Sejujurnya, saat menonton empat episode pertama, The Husband tidak sesuai ekspektasi saya. Namun, karena masih penasaran ke mana alur cerita drama ini dibawa, akhirnya saya putuskan untuk lanjut menonton sampai selesai. Ternyata memang banyak hal-hal tak terduga muncul di pertengahan drama. Motif penculikan Ko Se-yun yang sempat menjadi pertanyaan besar sebelumnya akhirnya juga terjawab.
Jadi, The Husband merupakan series 12 episode yang tayang sejak 4 Juli lalu. Drama ini bercerita tentang Kang Tae-joo (Namkoong min), seorang ahli bedah syaraf yang rumah tangganya bersama Ko Se-yun (Lee Seol) berada di ambang percerian. Akan tetapi, di saat hubungan keduanya sudah nyaris hancur ini, Se-yun tiba-tiba diculik oleh seseorang yang meminta uang tebusan.
Situasi semakin rumit ketika penculik tersebut mengaku bertindak di bawah perintah Kang Tae-joo dan membuat Tae-joo dituduh sebagai pelaku hingga menjadi buronan polisi. Dalam masa penyelidikan inilah, Kang Tae-joo kemudian bertemu dengan Lee Su-hyeong (Park Byung-eun), mantan detektif yang mengaku mengetahui pelaku sebenarnya dan bisa membantu Tae-joo menemukan istrinya.
Dengan bantuan Lee Su-hyeong, Tae-joo akhirnya kabur dari kantor polisi dan berusaha menemukan keberadaan istrinya. Setelah Ko Se-yun ditemukan dan kebenaran terungkap, motif penculikan itu ternyata lebih dari sekadar uang tebusan.
Ulasan Drama The Husband
Seperti yang sempat saya singgung di awal, saya merasa drama ini kurang sesuai ekspektasi. Karena plot hanya berputar-putar pada penculikan Se-yun, upaya Tae-joo kabur dari kejaran polisi demi menemukan istrinya, dan penyelidikan pihak berwenang yang terkesan terlalu fokus menghakimi Kang Tae-joo hanya karena satu bukti video yang bisa saja direkayasa orang lain. Namun, seiring berjalannya cerita, rupanya ada konflik lain yang lebih kompleks dari sekadar penculikan. Di balik itu, ada konspirasi besar yang melibatkan banyak orang di rumah sakit milik ayah Ko Se-yun.
Selain alurnya yang penuh dengan plot twist berlapis, akting Namkoong min juga menjadi sorotan. Dia sukses memerankan karakter Kang Tae-joo yang cukup rumit. Tae-joo bukan karakter yang mudah dimainkan karena sepanjang cerita ia terus berada dalam posisi tertekan. Ia tidak hanya menghadapi tuduhan sebagai dalang penculikan dan jadi buron, tetapi juga harus mencari istrinya serta memahami apa yang sebenarnya terjadi pada keluarganya. Perubahan emosi Kang Tae-joo ini berhasil ditunjukkan dengan cukup meyakinkan oleh Namkoong min.
Sebagai penonton, saya merasa drama ini sudah cukup bagus. Namun, di beberapa bagian memang masih ada detail yang terasa seperti kurang dieksplorasi, terutama tentang perkembangan investigasi detektif yang di beberapa episode awal terkesan terlalu terpaku pada satu bukti video yang menjebak Kang Tae-joo. Karena itu, sebagai penikmat drama investigasi, bagian tersebut cukup mengecewakan bagi saya.
Terlepas dari kelebihan maupun kekurangannya, The Husband menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga dengan komunikasi yang buruk, luka yang tidak pernah dibicarakan, dan berbagai kesalahpahaman yang dibiarkan terlalu lama bisa membuat dua orang yang awalnya saling mencintai menjadi terasa sangat jauh. Perjalanan Tae-joo mencari Se-yun dan mengungkapkan kebenaran di balik penculikan istrinya seolah juga menjadi jalan bagi keduanya untuk memahami kembali hubungan mereka.
Secara keseluruhan, The Husband cukup saya rekomendasikan untuk Sobat Yoursay penggemar genre thriller piskologis dengan cerita berbalur misteri dan penuh plot twist berlapis. Cerita yang mulanya tampak seperti penculikan dan konflik rumah tangga biasa ternyata malah berkembang ke arah yang tidak terduga. Dan menariknya, sosok antagonis sebenarnya di drama The Husband adalah orang yang sangat dekat dengan karakter utamanya. Jadi, ketidakpuasan saya terhadap eksekusi bagian awal drama ini tak lagi jadi masalah setelah mengikuti keseluruhan ceritanya.
Baca Juga
-
Gaji Imut, Pengeluaran Maut: Dilema Anak Muda dengan Pendapatan Pas-pasan
-
Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri
-
Makna Lagu Iqro': Pengingat bahwa Manusia Hanya Bagian Kecil dari Semesta
-
Review Kill Boksoon: Pembunuh Bayaran yang Sulit Memahami Putrinya Sendiri
-
Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Masjid Riyadhus Sholihin Jember, Jejak Dakwah yang Tak Pernah Sepi Peziarah
-
Ulasan Segala Kekasih Tengah Malam: Mencari Arti Diri di Balik Kesunyian
-
Meminang Pujaan Hati dengan Kesiapan yang Mantap di Buku Aku, Kau dan KUA
-
Bad Hair Day Bikin Hidup Ikut Berantakan: Petualangan Andita di Hair-Quake!
-
Review Kadet 1947: Saat Sejarah Perang Dikemas Penuh Humor, Romansa, dan Tanpa Kesan Kaku
Terkini
-
Tayang 2027, Ini Jajaran Pemain Utama Film Akgu: The Secret of the Moon
-
Bias dalam Rekrutmen: Mengapa Status Pernikahan Membatasi Peluang Kerja?
-
Gaji Imut, Pengeluaran Maut: Dilema Anak Muda dengan Pendapatan Pas-pasan
-
Di Balik Buku Presiden Solusi: Bukti Kinerja Nyata atau Propaganda Istana?
-
Spek Vivo V80 Lite 5G Terungkap, Performa Dimensity 7360-Turbo Jadi Andalan