Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? (IMDb)
Ryan Farizzal

Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? merupakan sebuah karya drama religi Indonesia yang disutradarai oleh Jay Sukmo, sutradara yang dikenal dengan pendekatan emosional dalam mengeksplorasi isu sosial dan spiritual.

Diproduksi oleh Paragon Pictures, film ini menampilkan Revalina S. Temat sebagai pemeran utama Sarah, didukung oleh Megan Domani sebagai Annisa, Annisa Kaila sebagai Laila, Gunawan Sudrajat sebagai Satrio, Sheila Kusnadi sebagai Kiki, Venly Arauna sebagai Leo, Dhawiya Zaida sebagai Nur, Risma Nilawati sebagai Wati, Daniella Sya sebagai Selly, Alex Abbad, Roy Sungkono, dan penampilan spesial dari Ustazah. Dengan durasi 113 menit, film ini rated R13 di Indonesia, menandakan konten yang cocok untuk remaja di atas 13 tahun dengan pendampingan.

Film ini tayang perdana di bioskop Indonesia pada 29 Januari 2026, bertepatan dengan momen akhir pekan yang strategis untuk menarik penonton keluarga. Jadwal tayang serentak di seluruh jaringan bioskop seperti CGV, XXI, dan Cinepolis, membuatnya mudah diakses di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Tiket bisa dibeli melalui aplikasi seperti TIX ID atau situs resmi bioskop, dengan harga mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 60.000 tergantung lokasi dan hari. Sebagai film awal tahun, ia bersaing dengan judul-judul lain, tapi tema religinya diharapkan menarik audiens Muslim yang dominan di Indonesia.

Perceraian dan Beban Ibu Tunggal

Salah satu adegan di film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? (IMDb)

Sinopsis film berpusat pada Sarah, seorang ibu rumah tangga yang hidupnya hancur ketika suaminya, Satrio, memutuskan untuk menikah lagi. Sarah memilih bercerai dan menjadi ibu tunggal bagi dua anaknya, Annisa dan Laila. Perjuangan Sarah tidak hanya fisik, tapi juga emosional dan spiritual, saat ia mempertanyakan keberadaan Tuhan di tengah cobaan berat.

Film ini menggambarkan pergulatan batin seorang ibu yang berusaha bangkit dari broken home, sambil mendidik anak-anaknya menghadapi trauma keluarga. Elemen religi terlihat kuat melalui doa-doa Sarah yang penuh harapan, mencari kedamaian dan makna hidup di tengah kegelisahan. Tanpa spoiler ya guys, cerita ini mengalir dari konflik rumah tangga ke perjalanan introspeksi, dengan twist yang menyentuh isu forgiveness dan resilience.

Dari segi narasi, Jay Sukmo berhasil menyajikan cerita yang relatable bagi masyarakat Indonesia, di mana isu poligami, perceraian, dan peran ibu tunggal sering menjadi tabu tapi nyata. Skrip ditulis dengan sensitif, menghindari dramatisasi berlebih, malah fokus pada dialog-dialog introspektif yang membuatku dan penonton yang lain merenung.

Tema utama adalah doa sebagai senjata menghadapi ujian hidup, di mana bersama kesulitan ada kemudahan menjadi pesan inti. Ini bukan film religi yang preachy, tapi lebih ke eksplorasi psikologis, mirip dengan Ayat-Ayat Cinta tapi dengan sudut pandang perempuan modern. Penggambaran broken home terasa autentik, menyoroti dampak pada anak-anak seperti Annisa yang rebellious dan Laila yang polos, menciptakan dinamika keluarga yang kompleks.

Review Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?

Salah satu adegan di film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? (IMDb)

Performa aktor menjadi highlight utama. Revalina S. Temat brilian sebagai Sarah, menyampaikan emosi rapuh dengan ekspresi wajah yang mendalam, dan pasti membuat penonton ikut merasakan lukanya. Ini mungkin peran terbaiknya sejak Perempuan Berkalung Sorban.

Megan Domani sebagai Annisa menunjukkan kedewasaan, memerankan remaja yang bergulat dengan identitas di tengah chaos keluarga. Annisa Kaila sebagai Laila membawa nuansa imut tapi menyentuh, sementara Gunawan Sudrajat sebagai Satrio berhasil membuat karakter antagonis terasa manusiawi, bukan sekadar villain. Pendukung seperti Sheila Kusnadi dan Alex Abbad menambah kedalaman, dengan chemistry yang natural. Penampilan spesial Ustazah memberikan sentuhan dakwah yang pas, tanpa memaksa.

Secara teknis, sinematografi film ini sederhana tapi efektif, dengan pengambilan gambar di lokasi nyata seperti Depok, Jawa Barat, yang menambah realisme. Warna tone hangat mendominasi adegan keluarga bahagia, beralih ke dingin saat konflik muncul, simbolisasi perubahan emosi.

Soundtrack religi dengan lagu-lagu seperti sholawat memberikan atmosfer spiritual, meski kadang terasa klise. Editing rapi, dengan pacing yang lambat di awal untuk membangun karakter, kemudian mempercepat di klimaks. Namun, kekurangan kecil adalah beberapa subplot yang kurang dieksplor, seperti peran teman Sarah, yang bisa lebih dalam.

Jadi kesimpulannya, Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? adalah film yang menyentuh hati, cocok untuk mereka yang mencari hiburan bermakna. Rating dariku: 8/10, karena keberanian mengangkat isu sensitif dengan empati. Film ini mengingatkan bahwa doa bukan sekadar ritual, tapi dialog intim dengan Tuhan.

Bagi penonton, ia bisa menjadi cermin untuk merefleksikan kehidupan sendiri. Jangan lewatkan tayangannya mulai 29 Januari 2026 – siapkan tisu, karena air mata mungkin mengalir. Respons awal dari preview positif, disebut sebagai film terbagus 2026 oleh beberapa netizen, dan menjanjikan box office yang sukses.