Entertainment
Sinopsis The Choral, Film Drama Sejarah Penuh Haru Tayang 2 Juli di Netflix
Usai menunggu lebih lama dibandingkan kebanyakan film produksi Sony Pictures lainnya, The Choral akhirnya dipastikan segera hadir di Netflix.
Drama Inggris yang sejak penayangan perdananya di bioskop mendapat banyak pujian ini akan mulai tayang di layanan streaming pada 2 Juli 2026, lewat kerja sama distribusi antara Netflix dan Sony Pictures Classics.
Bagi penonton yang belum sempat menyaksikannya di layar lebar, ini jadi kesempatan yang pas untuk menikmati salah satu drama periode yang paling menyentuh dalam beberapa waktu terakhir.
Dengan cerita yang memadukan musik, persahabatan, pengorbanan, dan harapan di tengah perang, film ini menghadirkan kisah yang hangat, emosional, dan mudah dinikmati.
Biasanya, film-film Sony Pictures membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan sebelum tersedia di layanan streaming Netflix. Namun, perjalanan The Choral menuju platform digital berlangsung lebih lama dari biasanya.
Meski demikian, keterlambatan tersebut bukan hal yang asing bagi film-film yang berada di bawah label Sony Pictures Classics. Kini penantian itu akhirnya berakhir setelah Netflix mengonfirmasi bahwa The Choral akan mulai tersedia bagi pelanggan di Amerika Serikat pada 2 Juli 2026 melalui layanan video on demand miliknya.
Kehadiran film ini sekaligus memperkaya koleksi drama berkualitas yang mengangkat kisah kemanusiaan dengan pendekatan yang sederhana, tetapi mampu meninggalkan kesan mendalam bagi penontonnya.
Berlatar Perang Dunia I dengan Kisah yang Hangat
The Choral membawa penonton menuju kota fiktif Ramsden di Yorkshire pada tahun 1916, ketika Perang Dunia I masih berlangsung.
Alih-alih berfokus pada medan tempur, film ini justru menampilkan kehidupan masyarakat desa yang harus berjuang menghadapi dampak perang dari kejauhan. Banyak pria dewasa di kota tersebut berangkat menuju Front Barat sehingga kelompok paduan suara lokal kehilangan sebagian besar anggotanya.
Meski menghadapi situasi sulit, panitia kota menolak membatalkan pertunjukan tahunan yang telah menjadi tradisi. Mereka kemudian mengambil keputusan yang tidak biasa dengan merekrut para remaja laki-laki sebagai anggota baru untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan para pria yang berperang.
Agar kelompok paduan suara tetap mampu tampil maksimal, mereka menunjuk Dr. Henry Guthrie sebagai pelatih baru. Sosok ini dikenal memiliki karakter tegas, keras kepala, serta pandangan yang sering memicu perdebatan. Sebagai seorang ateis yang baru kembali dari Jerman, kehadirannya sempat memunculkan berbagai penolakan di tengah masyarakat.
Namun seiring berjalannya waktu, latihan paduan suara perlahan berubah menjadi ruang perlindungan bagi para pemuda yang hidup di bawah bayang-bayang wajib militer. Musik menjadi tempat mereka melupakan ketakutan sekaligus mempertahankan harapan ketika masa depan terasa semakin tidak pasti.
Kolaborasi Dua Nama Besar Perfilman Inggris
Film ini menjadi karya layar lebar orisinal terbaru dari dramawan legendaris Alan Bennett, yang kini telah berusia 91 tahun. Setelah bertahun-tahun dikenal lewat karya-karya panggung dan adaptasi film yang mendapat apresiasi luas, Bennett kembali menghadirkan cerita baru dengan sentuhan khas yang memadukan humor, emosi, dan kritik sosial.
Ia kembali bekerja sama dengan sutradara Nicholas Hytner, kolaborator lamanya yang sebelumnya sukses menggarap berbagai adaptasi terkenal seperti The Madness of King George, The History Boys, dan The Lady in the Van.
Kolaborasi keduanya kembali menghasilkan drama yang menonjolkan kekuatan karakter, dialog yang tajam, serta kisah yang terasa sangat manusiawi.
Ralph Fiennes Pimpin Deretan Pemeran Berkelas
Salah satu daya tarik utama The Choral adalah penampilan Ralph Fiennes sebagai Dr. Henry Guthrie.
Aktor peraih berbagai penghargaan tersebut dipercaya memerankan sosok pelatih paduan suara yang keras, disiplin, namun perlahan menunjukkan sisi kemanusiaannya. Penampilannya menjadi pusat emosional dalam film ini.
Fiennes didukung oleh jajaran aktor Inggris yang juga memiliki reputasi kuat di dunia perfilman.
Mark Addy tampil sebagai fotografer lokal bernama Mr. Fytton. Roger Allam memerankan Bernard Duxbury, anggota dewan kota sekaligus pemilik pabrik yang berpengaruh.
Simon Russell Beale, Alun Armstrong, serta Robert Emms juga turut memperkuat cerita melalui karakter-karakter penting yang menggambarkan kehidupan masyarakat Ramsden selama masa perang.
Kombinasi para pemeran tersebut membuat film ini menghadirkan penampilan akting yang solid dan mampu membangun suasana emosional secara konsisten dari awal hingga akhir.
Mendapat Sambutan Positif dari Kritikus
Sebelum hadir di Netflix, The Choral lebih dulu diputar perdana di Festival Film Internasional Toronto pada September 2025. Setelah itu, film ini dirilis secara luas di bioskop selama musim liburan dan berhasil membukukan pendapatan sekitar 10 juta dolar AS di box office global.
Pencapaian tersebut tergolong mengesankan bagi sebuah drama independen yang menyasar penonton dewasa.
Selain sukses secara komersial, film ini juga memperoleh banyak ulasan positif dari para kritikus. Mereka memuji bagaimana cerita mampu memadukan humor khas Alan Bennett dengan kisah yang menyentuh tentang kehidupan masyarakat di tengah perang.
Banyak pengulas juga menyoroti pesan mengenai kekuatan musik sebagai sarana untuk menyatukan orang-orang yang sedang menghadapi kehilangan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di balik latar Perang Dunia I yang kelam, The Choral justru menghadirkan harapan melalui suara-suara yang dinyanyikan bersama.
Dengan cerita yang hangat, jajaran pemeran papan atas, serta pujian dari para kritikus, The Choral menjadi salah satu drama periode yang layak masuk daftar tontonan.
Film ini dijadwalkan mulai tayang di Netflix pada 2 Juli 2026 dan siap menghadirkan kisah tentang keberanian, kebersamaan, serta kekuatan musik dalam menghadapi masa-masa paling sulit. Catat tanggalnya, jangan sampai kelewatan!