Debut di GP Thailand 2026: Dua Rookie Tampil Impresif, Adaptasi Jadi Kunci

Hayuning Ratri Hapsari | Desyta Rina Marta Guritno
Debut di GP Thailand 2026: Dua Rookie Tampil Impresif, Adaptasi Jadi Kunci
Diogo Moreira (Instagram/@diogomoreira_11)

Toprak Razgatlioglu dan Diogo Moreira sama-sama menjalani debut mereka sebagai pembalap MotoGP pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand akhir pekan lalu.

Selain penampilan pembalap senior seperti Marc Marquez, Marco Bezzecchi, dan Pecco Bagnaia, performa dua rookie ini juga tidak terlepas dari sorotan pencinta MotoGP.

Toprak Razgatlioglu

Toprak diketahui naik kelas ke MotoGP setelah resmi menandatangani kontrak dengan Yamaha untuk ditempatkan di tim satelit mereka, Pramac Racing. Pembalap asal Turki ini meninggalkan dunianya sebelumnya, yakni World Superbike, untuk kerjasama berdurasi 2 tahun.

Beralih dari WorldSBK ke MotoGP tentu bukan sesuatu yang mudah bagi Toprak, dia pasti membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan berbagai hal di MotoGP, mulai dari aturan, mesin, ban, dll.

Benar saja, performa Toprak di awal musim ini bisa dibilang belum maksimal. Dalam sesi kualifikasi GP Thailand 2026, Toprak hanya mampu mengamankan start dari grid ke-21. Kemudian, dia finis di posisi 20 saat sesi sprint race dan 17 di sesi main race.

Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa awal karier di MotoGP berjalan baik, tapi masih kurang mulus lantaran dia mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan Yamaha YZR-M1, karena gaya balapnya di World Superbike tidak efektif digunakan di MotoGP.

Apalagi, saat ini Yamaha masih bergelut dengan masalah-masalah yang ditemui pada motor V4 barunya. Tentu ini menjadi tantangan ekstra bagi Toprak untuk terus belajar menyesuaikan diri.

Kendati memperoleh hasil yang kurang memuaskan, Bos Yamaha tetap mengapresiasi performa Toprak Razgatlioglu di awal musim ini.

Toprak melakukan pekerjaan yang bagus. Selama musim dingin, dia mencoba menyesuaikan sepeda dengan gayanya, lalu dia menyadari bahwa dia harus menyesuaikan sepeda tanpa memengaruhi keseimbangan. Saya puas, dia berhasil membalap sangat dekat dengan pembalap tercepat kami, yang sekarang menjadi acuannya. Mari kita ingat bahwa semuanya berubah ketika Anda beralih dari SBK ke MotoGP,” ujar Pavesio, dilansir dari laman MotoGP News.

Diogo Moreira

Lain cerita dengan Diogo Moreira, pembalap LCR Honda ini berhasil finis di P13 baik saat balapan sprint maupun main race di GP Thailand 2026 kemarin.

Moreira adalah juara dunia kelas Moto2 tahun 2025 yang dikontrak oleh Honda untuk menggantikan Somkiat Chantra di tim satelit mereka, LCR Honda.

Finis P13 tentu bukan yang diinginkan seorang penyandang gelar juara dunia, tapi untuk awal di MotoGP hasil ini terbilang cukup baik. Setidaknya dia sudah mengoleksi 3 poin.

Pembalap asal Brasil ini juga mengaku senang dengan debutnya di MotoGP karena bisa bertarung dengan pembalap senior.

Ini balapan yang bagus, saya sangat senang. Saya bertarung dengan Enea, dan itu menyenangkan," ujar Moreira.

Di sisi lain, dia tidak menutupi kesulitan-kesulitan yang dia hadapi dalam seri pembuka, seperti permasalahan yang terjadi pada ban. Meskipun begitu, Moreira tetap memandang balapan di Thailand sebagai balapan yang positif.

Ban mengalami penurunan performa yang cukup signifikan, jadi saya sedikit kesulitan, tetapi secara keseluruhan balapan berjalan sangat baik. Pada suatu titik, saya sendirian memacu motor karena setelah 12 lap, degradasi ban sudah cukup parah, tetapi tetap saja ini balapan yang positif bagi saya," tambahnya.

Secara keseluruhan, penampilan 2 rookie MotoGP 2026 ini sudah berjalan sebagaimana mestinya. Baik tim maupun penonton pasti berharap hasil yang terbaik, tapi tentu kita tidak bisa membebankan ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap seorang pemula.

Sedikit banyak, Toprak dan Moreira pasti butuh penyesuaian untuk terbiasa dengan MotoGP, sesuatu hal yang wajar dialami saat pembalap baru bergabung di kompetisi ini.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak