Drama terbaru berjudul The Art of Sarah telah dirilis secara global di platform streaming Netflix pada 13 Februari 2026. Serial ini merupakan drama misteri thriller asal Korea Selatan yang ditulis oleh Chu Song-yeon dan disutradarai oleh Kim Jin-min yang dikenal melalui karya-karyanya seperti Extracurricular dan My Name.
Drama ini dibintangi oleh Shin Hye-sun sebagai Sarah Kim, serta Lee Joon-hyuk sebagai Park Mu-gyeong, seorang detektif yang menjadi kunci terungkapnya kisah penuh teka-teki di balik kehidupan glamor sang tokoh utama. Selain keduanya, aktor dan aktris seperti Kim Jae-won, Park Bo-kyung, Bae Jong-ok, dan Jung Da-bin turut memperkuat jajaran pemeran dengan karakter-karakter yang kompleks dan penuh ambiguitas moral.
The Art of Sarah bermula dengan ditemukannya sebuah mayat perempuan di bawah gorong-gorong sekitar distrik mewah di Seoul. Mayat tersebut pertama kali diidentifikasi sebagai Sarah Kim melalui tanda tato di pergelangan kaki dan sebuah tas bermerek langka yang ditemukan bersama jenazah.
Namun semakin jauh penyelidikan dijalankan oleh Detektif Park Mu-gyeong, semakin jelas bahwa kehidupan Sarah bukanlah apa yang terlihat. Identitasnya sendiri tidak pernah tercatat dengan jelas dalam dokumen resmi, dan berbagai lapisan kisah hidup yang ternyata palsu mulai terkuak satu per satu. Sementara itu, penonton dibawa menelusuri bukan hanya misteri pembunuhan tetapi juga pergulatan batin dan moral berupa kebohongan yang dibangun demi ambisi sosial.
Ambisi dan Identitas Palsu: Jejak Psikologi Moral dalam Tokoh Sarah Kim
Drama The Art of Sarah menyuguhkan karakter utama yang kompleks dari sudut pandang psikologi moral, yakni Sarah Kim. Di permukaan, ia digambarkan sebagai sosok yang memikat, karismatik, dan memiliki status sosial tinggi sebagai kepala cabang Asia sebuah luxury brand. Namun, seiring berjalannya cerita, terungkap bahwa Sarah Kim bukanlah nama asli dari tokoh ini, melainkan adalah hasil konstruksi diri yang dibentuk dari berbagai kebohongan demi mencapai status sosial yang tinggi.
Dalam beberapa adegan, seperti saat detektif Park menemukan bukti bahwa Sarah tidak pernah resmi terdaftar dalam dokumen apapun, penonton mulai melihat konflik moral yang sangat dalam. Sarah secara sadar memilih untuk memalsukan identitasnya, menyusun narasi yang penuh rekayasa, dan bahkan memperdaya orang-orang berpengaruh di sekitarnya untuk memperkuat status dan reputasinya.
Pada titik ini, drama mengajak penonton untuk turut mempertanyakan. Apakah kebohongan yang konsisten bisa menjadi bagian dari identitas seseorang? Dalam psikologi moral, pertanyaan ini menunjukkan konflik antara kejujuran dan keinginan pribadi, di mana moralitas internal seorang individu diuji ketika dia menilai nilai kebenaran hanya berdasarkan manfaat yang diperoleh.
Kebenaran vs Kebohongan: Keputusan Moral dalam Adegan Kunci
Salah satu adegan yang paling menarik adalah ketika di sebuah pesta peluncuran produk Boudoir, di mana Sarah terlihat berinteraksi dengan elite sosial Seoul. Di sinilah kita melihat dualitas karakter. Di satu sisi ada citra mewah yang ia pamerkan, tetapi di sisi lain, kita juga disuguhi kilas balik kehidupan kerjanya yang keras sebagai Mok Ga-hui, pekerja toko biasa yang hidup dalam tekanan ekonomi.
Adegan tersebut merefleksikan dilema moral klasik antara keinginan individu untuk meningkatkan status personalnya dan prinsip moral untuk tetap jujur. Dari perspektif psikologi moral, kita dapat melihat bahwa kebohongan yang dibuat Sarah tidak sekedar demi selamat dalam sebuah kisah fiktif, tapi mencerminkan justifikasi moral yang sering muncul dalam kehidupan nyata.
Bahwa tujuan mulia (status, keamanan finansial, popularitas) dapat membenarkan tindakan yang dianggap tidak etis. Ini adalah ilustrasi dari teori moral relativisme, di mana seseorang menilai suatu tindakan tidak lagi berdasarkan nilai universal tetapi berdasarkan konteks dan tujuannya.
Akibat Moral Kebohongan: Hubungan Sosial dan Konflik Batinnya
Hubungan Sarah Kim dengan karakter lain seperti Park Mu-gyeong dan Ji-hwong juga menunjukkan dampak psikologis kebohongan dalam hubungan interpersonal. Park Mu-gyeong, sebagai detektif yang gigih, tidak hanya berupaya menemukan fakta di balik situasi pembunuhan yang rumit tetapi juga memperlihatkan bagaimana hubungan orang lain dengan Sarah penuh kontradiksi. Dari kekaguman hingga kebingungan, hingga akhirnya keterkejutan saat kebenaran muncul.
Scene saat interogasi Sarah oleh Park bukan sekedar pertanyaan tentang identitas palsu, tetapi juga representasi konflik moral yang lebih dalam. Apakah seseorang tetap berharga sebagai individu jika semua yang diketahui darinya adalah kebohongan?
Perspektif psikologi moral menunjukkan dampak jangka panjang dari kebohongan pada diri pelaku itu sendiri, seperti rasa bersalah, kecemasan identitas, penurunan empati, serta pengasingan sosial. Dalam drama ini, Sarah terus berusaha mempertahankan dinding kebohongannya, namun semakin sering ia berbohong, semakin ia kehilangan hubungan yang sebenarnya dan semakin terisolasi secara emosional.
The Art of Sarah bukan sekadar drama misteri kriminal biasa. Ia adalah cerita tentang ambisi manusia, konflik moral, dan perjuangan batin antara keinginan serta integritas.
Drama ini menantang penonton untuk tidak hanya mencari jawaban tentang siapa yang bersalah atau tidak, tetapi juga menggali pertanyaan lebih dalam tentang apa yang membuat suatu kehidupan bermakna.
Baca Juga
-
Childfree dalam Perspektif Psikologi: Pilihan Rasional atau Respons Trauma?
-
Di Balik Kekuasaan: Cara Psikologi Sosial Membentuk Wajah Politik Indonesia
-
Anak yang Terbelenggu Kecemasan dan Sistem Pemerintahan yang Abai
-
Merosotnya Moral Remaja: Benarkah Korban Zaman atau Bukti Kelalaian Kita?
-
Alamat yang Tidak Pernah Ditulis
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Novel The Davenports, Kejayaan Pengusaha Kulit Hitam di Amerika
-
Belajar Berani Memperbaiki Kesalahan di Novel Reminders of Him
-
Membedah Obsesi Manusia dalam Novel Annie Bot Karya Sierra Greer
-
Menguak Misteri Hilangnya Ilmuan dalam Lima Sekawan Sarjana Misterius
-
Narasi Pertobatan dan Kritik Pacaran dalam Tuhan Maafkan Masa Laluku
Terkini
-
Skincare Berbahan Algae untuk Kulit Sensitif: 4 Produk yang Wajib Dicoba!
-
Ketimbang MBG Selama Ramadan, Mendingan Penuhi Tiga Kebutuhan Urgent Ini?
-
Wajib Bantai Ratchaburi 4 Gol, Persib Bandung Bakal Dihadapkan dengan Unfinished Task?
-
Sinopsis Boyfriend on Demand, Drakor Romantis Baru Jisoo dan Seo In Guk
-
Childfree dalam Perspektif Psikologi: Pilihan Rasional atau Respons Trauma?