Sekar Anindyah Lamase | Oktavia Ningrum
Buku Secret Admirer (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Dalam dunia sastra populer, tema cinta selalu menemukan pembacanya. Namun, di antara sekian banyak kisah romantis, ada satu sudut yang terasa lebih sunyi, lebih personal, dan sering kali lebih menyakitkan. Yaitu cinta yang disimpan dalam diam.

Tema inilah yang diangkat dalam buku Secret Admirer, sebuah antologi puisi yang menghimpun karya-karya para penulis dari berbagai latar, yang sama-sama menulis tentang perasaan menjadi pengagum rahasia.

Buku Secret Admirer merupakan hasil dari ajang Lomba Cipta Puisi Nasional bertema “Secret Admirer” yang berlangsung pada 27 Juni hingga 11 Juli 2020. Dari ratusan karya yang masuk, panitia menyeleksi secara ketat hingga terpilih 150 puisi terbaik.

Dari jumlah tersebut, hanya tiga karya dinobatkan sebagai juara, lima penulis mendapatkan predikat puisi terbaik, dan sepuluh karya terpilih sebagai puisi terfavorit. Antologi ini kemudian diterbitkan pertama kali pada September 2020.

Isi Buku Secret Admirer

Secara konseptual, buku ini menawarkan potret emosional tentang pengalaman mengagumi seseorang tanpa keberanian untuk mengungkapkannya. Perasaan cinta yang terpendam karena malu, takut, sungkan, atau situasi yang rumit menjadi sumber inspirasi utama para penulis.

Dalam dunia romansa, sosok secret admirer sering kali digambarkan sebagai figur yang romantis. Memberi hadiah tanpa nama, menulis surat cinta anonim, atau memperhatikan dari kejauhan tanpa pernah hadir secara nyata.

Namun, Secret Admirer tidak berhenti pada romantisasi semata. Banyak puisi dalam buku ini justru memperlihatkan sisi lain dari cinta yang disembunyikan: rasa perih, kegelisahan, dan penyiksaan batin yang perlahan menggerogoti.

Cinta yang disimpan terlalu rapat tidak selalu mulia. Ia bisa menjadi beban emosional yang melelahkan. Di titik inilah buku ini menjadi menarik, karena pembaca diajak mempertanyakan, sampai kapan perasaan itu layak disembunyikan?

Beberapa puisi menampilkan sikap ambivalen. Di satu sisi, menyembunyikan perasaan dipandang sebagai upaya menjaga keadaan. Menghindari konflik, menjaga relasi, atau mencegah salah paham. Di sisi lain, puisi-puisi tersebut juga menunjukkan bahwa keberanian sering kali lebih menenangkan daripada ketakutan. Diam memang aman, tetapi tidak selalu menyembuhkan.

Gaya Bahasa dan Struktur Kalimat

Secara gaya, antologi ini didominasi oleh bahasa romantik-melankolis. Tema utamanya berkisar pada cinta tak berbalas (unrequited love), kerinduan yang tak tersampaikan, penyesalan, dan perasaan yang dibiarkan mengendap terlalu lama.

Nada yang dibangun cenderung sendu, penuh nostalgia, dan reflektif. Pembaca seakan diajak masuk ke ruang batin para penulis yang sunyi, tempat perasaan hidup tanpa pernah menemukan jalan keluar.

Beberapa karya menonjol dan meninggalkan kesan mendalam, seperti puisi “Berdegum Kagum” karya Vania Mogsay dan “Rayuan Senyap” karya Oktavia Ningrum. Puisi-puisi ini berhasil memanfaatkan citraan visual dan taktil dengan kuat.

Gambaran aksara yang lapuk berdebu di atas meja kayu yang rimpuh, misalnya, menciptakan visual yang konkret sekaligus simbolik: perasaan yang ditulis berulang-ulang, tetapi tak pernah dibaca oleh orang yang dituju.

Kelebihan dan Kekurangan Buku

Keunggulan dari Secret Admirer adalah keberagamannya. Dengan 150 kontributor, pembaca akan menemukan berbagai perspektif, gaya bahasa, dan kedalaman emosi.

Meskipun temanya seragam, setiap puisi menawarkan cara pandang yang berbeda terhadap cinta dalam diam. Inilah yang membuat buku ini terasa tebal, tetapi tetap ringan dan menyenangkan untuk dibaca. Tema yang dekat dengan pengalaman banyak orang menjadikan proses membaca terasa akrab dan mengalir.

Sayang sekali buku ini tidak dipasarkan di toko buku umum secara luas. Namun buku ini bisa dibeli di marketplace dan web resmi penerbit. 

Pada akhirnya, Secret Admirer bukan hanya kumpulan puisi tentang mengagumi seseorang secara rahasia. Buku ini adalah ruang bersama bagi mereka yang pernah mencintai tanpa suara, yang pernah ragu antara bertahan dalam diam atau memilih keberanian. Dan mungkin, di antara baris-baris puisinya, pembaca akan menemukan perasaannya sendiri. Yang selama ini juga disimpan rapat-rapat.

Identitas Buku

  • Judul: Secret Admirer
  • Penulis: Vania Mogsay, dkk.
  • Penerbit: Jejak Publisher
  • Tahun Terbit: 2020
  • Jumlah Halaman: 282 halaman
  • Kategori: Antologi Puisi / Fiksi
  • ISBN: 9786-232-47-53-7

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS