Dunia hiburan Korea Selatan kembali dihebohkan dengan polemik yang melibatkan dua anggota grup legendaris 2NE1, yakni Park Bom dan Sandara Park. Tuduhan serius yang dilontarkan Park Bom melalui media sosial langsung menuai perhatian publik, sebelum akhirnya dibantah tegas oleh pihak Sandara Park.
Mengutip Allkpop dan sejumlah media Korea pada Selasa (3/3/2026), Park Bom mengunggah surat tulisan tangan yang diawali dengan sapaan "Kepada masyarakat." Dalam unggahan tersebut, ia menyatakan ingin membahas persoalan yang sensitif dan menakutkan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak sakit dan dalam kondisi baik, namun merasa perlu meluruskan isu lama yang kembali mencuat.
Dalam pernyataannya, Park Bom menyebut bahwa Sandara Park pernah tertangkap dalam kasus terkait narkoba, dan untuk menutupinya, ia justru dijadikan seolah-olah sebagai "pecandu narkoba."
Park Bom juga kembali menyinggung kontroversi tahun 2010 terkait impor Adderall dari Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa Adderall bukanlah narkotika, melainkan obat psikotropika yang diresepkan untuk pasien ADD (Attention Deficit Disorder). Ia menyatakan bahwa saat itu belum ada regulasi spesifik di Korea Selatan mengenai Adderall, dan aturan baru dibuat setelah kasusnya menjadi sorotan publik. Ia juga meminta agar mantan pihak manajemen tidak melaporkan kepada otoritas bahwa dirinya mengonsumsi obat melebihi dosis yang diresepkan.
Sebagaimana diketahui, pada 2010 Park Bom memang menghadapi tuduhan menyelundupkan obat yang mengandung amphetamine tanpa deklarasi bea cukai. Namun, jaksa memutuskan penangguhan dakwaan setelah mempertimbangkan bukti rekam medis dan resep dokter yang menunjukkan bahwa obat tersebut diimpor untuk kepentingan pengobatan sah. Kasus tersebut kala itu memicu perdebatan luas, tetapi secara hukum tidak berujung pada vonis pidana.
Tuduhan terhadap Sandara Park segera mendapat respons. Pada hari yang sama, sumber dekat Sandara Park menyampaikan kepada media bahwa klaim tersebut sepenuhnya tidak berdasar. Perwakilan Sandara juga menyatakan bahwa artisnya justru merasa khawatir terhadap kondisi kesehatan Park Bom saat ini.
Kontroversi ini tidak berdiri sendiri. Pada Oktober 2025, Park Bom sempat memicu kekhawatiran publik setelah mengunggah pernyataan mengenai dugaan masalah penyelesaian keuangan dengan mantan agensinya, YG Entertainment. Ia bahkan menyebut nama produser eksekutif Yang Hyun Suk dan mengklaim adanya kerugian finansial besar dari aktivitasnya bersama 2NE1. Namun, agensinya saat ini, D-Nation Entertainment, membantah bahwa gugatan resmi telah diajukan dan menegaskan bahwa seluruh penyelesaian terkait aktivitas 2NE1 sudah rampung.
Dalam pernyataan resmi pada 23 Oktober 2025, D-Nation Entertainment juga mengungkap bahwa Park Bom tengah menghentikan sementara aktivitasnya demi fokus pada perawatan dan pemulihan kesehatan. Agensi meminta publik serta media untuk tidak menyebarkan klaim yang belum terverifikasi, karena dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi artis dan keluarganya.
Sebagai informasi, 2NE1 debut pada 2009 di bawah YG Entertainment dan menjadi salah satu girl group paling berpengaruh di generasinya. Setelah bubar pada 2016, para anggotanya menempuh jalur masing-masing sebelum akhirnya reuni dalam proyek khusus beberapa tahun terakhir. Namun, sejak Agustus 2025, Park Bom kembali menghentikan aktivitasnya karena alasan kesehatan.
Unggahan Park Bom yang memicu kontroversi terbaru ini telah dihapus dari media sosialnya. Meski demikian, dampaknya masih terasa di kalangan penggemar dan industri. Banyak pihak berharap situasi ini dapat ditangani secara bijak, dengan mengutamakan klarifikasi fakta serta kesehatan mental para pihak yang terlibat.
Hingga kini, belum ada perkembangan hukum lanjutan terkait tuduhan tersebut. Pihak Sandara Park tetap pada pendiriannya bahwa klaim itu tidak memiliki dasar.