Popularitas K-pop di panggung global terus menunjukkan tren menanjak. Setelah kesuksesan grup seperti BTS, BLACKPINK, dan Stray Kids menembus pasar Amerika Serikat hingga Eropa, industri hiburan Korea kini kembali bergerak mencari ikon internasional generasi berikutnya. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting, dengan sejumlah agensi besar seperti YG, SM, dan HYBE meluncurkan proyek ambisius untuk mencetak bintang global baru.
1. YG Entertainment Meluncurkan "Special Audition"
YG Entertainment menjadi salah satu yang paling agresif. Melalui pengumuman resmi bertajuk 2026 YG SPECIAL AUDITION : GO! DEBUT di blog perusahaan, YG membuka audisi global yang disebut sebagai "special audition." Executive producer Yang Hyun Suk menegaskan bahwa ia akan terlibat langsung dalam seluruh proses seleksi, mulai dari penyaringan dokumen hingga tahap akhir. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya orisinalitas: calon artis harus mampu menciptakan warna sendiri untuk menjadi bintang sejati.
Video promosi yang dirilis menampilkan perjalanan debut grup seperti TREASURE dan BABYMONSTER, memperlihatkan proses pelatihan sistematis dan evaluasi ketat sebelum akhirnya tampil di panggung konser besar.
Audisi ini terbuka bagi siapa saja yang lahir antara 2007 hingga 2015, tanpa batasan gender maupun kewarganegaraan. Peserta cukup mengirimkan video berdurasi kurang dari satu menit yang menampilkan kemampuan di bidang vokal, rap, tari, visual, atau talenta khusus. Pendaftaran dibuka hingga 28 Februari melalui situs resmi YG.
2. SM Entertainment Konfirmasi Boy Group Baru
Sementara itu, SM Entertainment juga mengonfirmasi akan mendebutkan boy group baru pada 2026. Pengumuman ini disampaikan dalam presentasi visi jangka panjang bertajuk SM Next 3.0 yang diunggah pada kanal YouTube resmi perusahaan. Co-CEO Tak Young Jun menyatakan bahwa satu boy group dijadwalkan debut tahun depan, dengan kemungkinan anggota dipilih dari tim trainee SMTR25.
SMTR25 sendiri diperkenalkan melalui program variety bertema sekolah fiktif yang mengeksplorasi budaya dari era 1990-an hingga 2010-an. Acara ini menampilkan 15 trainee pria multinasional dan diproyeksikan menjadi indikator popularitas publik sebelum formasi final ditentukan. Meski tidak secara langsung menjamin debut, program tersebut membuka peluang interaksi awal antara calon idola dan penggemar global.
Dalam strategi multi-creative system yang menjadi inti SM Next 3.0, perusahaan menegaskan pendekatan artist-first dengan memberikan fleksibilitas kreatif yang lebih besar kepada para artisnya. SM juga memperluas kemitraan global, termasuk dengan Tencent Music Entertainment di Tiongkok dan True di Thailand, serta tengah menjajaki kolaborasi di Jepang.
3. HYBE Meluncurkan Audisi Global ke-2 untuk 'Adik' dari KATSEYE
Di sisi lain, HYBE tak kalah ambisius. Bersama Geffen Records, HYBE meluncurkan proyek audisi global kedua untuk membentuk girl group baru sebagai "sister group" dari KATSEYE. Program bertajuk World Scout: The Final Piece akan tayang mulai 24 Februari di platform ABEMA Jepang. Kompetisi ini mencari satu anggota terakhir untuk melengkapi formasi empat orang, setelah tiga anggota: Emily Kelavos, Lexie Levin, dan Samara Siqueira, lebih dulu diperkenalkan melalui proyek Dream Academy.
Antusiasme terhadap proyek ini sangat tinggi. Sekitar 14.000 pelamar bersaing memperebutkan satu posisi tersisa, mencerminkan ketatnya kompetisi generasi baru calon bintang K-pop. Panel studio akan diisi figur ternama seperti Sakura dan Kazuha dari LE SSERAFIM, Iroha dan Moka dari ILLIT, serta produser Rino Sashihara. Son Sung Deuk, koreografer yang dikenal luas melalui karyanya bersama BTS, bertindak sebagai juri.
Akankah 2026 memperkenalkan dunia pada BTS atau BLACKPINK berikutnya? Sorotan kini tertuju pada para trainee yang tengah bersiap untuk mengambil alih panggung utama.