Pernahkah Anda sedang fokus mengerjakan sesuatu, tetapi tiba-tiba mendengar potongan lagu yang terus berputar di telinga? Seperti Baby Shark, mungkin, atau Tabola Bale yang refreinnya belakangan ini selalu terputar di For You Page (FYP) TikTok. Fenomena ini disebut earworm, atau secara ilmiah dikenal sebagai Involuntary Musical Imagery.
Fenomena earworm membuktikan bahwa pikiran manusia tidak sepenuhnya berada di bawah kendali kita. Meskipun terkadang menghibur, earworm sering kali terasa seperti gangguan mental yang tidak bisa dimatikan. Jadi, mengapa otak kita seolah memiliki playlist otomatis yang tidak bisa di-pause? Ternyata, ada penjelasan ilmiah yang menarik di baliknya.
1. Rasa Gatal di Dalam Otak (Cognitive Itch)
Secara psikologis, earworm sering disebut sebagai cognitive itch atau gatal kognitif. Merujuk pada National Library of Medicine, earworm memiliki keterkaitan erat dengan sistem memori kita.
Namun, yang membuatnya menjadi menyebalkan adalah sifat psikologisnya. Semakin keras kita mencoba mengusir atau mencegah lagu tersebut muncul, justru lagu tersebut akan semakin berputar dan terus berputar. Otak kita seolah-olah "menggaruk" rasa gatal tersebut dengan mengingat-ingat melodi yang sama sehingga menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.
2. Terperangkap di Ruang Pendengaran
Jika Anda merasa lagu tersebut terdengar sangat nyata di dalam kepala, hal itu karena otak Anda memang sedang "memutarnya" secara fisik pada level saraf.
Berdasarkan penjelasan dari Halodoc, secara neurologis earworm terjadi karena potongan lagu tersebut terperangkap di korteks pendengaran, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab memproses suara. Para peneliti meyakini adanya siklus umpan balik (feedback loop) di area ini. Korteks pendengaran terus-menerus mengaktivasi jejak memori musikal sehingga menciptakan sensasi seolah-olah lagu tersebut benar-benar sedang diputar secara eksternal. Ini adalah hasil dari interaksi kompleks antara memori, emosi, dan pemrosesan audio kita.
3. Resep Lagu yang Menempel di Kepala
Tidak semua lagu bisa menjadi earworm. Ada kriteria khusus yang membuat sebuah melodi seolah-olah menempel di kepala.
Merujuk pada Harvard Health Publishing, penelitian menunjukkan bahwa lagu dengan kontur melodi yang cepat dan sederhana cenderung lebih besar kemungkinannya menjadi earworm. Selain kesederhanaan, musik yang memiliki interval unik di antara nada-nadanya juga memiliki potensi besar untuk terus berputar. Keunikan ini membuat lagu tersebut lebih menonjol di memori otak dibandingkan dengan lagu-lagu dengan struktur yang standar atau membosankan.
Lalu, Bagaimana Cara Menghentikannya?
Jika Anda sudah mulai stres karena otak terus memutarkan lagu yang sama di telinga, Halodoc menyarankan untuk:
- Dengarkan lagu tersebut sampai habis. Terkadang otak memutar potongan lagu karena lagu tersebut terjebak dalam memori yang tidak tuntas. Mendengarkannya secara utuh bisa memberikan "penyelesaian" bagi otak.
- Mengunyah permen karet. Gerakan rahang dapat mengganggu jalur motorik yang terlibat dalam membayangkan musik.
- Kerjakan tugas-tugas kognitif yang dapat mengalihkan fokus pikiran ke aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi. Mengisi teka-teki silang atau membaca buku bisa menjadi salah satu solusinya.
Earworm memang membuat kita merasa tidak tenang, tetapi ini menjadi salah satu bukti bahwa kerja memori dan sensorik di otak kita sangat hebat dalam menyimpan informasi, meskipun informasinya hanya berupa potongan lagu yang tidak kita sukai.
Baca Juga
-
Studi: Perluasan Ruang Hijau Kota Hanya Redam Sebagian Kecil Kenaikan Suhu, Bagaimana Solusinya
-
Berhenti Merasa Jadi Orang Paling Lelah, Dunia Bukan Milikmu Sendiri!
-
Yoursay Class: Tak Sekadar Curhat, Ini Cara Menulis Opini Personal yang Relatable dan Berdampak
-
Simbol Kehidupan Baru: Mengapa Telur Menjadi Pusat Perayaan Paskah?
-
Narasi Kejujuran Musisi Perempuan yang Menguatkan Lewat Karya Musik
Artikel Terkait
-
Pasto Dilarang Bawakan Lagu Glenn Fredly, Rayen Pono Buka Suara Soal Mekanisme Royalti
-
Kusunoki's Garden of Gods Ungkap Lagu Opening Jelang Penayangan April 2026
-
Ikut Keinginan Penonton, King Nassar Beberkan Rahasia Aksi Panggung 'Brutal' dan 'Anarkis'
-
Lesti Kejora Tak Terbukti Langgar Hak Cipta, Polisi Resmi Hentikan Laporan Yoni Dores
-
Update Kasus Lesti Kejora vs Yoni Dores, Rizky Billar Datangi Polda Metro Jaya
News
-
Studi: Perluasan Ruang Hijau Kota Hanya Redam Sebagian Kecil Kenaikan Suhu, Bagaimana Solusinya
-
Harga Beras Bikin Jantungan? Di Penggilingan Turun, Eh di Pasar Malah Melambung!
-
Berkah Pion di Warung Kopi: Ketika Perang di Papan Hitam Putih Ternyata Bisa Lawan Pikun
-
Bukan Sekadar Melindungi Rakyat, Ini Alasan Pemerintah Menahan Kenaikan BBM
-
STY Hadir! Intip Keseruan Pacuan Kuda Triple Crown 2026 di Jogja Bareng 12 Ribu Penonton
Terkini
-
Gaji UMR Kediri, Selera Senopati: Ketika Gengsi Jadi Kendaraan Menuju Kebangkrutan
-
Di Balik Angka UMR: Ada Cerita Perjuangan di Tengah Kebutuhan yang Meningkat
-
5 Pilihan Spray Serum Bi-phase untuk Hasil Wajah Sehat dan Bercahaya
-
Review Nine Puzzles: Alasan Penggemar Drama Misteri Wajib Nonton Ini
-
Honkai: Star Rail Rilis Trailer Animasi Bersama MAPPA, Picu Spekulasi Anime