Hayuning Ratri Hapsari | Ryan Farizzal
Poster film Jay Kelly (IMDb)
Ryan Farizzal

Film Jay Kelly (2025) adalah sebuah drama komedi yang mendalam, disutradarai oleh Noah Baumbach, sutradara terkenal dengan karya-karya seperti Marriage Story dan The Meyerowitz Stories. Skrip ditulis bersama oleh Baumbach dan Emily Mortimer, yang juga tampil dalam peran kecil sebagai stylist Jay.

Film ini dibintangi oleh George Clooney sebagai Jay Kelly, seorang aktor Hollywood terkenal yang sedang mengalami krisis identitas. Adam Sandler berperan sebagai Ron Sukenick, manager setia yang telah mengorbankan hidupnya untuk Jay.

Pemeran pendukung termasuk Laura Dern sebagai publicist Liz, Riley Keough sebagai putri sulung Jessica, Grace Edwards sebagai putri bungsu Daisy, Billy Crudup sebagai teman lama Timothy, Jim Broadbent sebagai sutradara Peter Schneider, dan Greta Gerwig dalam cameo sebagai istri Ron.

Dengan durasi 132 menit, film ini diproduksi oleh Netflix dan dirilis secara terbatas di bioskop luar negeri pada 14 November 2025, sebelum tayang di platform streaming pada 5 Desember 2025.

Perjalanan Refleksi Jay Kelly di Eropa

Salah satu adegan di film Jay Kelly (IMDb)

Sinopsis cerita berpusat pada Jay Kelly, seorang bintang film berusia 60-an yang baru saja menyelesaikan syuting film terbarunya. Jay mulai merenungkan hidupnya yang kosong akibat prioritas karir yang mengorbankan hubungan pribadi, terutama dengan kedua putrinya.

Kejadian-kejadian seperti kepergian Daisy ke Eropa untuk liburan musim panas, kematian sutradara yang memberinya kesempatan pertama (Peter Schneider), dan pertemuan dramatis dengan teman lama Timothy di pemakaman, memicu perjalanan pencarian jati diri Jay.

Ia memutuskan untuk meninggalkan proyek film berikutnya dan pergi ke Italia untuk menerima penghargaan seumur hidup di festival film Tuscany, sekaligus berusaha mendekati Daisy.

Ron dan Liz berusaha mengikuti kekacauan ini, sementara Jay berinteraksi dengan orang-orang biasa dalam perjalanan kereta, yang menjadi momen refleksi tentang kesepian di balik kemewahan selebriti.

Baumbach menggunakan struktur naratif yang mirip A Christmas Carol, dengan flashback yang mengungkap masa lalu Jay, seperti bagaimana ia "mencuri" audisi dari Timothy di masa muda (diperankan oleh Charlie Rowe dan Louis Partridge).

Elemen meta sangat kuat; Clooney memerankan versi fiksi dari dirinya sendiri, mengeksplorasi paradoks kehidupan bintang film yang dikelilingi orang tapi merasa sendirian.

Humor muncul dari situasi absurd, seperti Jay yang selalu mengeluh sendirian sambil diberi minuman oleh asisten tak terlihat, atau adegan pencurian tas di kereta yang menjadi inside joke ala Tom Cruise.

Namun, film ini lebih dari sekadar komedi; ia menyelami tema-tema berat seperti narsisme, pengorbanan keluarga, ketidakseimbangan kekuasaan dalam hubungan (seperti antara aktor dan manager), dan transparansi ketenaran yang sering menipu.

Review Film Jay Kelly

Salah satu adegan di film Jay Kelly (IMDb)

George Clooney memberikan performa terbaiknya sejak lama, memerankan Jay dengan campuran pesona, kerapuhan, dan keegoisan yang autentik. Ia berhasil menyampaikan kegelisahan seorang pria yang khawatir tak punya kepribadian selain yang diberikan oleh peran film dan sorotan media.

Adam Sandler mencuri perhatian sebagai Ron, dengan akting yang jujur dan mendalam—mengingatkan pada perannya di Uncut Gems. Sandler menangkap esensi seorang pria yang memperlakukan Jay seperti anak, tapi mulai mempertanyakan pengorbanannya sendiri, termasuk keluarganya.

Dialog seperti "Friends don’t take 15 percent" menyoroti dinamika rumit mereka. Laura Dern solid sebagai Liz, menambahkan lapisan emosional dari hubungan masa lalu yang tak terselesaikan.

Riley Keough menyentuh hati sebagai Jessica, yang menyampaikan rasa sakit ditinggalkan ayahnya dengan dialog pedas: "You know how I know you didn’t want to spend time with me? Because you didn’t spend time with me." Grace Edwards sebagai Daisy memberikan kontras yang lebih ringan, tapi tetap realistis.

Secara teknis, film ini didukung oleh skor indah dari Nicholas Brittell yang menambah nuansa emosional, dan sinematografi fluid Linus Sandgren yang menangkap keindahan Eropa sambil menekankan isolasi Jay.

Baumbach menggabungkan elemen autobiografis—seperti pengaruh Fellini dalam adegan refleksi—dengan kritik terhadap Hollywood, di mana Jay dibandingkan dengan legenda seperti Paul Newman dan Marcello Mastroianni.

Meski ambisius, film ini punya kelemahan. Kurasa skrip terasa terlalu rapi dan terhitung, membuat beberapa karakter pendukung seperti ayah Jay (Stacy Keach) atau klien lain Ron (Patrick Wilson) hanya sebagai alat plot.

Adegan perjalanan kereta dianggap patronizing, menggambarkan "orang biasa" sebagai figur idealisasi yang naif. Ritme film agak lambat di tengah, dan nada keseluruhan kadang steril, meski seharusnya lebih kasar untuk mencerminkan kekacauan batin Jay.

Beberapa kritikus membandingkannya dengan film Norwegia Sentimental Value, yang lebih fokus pada perspektif anak-anak dan dianggap superior. Selain itu, elemen gimmick seperti subplot pencurian tas terasa sebagai penopang plot yang kurang organik.

Secara keseluruhan, Jay Kelly adalah film middlebrow yang cerdas dan memuaskan untuk penonton dewasa, mengeksplorasi pilihan hidup dan penyesalan dengan campuran humor dan pathos.

Ia tak memberikan penebusan penuh bagi Jay, berakhir dengan nada emosional yang jujur—montase film-film Jay yang membuatnya menyadari nilai hidupnya, sambil memegang tangan Ron sebagai "cinta" tak terucap.

Menurutku film ini patut diapresiasi atas performa dan tema, meski tak sempurna. Bagi penggemar Baumbach atau Clooney, ini wajib tonton untuk refleksi tentang ketenaran.

Di Indonesia, film ini tayang di Netflix mulai 5 Desember 2025, sesuai dengan rilis global streaming. Tidak ada info resmi tentang tayang di bioskop lokal, mengingat distribusi terbatas di luar festival seperti Venice dan Telluride.

Penonton Indonesia bisa akses langsung via langganan Netflix, dengan subtitle bahasa Indonesia yang sudah tersedia.