Bagi seorang pembunuh bayaran, hidup selalu berada di ujung tanduk. Tidak ada ruang untuk keraguan, karena hidup mereka mendapat dua pilihan, bertarung atau mati. Bertarung berarti menjalankan hidup dengan segala risikonya, sementara mati berarti harga yang harus dbayar ketika kekuatan, fokus, dan kewaspadaan terlepas sesaat saja.
Oregades merupakan novel karya Jacq yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2015. Novel ini mengusung genre young adult dan fiksi yang menyajikan 176 halaman untuk dibaca.
Novel ini menceritakan tentang keluarga Oregades, yaitu keluarga pembunuh bayaran yang penuh rahasia. Si kembar Felix dan Felicis merupakan keluarga Oregades, yang artinya keduanya termasuk dalam pembunuh bayaran. Sedari kecil, Felix dan Felicis sudah diajari cara untuk membunuh, latihan fisik, dan hidup tanpa perasaan.
Mereka tidak mengenal orang tua dan tidak tahu keberdaannya. Percaya dan mencintai juga dilarang karena itu dapat mengganggu tugas yang sedang dikerjakan. Sampai suatu hari, keduanya mendapat tugas yang Ketua beri. Mau tidak mau, mereka harus mengerjakannya jika masih ingin hidup.
Sayangnya, Felicis harus menjadi sandera agar menjadi jaminan ketika Felix mengambil chip berisi data tugas Oregades atas suruhan gerombolan yang mengaku sebagai partner Oregades. Saat hampir menyerahkan chip tersebut, Felix menanyai alasan gerombolan yang menyebut dirinya sebagai partner Oregades justru menginginkan chip. Lebih masuk akal jika mereka disebut musuh, bukan partner.
Penembakan misterius yang terjadi dari lantai dua membuat semuanya abu-abu. Padahal, jika saja penembak tersebut tidak mengeluarkan pelurunya, rahasia demi rahasia dapat terbongkar dan kejadian itu mungkin dapat diselesaikan.
Pertanyaannya, mungkinkah Felix dan Felicis melepaskan diri dari keluarga Oregades? Atau justru darah, rahasia, dan bayang-bayang akan menelan mereka sebelum menemukan rahasia yang disembunyikan?
Untuk mengetahui kelanjutannya, kamu dapat membaca novel Oregades karya Jacq.
Biasanya, saya hanya menonton dalam drama atau film tentang pembunuh bayaran. Tapi kali ini, saya membaca kisah pembunuh bayaran lewat novel dan ternyata tak kalah seru dengan drama atau film yang biasa saya tonton.
Cara-cara pembunuhan yang dilakukan dalam novel ini dijelaskan dengan baik dan saya dapat membayangkan adegan demi adegan seolah saya sedang menonton adegan tersebut. Novel ini tidak hanya menyoroti aksi berbahaya, tetapi juga pergulatan batin di balik tokoh yang hidup di dunia penuh darah dan rahasia.
Daya tarik utama terletak pada ketegangan, takut apabila rencana yang mereka buat tidak berhasil dan apa yang akan terjadi setelah itu. Saya suka bagaimana penulis menggunakan sudut pandang Felix dan Felicis. Jadi, saya dapat mengetahui apa yang mereka pikirkan tentang tugas yang mereka emban.
Walaupun diajarkan hidup tanpa perasaan, ternyata mereka juga dapat merasakan dan melihatnya. Bagaimanapun juga mereka tetap manusia. Di balik pekerjaan yang penuh darah dan rahasia, masih ada ruang kecil di hati mereka yang menginginkan kebersamaan dan cinta.
Sayangnya, novel ini memilih untuk menyelesaikan ending dengan menggantungnya. Tapi, ada kabar baik untuk novel ini karena penulis membuat sekuel yang dapat kalian baca agar tidak penasaran. Sepertinya memang harus membaca sekuel karena masih banyak yang belum terjawab dalam novel ini.
Jika kalian pecinta novel yang mengangkat kisah pembunuh bayaran, kamu akan menyukai novel ini. Tidak ada salahnya untuk membaca novel ini bagi kalian yang belum pernah terjun membaca kisah seperti ini. Baca dan temukan keseruannya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Drama China Fangs of Fortune: Dua Dunia di Ambang Kekacauan
-
Drama China Unforgettable Love: Keluarga Lahir dari Kasih Sayang
-
Drama China You Are My Hero: Ketika Medis dan Militer Bertemu
-
Drama China Perfect and Casual: Berjanji Tanpa Cinta, Berakhir dengan Cinta
-
Drama China Love's Ambition: Ambisi Tetap Hidup dalam Cinta yang Tepat
Artikel Terkait
-
Misteri Kematian Arya Daru: Pengacara Desak Polisi Periksa 2 Saksi Kunci!
-
Usai Tuai Kritik, Polisi Klaim Profesional Kembalikan 39 Buku yang Disita dari Tersangka Demo
-
Paranoia Kekuasaan dalam Sastra: Ketika Narasi Kiri Menjadi Teror dan Tabu di Era Orde Baru
-
Baru Tamat, Anime Horor The Summer Hikaru Died Langsung Umumkan Musim 2
-
Lama Bungkam, Istri Arya Daru Pangayunan Akhirnya Buka Suara: Jangan Framing Negatif
Ulasan
-
Review Novel The Great Gatsby: Sisi Gelap American Dream
-
Novel Babel: Menggugat Akar Kolonialisme Lewat Menara Terjemahan
-
Refleksi Imlek: Membedah Pemikiran Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran
-
Novel Kamar Nomor 7, Teror yang Mengintai di Maitra Boarding School
-
Novel Tuhan Maha Romantis: Saat Cinta Pertama Menguji Keteguhan Komitmen
Terkini
-
Waspada Spyware! Ciri HP Kamu Sedang Disadap dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Min Hee Jin Menang Gugatan Rp292 Miliar, Apa Respons HYBE Selanjutnya?
-
Sajian Khas Imlek Tionghoa Pesisir di Bintan dan Kepulauan Riau, Mana Favoritmu?
-
Love Through A Prism: Comeback Yoko Kamio di Era Klasik London
-
Pemburu Waktu dan Takdir yang Dihapus