Lintang Siltya Utami | Chairun Nisa
Novel Dunia Sophie karya Jostein Gaarder. (Mizan Store)
Chairun Nisa

Belajar filsafat sering kali dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan, terlebih jika harus berhadapan dengan bahasa baku dalam buku-buku tebali. Karena itu, mempelajari filsafat melalui karya fiksi atau novel menjadi pilihan yang sangat tepat bagi pemula, khususnya mereka yang ingin mengenal filsafat Barat secara perlahan dan menyenangkan.

Jostein Gaarder hadir sebagai jawaban untuk siapapun yang ingin mulai mengenal fisafat melaui novel Dunia Sophie, sebuah novel yang berkisah tentang gadis remaja bernama Sophie Amundsen. Hidup Sophie sebenarnya berjalan biasa saja, hingga suatu hari ia menerima surat-surat misterius berisi pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang filsafat dan sejarah pemikiran manusia. Surat-surat itu dikirim oleh seorang guru filsafat bernama Alberto Knox, sosok yang perlahan mengubah cara Sophie memandang dunia.

Sinopsis

Kisah dimulai ketika Sophie, yang berusia 14 tahun, menerima sebuah amplop berisi surat misterius pada suatu siang. Dari situlah segalanya bermula. Sophie diliputi rasa penasaran: siapakah Alberto Knox sebenarnya? Apakah ia orang baik atau justru berbahaya? Namun, keraguan itu perlahan terkalahkan oleh rasa ingin tahunya yang besar terhadap dunia filsafat yang dipaparkan dalam surat-surat tersebut.

Filsafat dalam Surat

Melalui imajinasi sang “mayor”, pembaca diajak menelusuri sejarah filsafat secara runtut. Dimulai dari filsafat Yunani Kuno, seperti pemikiran para filsuf pra-Sokratik, Thales, Anaximandros, Herakleitos, dan Parmenides yang membahas asal-usul alam semesta. Kisah berlanjut ke masa Sokrates, Plato, dan Aristoteles, kemudian ke Abad Pertengahan melalui pemikiran Agustinus dan Thomas Aquinas.

Perjalanan filsafat ini terus berlanjut ke era modern, mencakup rasionalisme René Descartes dan Spinoza, empirisme John Locke, George Berkeley, serta David Hume, hingga pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Karl Marx, Sigmund Freud, dan Charles Darwin. Semua itu disampaikan dengan bahasa sederhana, disesuaikan dengan sudut pandang anak-anak berusia 14 tahun seperti Sophie sehingga terasa ringan meski membahas gagasan-gagasan besar.

Keinginan Sophie untuk bertemu sang guru semakin memuncak, hingga sebuah lapisan cerita lain muncul. Pembaca diperkenalkan pada Hilde Møller Knag, gadis seusia Sophie yang dengan tanggal ulang tahun yang sama . Ayah Hilde, Albert Knag, adalah seorang perwira PBB asal Norwegia. Dari sinilah ketegangan cerita meningkat dan menghadirkan plot twist yang mengejutkan: Sophie dan Alberto ternyata hanyalah tokoh rekaan dalam cerita yang ditulis oleh Albert Knag sebagai hadiah ulang tahun ke-14 untuk putrinya, Hilde.

Masalahnya, tokoh-tokoh rekaan ini tidak tinggal diam. Sophie dan Alberto mulai menyadari keberadaan mereka dan berusaha melepaskan diri dari kendali sang penulis. Di titik inilah novel ini melampaui kisah remaja biasa dan menjelma menjadi refleksi filosofis tentang kebebasan, keberadaan, serta batas tipis antara khayalan dan kenyataan.

Penutup

Dunia Sophie bukan sekadar pengantar filsafat, melainkan juga sebuah cerita tentang kesadaran diri. Kehadiran Hilde dan ayahnya menjadikan novel ini bersifat metafiksi—sesuatu yang jarang ditemui dalam novel remaja. Filsafat tidak disampaikan sebagai ceramah kaku, melainkan mengalir melalui cerita dan dialog yang memancing rasa ingin tahu. Setelah membaca ulasan ini, barangkali Anda akan tertarik membuka lembar demi lembar Dunia Sophie. Namun perlu diingat, ini bukan buku ringan yang bisa dituntaskan dalam sekali duduk bersama secangkir kopi.

Kelebihan dan Kekurangan

Salah satu kekurangan novel ini adalah banyaknya penjelasan tokoh-tokoh dan teori filsafat yang tidak disertai catatan pustaka atau glosarium untuk membantu pembaca memahami istilah asing. Serta bahasa terjemahan yang pada bagian tertentu memerlukan pembacaan berulang untuk memperoleh pemahaman yang utuh. Namun, kekurangan itu tertutupi kelebihan utamanya terletak pada kepiawaian Jostein Gaarder dalam menyisipkan materi filsafat ke dalam setiap lapisan cerita, sehingga pembaca nyaris tidak merasa sedang berhadapan dengan gagasan-gagasan berat, terlebih dengan alur narasi yang dipenuhi kejutan dan plot twist.

Identitas Buku

Judul Asli: Sofie's Verden
Judul Indonesia: Dunia Sophie
Penulis: Jostein Gaarder
Penerbit: Mizan
Tanggal Terbit: 4 Juni 2020
ISBN: 9786024410209
Bahasa: Indonesia
Jumlah Halaman: 798 halaman