Misalnya, hari ini Sobat Yoursay lagi ingin menghabiskan waktu santai bersama keluarga di kota kecil nan damai. Matahari cerah, udara segar, dan semua terasa aman. Lalu, dalam hitungan jam, kedamaian itu hancur diakibatkan ledakan, teriakan, darah, dan tubuh yang berjatuhan akibat baku hantam tanpa ampun. Bagi Hutch Mansell, ini bukan hal baru. Bagiku? Ini adalah alasan utama nonton Film Nobody 2.
Tiga tahun setelah Film Nobody (2021) sukses besar di box office dan mencetak penggemar setia, ternyata ‘sang mantan pembunuh bayaran’ kembali beraksi.
Sekuel ini tayang di bioskop Indonesia sejak 15 Agustus 2025, dan disutradarai Timo Tjahjanto, sineas Indonesia yang reputasinya di kancah film laga internasional sudah nggak diragukan, mulai dari Film The Night Comes for Us hingga Film Headshot.
Bikin penasaran, kan? Yuk, lanjut Kulik lebih dalam lagi!
Sinopsis Film Nobody 2
Film pertama mengenalkan kita pada Hutch Mansell (Bob Odenkirk) sebagai sosok suami dan ayah yang nyaris tampak biasa saja. Dia nggak menonjol di kantor, rutin menjalani hidup, dan tampaknya terlalu penurut. Namun, di balik penampilan biasa itu, tersembunyi masa lalu kelam sebagai agen pembunuh pemerintah yang terlatih.
Insiden kecil berupa perampokan di rumahnya, membuka kembali sisi lamanya, memicu rangkaian aksi brutal melawan mafia Rusia.
Di sekuelnya, Hutch Mansell tampaknya mencoba hidup normal lagi. Dia membawa istrinya, Becca (Connie Nielsen), dan anak-anak mereka ke Plummerville, kota wisata kecil yang manis dan penuh warna. Awalnya, itu adalah liburan keluarga sederhana; makan es krim, jalan-jalan, dan mencoba wahana di taman hiburan lokal.
Eh, ternyata Plummerville punya rahasia. Di balik keceriaan turis dan lampu-lampu warna-warni, ada pengusaha taman hiburan licik (Sharon Stone), sheriff korup, dan bos kriminal yang siap menumpahkan darah demi mempertahankan kekuasaan.
Begitu Hutch Mansell mencium aroma masalah, insting lamanya kembali. Dan seperti yang bisa ditebak, liburan jadi kacau banget.
Sekuel ini memang menyuguhkan aksi di sana-sini. Lalu bagaimana dengan performa filmnya? Yuk, kepoin lebih lagi!
Review Film Nobody 2
Menurutku, perubahan terbesar di Film Nobody 2 terkait pergeseran gaya visualnya. Jika film pertama punya nuansa noir gelap dengan pencahayaan redup dan tone serius, Timo Tjahjanto kali ini memilih pendekatan berbeda: warna-warna cerah, cahaya terang, dan setting kota kecil yang nyaris kayak postcard.
Tampaknya benar, Timo tuh paham, sekuel harus menawarkan sesuatu yang baru tanpa kehilangan identitasnya. Dia mempertahankan fisikalitas pertarungan, kamera yang bergerak lincah mengikuti aksi, dan koreografi tarung yang penuh variasi.
Durasi Film Nobody 2 cuma ±89 menit, sedikit lebih pendek dari film pertama. Alih-alih mengurangi, ini justru memperketat tempo. Nyaris setiap 10 menit ada ledakan aksi atau kejutan naratif lho.
Betewe, ada nama-nama pemain baru lho. Sharon Stone tampil eksentrik dan nggak terkendali, Colin Hanks tampil lumayan sinis, dan John Ortiz membawa aura licik yang membuat penonton sulit menebak langkahnya. Chemistry antar-karakter terasa cair, meski konflik utamanya tetap ada pada Hutch dan keluarganya.
Bisa kubilang, Film Nobody 2 bukan sebatas sekuel. Ini pembuktian, formula film aksi sederhana bisa terus berkembang asal tahu bagaimana memadukan karakter yang kuat, aksi yang kreatif, dan penyutradaraan yang punya visi jelas.
Bila Sobat Yoursay suka dengan film aksi, ini pilihan tepat. Yuk, nonton sebelum turun layar!
Baca Juga
-
Masih dengan Persantetan, Sebagus Apa Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa?
-
Nonton Tunggu Aku Sukses Nanti: Relatable Sih, tapi Kok Kayak Takut Terlalu Jujur
-
Paul McCartney: Man on the Run, Dokumenter yang Terlalu Menjaga Citra Idol
-
Bukan Klimaks yang Final, Danur: The Last Chapter Terasa Kecil dan Lemah
-
Film Peaky Blinders: The Immortal Man, Lebih Personal Kendati Melelahkan
Artikel Terkait
-
Nova Eliza Alami Serangan Panik Usai Jalani Adegan Dikubur Hidup-Hidup di Film Terbaru
-
Sinopsis Film 'Jadi Tuh Barang', Dibintangi Oki Rengga dan Beby Tsabina
-
Ada Harga Mahal di Balik Citra Keluarga yang Tampak Harmonis di Luar
-
Dipecat dari Serikat Penulis, Park Chan-wook Tepis Isu Tak Ikut Mogok 2023
-
Sutradara Akui Malu Gaet Artis Ternama untuk Film Merah Putih One For All
Ulasan
-
Vibes Lebih Seram dan Gelap, Wednesday Season 2 Bongkar Rahasia Willow Hill & Burung Gagak Pembunuh
-
Dikatakan Atau Tidak Dikatakan itu Tetap Cinta: Memahami Rasa Lewat Sajak Tere Liye
-
Keluarga Bukan Hanya Darah: Pelajaran Hidup dari Novel Jepang Tentang Estafet Cinta Tak Terduga
-
Novel Tarian Bumi, Tarian Pembebasan dari Penjara Kasta yang Membelenggu
-
Di Balik Industri Migas: Kisah Kemanusiaan dalam Novel Sumur Minyak Airmata
Terkini
-
Cerita dari Desa Majona
-
Urban Loneliness: Kesepian yang Mengintai Pekerja di Kota Besar
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Makna Daun Palma dalam Minggu Palma, Simbol Iman dan Pengorbanan
-
Sinyal Hilang? Tenang, Garmin inReach Mini 3 Plus Tetap "On" Meski di Tengah Hutan