi (kebahagiaan dan harapan yang baru) dalam hidup. Jadi, bagaimana menurutmu?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Rilis 15 Januari, Film Penunggu Rumah: Buto Ijo, Adaptasi Timun Mas Lebih Gila dan Seram
-
Rilis 27 Februari 2026, Scream 7: Teror Ghostface Keluarga Sydney Prescott
-
Mangrove dan Manusia Pelajaran tentang Kesabaran yang Tak Instan
-
Menaklukkan atau Bertahan? Belajar Harmoni dengan Alam dari Cara Hidup Masyarakat Pesisir
-
Laut Mengambil Kembali Haknya: Belajar Etika Ekologi dari Abrasi
Artikel Terkait
-
Shine in the Cruel Night oleh LiSA: Masih Ada Harapan di Tempat Tergelap
-
Bukan Lagu Ulang Tahun, Ten NCT Bawakan Cinta yang Intim di Lagu Birthday
-
Olivia Rodrigo Kenang Patah Hati di Masa Lalu Lewat Lirik Drivers Licence
-
Nagita Slavina Buktikan Kelasnya! Dari Sultan Andara Jadi VIP Konser BLACKPINK Bareng Bintang Korea
-
Snowy Summer oleh Close Your Eyes: Serunya Main Salju di Juli yang Panas
Ulasan
-
Novel Promise: Ternyata Jujur adalah Nama Tengah Cinta
-
Buku Tuhan, Maafkan Masa Laluku: Teguran Keras untuk Kita yang Lalai
-
Film We Bury the Dead: Duka di Tanah Penuh Zombie yang Mengerikan!
-
Drama China A Romance of the Little Forest: Cinta Tumbuh Seperti Tanaman
-
Buku Sehat Setengah Hati, Cara Mudah Memperbaiki Pola Hidup
Terkini
-
Kierkegaard dan Eksistensialisme: Menemukan Makna Hidup di Dunia yang Berisik
-
Bosan Gaya Simpel? Intip 4 Look Bold dan Modern dari Bailey ALLDAY PROJECT
-
Hangout Makin Stylish, Intip 4 OOTD Harian ala Oh Hayoung APINK
-
Hujan, Kopi, dan Alasan untuk Tidak Segera Pergi
-
Pandji Pragiwaksono dan Polemik Mens Rea: Mengapa Kita Sering Dibenturkan Sesama Warga?