Love Untangled adalah salah satu film Korea yang dibuat untuk membawa kita kembali pada masa-masa ketika jatuh cinta terasa begitu sederhana. Tidak ada hubungan yang rumit, tidak ada persoalan orang dewasa yang terlalu berat. Hanya ada seorang anak SMA, perasaan yang belum pernah benar-benar ia pahami, dan keinginan sederhana untuk bisa disukai oleh orang yang ia kagumi.
Film yang tayang di Netflix pada 29 Agustus 2025 ini dibintangi Shin Eun-soo sebagai Park Se-ri, Gong Myung sebagai Han Yun-seok, serta Cha Woo-min yang berperan sebagai Kim Hyeon, siswa populer yang menjadi pujaan hati Se-ri.
Ceritanya berlatarbelakang di Busan pada tahun 1998 dan membawa suasana Korea akhir 1990-an melalui berbagai elemen nostalgia seperti kaset, kamera film, hingga camcorder. Se-ri sebenarnya merupakan remaja yang ceria dan punya banyak teman. Namun ia dibuat tidak percaya diri oleh rambut keritingnya.
Bagi Se-ri, rambut tersebut bukan sekadar bagian dari penampilannya. Ia merasa rambutnya membuat dirinya terlihat berbeda dan tidak cukup cantik untuk mendapatkan perhatian Kim Hyeon, siswa paling populer di sekolah yang diam-diam ia sukai. Karena itu, Se-ri memiliki satu rencana besar. Ia ingin meluruskan rambutnya sebelum akhirnya mengungkapkan perasaan kepada Hyeon. Sederhana, bukan?
Kebanyakan dari kita pasti pernah ada di posisi serupa. Merasa harus mengubah sesuatu dari diri sendiri agar pantas dicintai. Merasa harus menjadi lebih cantik, lebih pintar, lebih menarik, atau lebih sempurna supaya seseorang mau melihat kita.
Menurut saya, dari sinilah Love Untangled mulai terasa lebih dekat daripada sekadar film romance remaja. Film ini memang penuh dengan adegan lucu dan tingkah laku khas anak SMA. Namun, di balik kelucuan Se-ri, sebenarnya ada rasa tidak aman yang sangat manusiawi. Ia bukan tidak percaya diri karena tidak memiliki kelebihan. Ia hanya terlalu sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain.
Dan semakin ia berusaha menjadi seseorang yang menurutnya lebih layak dicintai, semakin ia lupa bahwa dirinya sendiri sebenarnya sudah cukup. Kehadiran Han Yun-seok kemudian membuat cerita menjadi semakin menarik. Yun-seok merupakan siswa pindahan dari Seoul yang perlahan menjadi dekat dengan Se-ri.
Hubungan keduanya berkembang melalui berbagai kejadian yang awalnya terlihat seperti kebetulan, tetapi kemudian membuat Se-ri mulai melihat bahwa perasaannya mungkin tidak sesederhana yang ia bayangkan.
Di sisi lain, Kim Hyeon yang diperankan Cha Woo-min tetap menjadi bagian penting dari cerita karena dialah sosok yang sejak awal menjadi tujuan dari segala usaha Se-ri. Namun, menariknya, Love Untangled tidak benar-benar menjadikan Kim Hyeon sebagai pusat dari kisah cinta Se-ri.
Hal lain yang membuat film ini menyenangkan adalah persahabatan para karakternya. Se-ri tidak menjalani masa remajanya sendirian. Ada teman-teman yang mendukung berbagai rencananya, termasuk ketika ia berusaha mendekati Hyeon.
Mereka mungkin sering bertingkah konyol, tetapi justru hubungan seperti inilah yang membuat kehidupan sekolah terasa hidup. Ketika mengingat masa SMA, yang kita ingat bukan hanya orang yang pernah kita sukai tapi kita juga mengingat teman-teman yang dulu hampir setiap hari bersama kita.
Meski begitu, menurut saya film ini bukan tanpa kekurangan. Beberapa konflik terasa mudah ditebak dan alurnya memang tidak menawarkan sesuatu yang terlalu mengejutkan. Bagi penonton yang terbiasa dengan drama romance dengan konflik berat, Love Untangled mungkin terasa terlalu ringan.
Tetapi mungkin memang bukan itu tujuan film ini. Love Untangled tidak ingin membuat kita sibuk menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Film ini ingin membawa kita menikmati perjalanan kecil seorang remaja yang sedang belajar mengenai cinta, persahabatan, dan dirinya sendiri.
Dan saya rasa, justru kesederhanaan itulah yang menjadi daya tariknya. Pada akhirnya, mungkin kita memang tidak membutuhkan seseorang untuk membuat kita merasa cukup. Kita hanya perlu berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Se-ri mengira rambut lurus akan membuatnya lebih cantik. Ia mengira perubahan penampilan akan membuat seseorang menyukainya. Namun, perjalanan yang ia lalui perlahan memperlihatkan bahwa cinta yang tulus seharusnya tidak mengharuskan kita menjadi orang lain.
Kadang, cinta pertama justru menjadi perjalanan pertama untuk belajar mengatakan kepada diri sendiri bahwa kita tidak perlu berubah menjadi orang lain untuk menjadi seseorang yang layak untuk dicintai.
Kalau menurutmu? Apa pelajaran yang bisa diambil dari film Love Untangled?
Baca Juga
-
Berawal dari Drama, Yoo Jong Hoon dan Han Eun Seo Umumkan Menikah November!
-
Review Film Dignitate: Ketika Cinta Saja Tak Cukup untuk Menyembuhkan Luka
-
Ulasan Buku Peter Pan: Ketika Kita Terlalu Takut untuk Menjadi Dewasa
-
20th Century Girl: Cinta Pertama yang Tidak Selalui Berakhir Bahagia
-
Teach You A Lesson: Ketika Pendidikan Tak Cukup untuk Mengajarkan Kebaikan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Hope: Ketika Ketidaktahuan Manusia Jadi Kekacauan yang Mematikan
-
Makna Lagu 'Dunia Tipu-Tipu' Yura Yunita: Menemukan Sosok untuk Bersandar
-
Review Chronovisor: Saat Kebenaran dan Teori Konspirasi Sulit Dibedakan
-
Review The Gentlemen Season 1: Aksi Kriminal Elegan Penuh Komedi Gelap!
-
Ali & Ratu Ratu Queens: Ketika Keluarga Tak Selalu Berarti Hubungan Darah
Terkini
-
Kejar Kebebasan Finansial tapi Kok Malah Stres? Kenali Jebakan Hustle Culture
-
Bencana Bukan Akhir Masalah: Negara Wajib Belajar dan Berbenah
-
Berawal dari Drama, Yoo Jong Hoon dan Han Eun Seo Umumkan Menikah November!
-
Jangan Cuma Perampasan Aset: Siapa Tanggung Aset Sitaan yang Rusak?
-
5 Alasan The Ramparts of Ice Jadi Anime Romance yang Wajib Ditonton!