Hayuning Ratri Hapsari | Rizky Melinda Sari
Cover Novel Better Than This (gramedia.com)
Rizky Melinda Sari

Buku setebal 300 halaman karya Pradnya Paramitha dan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo ini mengangkat topik enemy-to-lovers alias musuh jadi cinta! Dikemas dalam narasi yang seru, siap-siap diajak mengikuti kisah percintaan Saras yang naik-turun dan tidak terduga!

Sinopsis Novel Better Than This

Saras benar-benar yakin bahwa Leo membencinya. Deretan predikat positif seperti mahasiswa unggulan tingkat nasional, favorit dosen, pemuda tampan yang kita kagumi, dan senior angkatan keempat yang sebentar lagi akan meraih gelar summa cum laude, cukup membuat Leo merasa jengkel dengan keberadaan gadis yang malas, cerewet, kurang pintar, penjudi, yang berkuliah di Fakultas Hukum tetapi hanya menguasai fotografi.

Namun, apakah Saras peduli? Kebencian Leo tidak akan membunuhnya. Sayangnya, Saras mau tidak mau harus memperhatikan karena saat ini Leo adalah kunci kebahagiaannya. Sebuah taruhan dengan rival abadinya, Morrie, mengharuskan Saras menjadikan Leo sebagai pacarnya.

Berbagai cara dilakukan. Gombalan mulai diluncurkan. Hasilnya? Tentu saja meleset. Mengabaikan semua rasa benci dan rasa malunya, Saras akhirnya meminta bantuan. Dia tampil santun dan pasrah, meskipun perkataan tajam Leo selalu membuatnya kesal.

Taruhannya telah berakhir, Saras berhasil. Namun, masalah belum berakhir di situ. Sebagaimana yang Saras ketahui, seharusnya seorang gadis merasa bahagia saat ada pria yang menyatakan cinta. Namun, kenyataannya justru berlawanan. Saras terjebak dalam permainannya sendiri.

Ikuti ulasan lengkapnya di bawah ini!

Sudut Pandang Orang Pertama

Kisah dituturkan dari sudut pandang Saras sebagai tokoh utama. Sudut pandang ini membuat pembaca berasa jadi Saras. Menyelami logikanya yang absurd, keputusannya yang impulsif, hingga hobi taruhannya yang membuat hidup Saras jadi lebih menantang dari roller coaster.

Aku pribadi suka dengan gaya penceritaan yang dituangkan penulis. Rasanya mengalir begitu saja, bikin nagih! Tidak perlu pemahaman lebih atau berulang kali membaca kalimat hanya untuk memahami maknanya.

Kecuali saat teman-teman Saras sudah mulai membicarakan filsafat. Saras cuman bisa iya-iya saja. Pembaca jadi ikut terseret lola alias loading lama.

Enemy to Lovers: Awalnya Musuh, eh Rasa Mulai Tumbuh!

Aku suka sekali dengan interaksi antara Saras dan Leo. Junior dan Senior yang bertemu pertama kali saat OSPEK ini sudah seperti Tom and Jerry versi dunia nyata. 

Tapi Leo tipikal cowok cool, dingin, dan cuek yang menganggap keberadaan Saras tidak lebih penting dari udara transparan yang ada di hadapannya. 

Saras yang menjadikan Leo sebagai salah satu alat untuk memenangkan taruhan pun membuat pertemuan keduanya semakin intens. Siapa sangka Saras yang awalnya sangat anti dan tidak sudi berada di dekat Leo, akhirnya harus menjilat ludahnya sendiri?

Tidak Hanya Tentang Cinta, tapi Juga Penerimaan Diri

Di balik sikapnya yang dingin dan cuek, ternyata Leo menyimpan masa lalunya sendiri yang hanya diketahui orang-orang terdekatnya. Siapa sangka, ternyata Leo yang dikenal super jenius di kampus itu masuk ke jurusan Hukum hanya karena disuruh ayahnya.

Masa lalu Leo yang cukup menyedihkan akan membuat pembaca akhirnya memaklumi tingkahnya yang kadang plin-plan. Awalnya aku pribadi juga ikut kesal dengan sikap Leo yang tidak berpendirian. Tapi memang benar, kita tidak bisa asal judge seseorang tanpa mengetahui latar belakang atau alasan orang tersebut melakukan hal itu.

Perkembangan karakter Leo termasuk salah satu yang aku suka. Leo yang awalnya hanya melakukan hal-hal yang disuruh ayahnya tanpa mempertimbangkan keinginannya sendiri, akhirnya bisa memilih jalan hidupnya sendiri. 

Semua Karakter Manusiawi

Kelebihan lainnya yang aku suka dari novel ini adalah semua karakternya manusiawi alias tidak ada yang benar-benar jahat. Bahkan karakter Morrie yang awalnya menyebalkan pun pada akhirnya membuat pembaca sadar bahwa tidak ada orang yang benar-benar tidak memiliki hati.

Karakter Saras yang menjadi tokoh utama kisah ini juga tidak menye-menye. Aku suka dengan karakter yang tidak diam saja saat ditindas, tapi berani melawan dan memegang teguh pendiriannya.

Terakhir, novel ini cocok dibaca oleh kamu yang sedang mencari bacaan campus life, enemy-to-lovers, serta bacaan yang ringan tapi tetap bermakna. Buku ini juga tersedia secara gratis versi e-book di iPusnas. Selamat membaca!