Entertainment
Mononoke Garap Proyek Baru, Hadirkan Medicine Seller Ketiga Ken no Tsurugi
Studio Twin Engine resmi mengumumkan proyek terbaru dari waralaba anime supernatural Mononoke dengan memperkenalkan sosok Medicine Seller ketiga bernama Ken no Tsurugi.
Pengumuman ini disampaikan melalui video promosi yang dirilis Twin Engine, lengkap dengan teaser visual perdana yang memperlihatkan penampilan karakter baru tersebut. Hingga saat ini, pihak studio masih merahasiakan apakah proyek terbaru ini akan hadir sebagai serial televisi atau film anime.
Karakter Ken no Tsurugi akan diisi suaranya oleh aktor Hirofumi Araki, yang sebelumnya telah memerankan Medicine Seller dalam adaptasi panggung (stage play) Mononoke.
Desain karakter baru ini dikerjakan oleh Kitsuneko Nagata, yang juga bertanggung jawab sebagai desainer karakter dalam trilogi film Mononoke.
Kehadiran Ken no Tsurugi sekaligus menandai perluasan dunia Mononoke yang selama ini dikenal dengan karakter Medicine Seller yang misterius.
Sutradara sekaligus pengarah utama seri Mononoke, Kenji Nakamura, mengungkapkan bahwa Ken no Tsurugi memiliki kepribadian ganda yang cukup unik.
Dalam kesehariannya, ia digambarkan sebagai sosok santai, banyak bicara, dan cenderung bersikap ringan. Namun, ketika berhadapan dengan roh jahat atau mononoke, kepribadiannya berubah drastis menjadi sangat serius, tajam, dan penuh kewaspadaan.
Selain mengumumkan proyek anime baru, Twin Engine juga mengonfirmasi bahwa Kadokawa Bunko akan menerbitkan tiga novel baru yang berlatar di dunia Mononoke. Masing-masing novel akan berfokus pada salah satu dari tiga Medicine Seller yang kini telah diperkenalkan, yaitu Ri, Kon, dan Ken. Detail mengenai jadwal penerbitan maupun isi cerita novel tersebut masih akan diumumkan pada kesempatan berikutnya.
Waralaba Mononoke sendiri memiliki sejarah panjang di industri anime Jepang. Karakter Medicine Seller pertama kali diperkenalkan melalui arc "Bakeneko" dalam anime antologi horor Ayakashi: Samurai Horror Tales yang tayang pada 2006. Popularitas karakter tersebut kemudian melahirkan serial televisi Mononoke pada 2007 yang dikenal berkat gaya visual artistiknya yang sangat khas, dipadukan dengan cerita misteri supernatural yang sarat simbolisme.
Dalam cerita Mononoke, latar berlangsung di Jepang feodal yang dihantui oleh roh-roh jahat bernama mononoke. Medicine Seller berkelana dari satu tempat ke tempat lain untuk membasmi makhluk tersebut menggunakan Exorcism Sword. Namun, pedang itu hanya dapat digunakan setelah ia berhasil mengungkap tiga unsur penting dari setiap mononoke, yaitu Form, Truth, dan Reason. Pendekatan tersebut membuat setiap kasus dalam Mononoke lebih menyerupai misteri psikologis daripada sekadar pertarungan melawan monster.
Belakangan ini, waralaba Mononoke kembali menarik perhatian berkat trilogi film layar lebarnya. Film pertama, Mononoke The Movie: The Phantom in the Rain, tayang di bioskop Jepang pada 2024 dan kini telah tersedia secara global melalui Netflix. Film keduanya, Mononoke The Movie: Chapter II – The Ashes of Rage, dirilis pada 2025 dan juga telah dapat disaksikan melalui layanan streaming yang sama.
Sementara itu, film penutup trilogi berjudul Mononoke The Movie: The Curse of the Serpent mulai diputar di bioskop Jepang pada 29 Mei 2026. Film tersebut melanjutkan kisah Medicine Seller sekaligus menjadi penutup dari trilogi yang telah dipersiapkan sejak beberapa tahun terakhir.
Perkembangan terbaru ini juga hadir setelah sejumlah perubahan besar dalam produksi Mononoke beberapa tahun terakhir. Pada trilogi film, karakter Medicine Seller diperankan oleh Hiroshi Kamiya, menggantikan Takahiro Sakurai yang sebelumnya mengisi suara karakter tersebut di serial televisi. Pergantian pengisi suara dilakukan setelah muncul kontroversi yang melibatkan Sakurai. Meski demikian, Sakurai sempat kembali tampil dalam sebuah penampilan singkat (cameo) pada film ketiga.
Selain itu, produser anime sekaligus pendiri Twin Engine, Koji Yamamoto, juga mengumumkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari profesi produser setelah rampungnya trilogi Mononoke. Ia menyatakan akan lebih fokus pada pengembangan talenta muda dan manajemen perusahaan.
Dengan diperkenalkannya Medicine Seller ketiga dan serial novel baru, masa depan Mononoke terlihat semakin menjanjikan. Meski Twin Engine belum mengungkap detail cerita maupun jadwal penayangannya, antusiasme penggemar sudah mulai meningkat.